RSS

KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar, PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER ? (2)

17 Apr
  1. PENANGGALAN MANA YANG HARUS KITA IKUTI DALAM MERAYAKAN PASKAH ?

Tuhan telah menetapkan sendiri sistem penanggalanNya.

 #Kel.12:1-2

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

 Itulah bulan Abib (menurut Kitab Taurat, Ul.16:1) atau bulan Nisan (bahasa Ibrani), yaitu bulan pertama menurut penanggalan keagamaan atau bulan ke-7 menurut penanggalan sipil dalam Kalender Yahudi. Perhatikan :

#Kel.12:47-51

12:47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.

12:48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya.

12:49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.”

12:50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

12:51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

“Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu” – tetapi kita bukanlah orang asing (Ibr : “gare” = pendatang) terhadap orang Israel melainkan gentiles (Yun : eth’-nos = suka bangsa yang memiliki kesamaan DNA), karena ketika kita menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, maka kita diangkat menjadi Israel – Israel rohani yang di okulasikan (bukan di cangkok ! Baca : 5. PENGANGKATAN) kepada pohon Zaitun sejatiNya (Rm.2:28-29, Rm.11), jadi SEHARUSNYA kita JUGA menerima ketetapanNya soal perayaan Paskah ini, yaitu sesuai dengan penanggalan Yahudi tersebut (Kel.12:49).

Setelah itu Tuhan MENEGASKAN KEMBALI ketetapanNya itu dalam :

#Im.23:1-8

23:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

23:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.

23:3 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.

23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.”

Sekali lagi, TUHAN TELAH MENETAPKAN SENDIRI waktu perayaanNya.

Di tahun Ayin Daleth 5774 ini, Passover jatuh tanggal 15 Nisan 5774 yaitu hari Selasa, 15 April 2014. Tetapi pelaksanaan perayaannya sudah akan dimulai saat matahari terbenam sehari sebelum tanggal dimaksud (tanggal 14-nya, Im.23:5, karena permulaan hari menurut penanggalan Yahudi itu dimulai saat matahari terbenam, tidak seperti penanggalan internasional yang dimulai saat tengah malam. Jadi kalau di Indonesia, Passover tahun ini jatuh di hari   Senin, 14 April jam 22.00 (perbedaan waktu kita 4 jam lebih dahulu).

DAN TERNYATA berdasarkan ketetapan Tuhan, PASKAH   yang ALKITABIAH ITU SATU PAKET PERAYAAN DENGAN UNLEAVEN BREAD, tidak berdiri sendiri….

 

  1. BAGAIMANA   FAKTA PERAYAAN PASKAH KITA SELAMA INI ?

 Faktanya, PASKAH yang kita kenal dan diakui di dunia dan juga di Indonesia, selalu jatuh pada hari Minggu dan kita merayakan kebangkitanNya. BUKAN KEMATIANNYA. Sementara diatas telah kita buktikan bahwa Paskah yang Alkitabiah seperti yang diwajibkan oleh ketentuan Tuhan itu adalah Paskah KematianNya (1Kor.11:23-26).

Mengapa bisa jatuh hari Minggu dan juga berubah menjadi Paskah KebangkitanNya? Itu karena dihitung berdasarkan   hari yang ditetapkan sebagai   hari   Jumat Agung, Wafat Isa Al Masih, yang dihitung tidak berdasarkan penanggalan Yahudi, tetapi berdasarkan ketentuan Tahun Liturgi, yang disebut juga Tahun Kristiani, yang merupakan Kalender Kristiani/ siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari   besar   harus dirayakan serta bagian mana dari   Kitab Suci yang diasosiasikan dengan hari-hari raya tersebut (Sumber : Wikipedia/ Tahun Liturgi).

Tetapi telah kita buktikan pula diatas bahwa kita harus mengacu kepada ketetapan penanggalan dari Tuhan sendiri, yaitu penanggalan Yahudi.   Kita tidak boleh menentukan tanggal sendiri. Bahkan ketika bangsa Israel sudah waktuNya untuk merayakan Paskah kedua, tetapi ternyata ada orang2 yang pada waktu itu masih ada di dalam perjalanan dan tidak tahir karena pegang mayat, sehingga mereka tidak dapat ikut perayaan Paskah yang seharusnya, tetapi mereka “ngotot” kepingin merayakan juga, Musa tidak berani menjawab permintaan mereka melainkan bertanya dulu kepada Tuhan…..

#Bil.9:1-14

9:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

9:2 “Orang Israel harus merayakan Paskah pada waktunya;

9:3 pada hari yang keempat belas bulan ini, pada waktu senja, haruslah kamu merayakannya pada waktu yang ditetapkan, menurut segala ketetapan dan peraturannya haruslah kamu merayakannya.”

9:4 Lalu Musa menyuruh orang Israel merayakan Paskah.

9:5 Maka mereka merayakan Paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu senja, di padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel.

9:6 Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh karena mayat, sehingga tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Mereka datang menghadap Musa dan Harun pada hari itu juga,

9:7 lalu berkata kepadanya: “Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?”

9:8 Lalu jawab Musa kepada mereka: “Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu.”

9:9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

9:10 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN.

9:11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya.

9:12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulang pun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

9:14 Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan Paskah bagi TUHAN, maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan Paskah. Satu ketetapan harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli.”

Apa yang dapat kita simpulkan dari perikop diatas ?

KEPINGIN SEKALI MERAYAKAN SAJA, TIDAK BOLEH SEMBARANGAN MERAYAKAN SEMAUNYA SENDIRI. Kita baca diatas bahwa Tuhan mengabulkan kerinduan mereka dengan memberi dispensasi ikut Perayaan Paskah ke 2, sebulan kemudian. TETAPI kembali ditegaskan oleh Tuhan :

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

Ketentuan dispensasi HANYA BERLAKU UNTUK orang-orang yang memenuhi persyaratanNya.

Jadi, bolehkah kita menetapkan SENDIRI tanggal perayaan Paskah LAIN, diluar penanggalan resmi Israel   ketika BAHKAN kita juga tidak memenuhi   syarat sebagai “orang yang najis, dan sedang dalam perjalanan” sehingga kita boleh merayakan Paskah ke 2 saja, mundur sebulan yad ? APALAGI kalau kita merayakan Paskah yang salah, Paskah Kebangkitan…..

Perhatikan TUHAN MENEGASKAN KEMBALI,

“Satu ketetapan (DISPENSASI tersebut) harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli”. Jadi kalau sudah begitu JELAS dan TEGASNYA ketentuan Tuhan untuk merayakan Paskah SESUAI WAKTU YANG TELAH TUHAN TETAPKAN, masakan kita masih berani mau menentukan tanggal sendiri, bukan ?! Memang betul kita berada di jaman Kasih Karunia dan bukan di bawah Hukum Taurat lagi, tetapi sejauh mana dan se”berani” apa kita mengharap “pengertian” Tuhan? Bukankah Yesus dan murid-muridNya saja TETAP TAAT memelihara ketetapan Tuhan tersebut ?!

Nah seperti sudah saya katakan di awal tulisan ini, selama ini anak-anak Tuhan menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mulai mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, tetapi mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, pada tanggal yang sama, dan peringatan yang salah, Paskah Kebangkitan, dari tahun ke tahun – dan tidak kembali ke kebenaran firman yang seutuhnya !

Nah penyingkapan yang Bapa berikan kepada saya ini juga telah menjadi tantangan bagi diri saya sendiri secara pribadi, ya…..sejauh mana kita berani keluar dari tradisi gereja kita dan mulai melakukan kebenaran yang sejati ? Mungkin sulit untuk mengubah sebuah “Gereja”, tetapi kita dapat memulainya dengan diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dahulu….pribadi lepas pribadi….

 

  1. EASTER

Biasanya SMS dan BBM/ WA akan segera ramai dengan salam HAPPY EASTER begitu hari Minggu Paskah tiba. Tentu saja, itu terjadi di hari Paskah Kebangkitan. Banyak anak-anak Tuhan yang kurang mengerti “kejeblos” dengan ikut-ikutan mengucapkan HAPPY EASTER, padahal perayaan EASTER itu berasal dari perayaan penyembahan kepada dewi ASTARTE, ratu sorga menurut kepercayaan berhala bangsa Babel (Babylonian / Chaldean). Ilah atau allah yang membuat Tuhan sakit hati dan murka ini kita temukan namanya tercatat didalam kitab Yer.7:16-20 dan Yer.44:16-30. Kalau menurut bahasa Ibrani, dewa ini disebut sebagai ASYTORET (dewi kejijikan orang Sidon), yang dapat kita temukan namanya tertulis dalam kitab 1Raj.11:5,33 dan 2Raj.23:13 Dewi inilah sesembahan para istri Salomo yang membuatnya menyimpang dari Tuhan sehingga membuat Tuhan murka sekali pada Salomo   dan menjatuhkan hukumannya pada masa pemerintahan anaknya, Rehabeam (1Raj.11:1-11, 29-37), yaitu kerajaan Israel dipecah Tuhan menjadi 2 kerajaan, Kerajaan Utara/ Samaria (Yerobeam) dan Kerajaan Selatan/ Yehuda (Rehabeam) – 1Raj.11:26-43.

Dalam konteks yang lebih modern, Bangsa Anglo – Saxon (Inggris) menyebut nama dewi ini OESTRE, yaitu dewi musim semi – kesuburan dan kehidupan baru. ”Oestre” kadang2 dièja sebagai ”Estre” atau juga ”Eastre” hingga akhirnya menjadi ”Easter” ! Mari kita baca peringatan Musa kepada bangsa Israel :

Kel.23:13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.

Nah jadi anak-anak Tuhan yang tidak menyadari kebenaran ini dan ikut-ikutan berkirim SMS atau BBM/ WA mengucapkan ”HAPPY EASTER” itu berarti sudah berbuat kekejian dihadapan Tuhan ! Karena mereka menyebut nama dewi Asytoret ’kan ! Kenapa mereka bisa berlaku begitu ? Sebab niat mereka sebenarnya ”hanya” kerèn- kerènan, gagah-gagahan pakai bahasa Inggris, tanpa tahu arti yang sebenarnya ! Yang lebih parah, para Usher di muka pintu Gereja juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” dengan senyum kudusnya ! L Maksud hati mereka tentu saja rohani sekali, mengucapkan ”Selamat Paskah” kepada jemaat, tapi supaya lebih kerèn mereka pakai bahasa Inggris ”HAPPY EASTER” sehingga kejeblos lah mereka dan Iblis kembali diuntungkan : impartasi ”HAPPY EASTER” kepada jemaat ! Jemaat yang kurang mengerti berpikir ”Ah ya hari ini ’HAPPY EASTER’ ya.” Lalu sepulang dari gereja itu sibuklah mereka juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” kepada teman & handai taulan mereka lewat SMS/ BBM/ WA !   Aduh, Firman Tuhan berkata, kita menyebut nama-nya ilah itu saja juga tidak boleh lho !!!

Simbol dari Paskah EASTER yang tidak Alkitabiah ini adalah : kelinci, telur dan domba ”Paskah” !!! Sejak jaman kuno, orang-orang kafir menyembah kelinci-kelinci sebagai dewa-dewa seks dan kesuburan karena gairah seksual dan reproduksi (beranak) mereka yang pesat dan dalam tradisi-tradisi kafir di Mesir dan Persia, dewa-dewa kelinci itu dihormati dan disembah secara khusus di musim semi. Karena kebangkitan Yesus terjadi di musim semi, maka tradisi berhala mempunyai kesempatan buat ”ndomplèng” memasuki kekristenan !

Demikian pula,   selama berabad-abad, telur telah menjadi simbol-simbol kesuburan dan kehidupan yang baru. Dalam masyarakat kafir di Mesir & Mesopotamia, telur-telur yang dihias dengan cantik, dipersembahkan sebagai hadiah-hadiah dan jimat-jimat untuk membawa kesuburan, khususnya kepada wanita-wanita yang sedang hamil. Kalau menurut versi tradisi kafir Anglo – Saxon, dulunya ada seekor burung yang besar yang ingin menjadi seekor kelinci. OESTRE, dewi musim semi, kesuburan dan kehidupan baru, dengan penuh kemurahan mengubah burung tersebut menjadi seekor kelinci, sehingga dia menjadi lebih produktif (banyak anaknya).   Sebagai ungkapan terimakasihnya kepada dewi Oestre, maka kelinci baru itu (yang masih ingat bahwa dulunya dia burung dan menelurkan telur burung) muncul di musim semi selama perayaan Oestre dan mempersembahkan telur-telur yang indah untuk dewi tersebut. Ternyata begitu ya ceritanya ada coklat-coklat berbentuk kelinci dengan sekeranjang telur-telur kalau hari Paskah dunia tiba ! Selama abad pertengahan, juga merupakan suatu tradisi untuk memberikan telur-telur bagi para pembantu. Raja Edward I dari Inggris menyiapkan 450 telur rebus sebelum (“Paskah”) Easter lalu mencelup atau menyelubunginya dengan daun emas. Kemudian dia akan memberikannya kepada anggota rumahtangga kerajaan pada waktu hari (“Paskah”) Easter. Telur merupakan symbol berhala kuno untuk kelahiran kembali dan dilaksanakan pada saat   “lamanya siang dan malam hari itu sama panjangnya” di musim semi (equinox), sebagai permulaan tahun baru berhala.

Gawatnya, gereja-gereja Tuhan masih banyak yang belum mengerti tentang latar belakang berhala ini dan masih membagikan coklat-coklat berbentuk telur / kelinci dan mengadakan lomba menghias telur kalau perayaan Paskah di Sekolah Minggu mereka !!!

Pada abad pertengahan muncul simbol ”paskah” (EASTER) yang lainnya, yaitu seekor domba yang memegang sebuah bendera putih dengan sebuah salib merah ditengahnya, yang katanya, melambangkan kebangkitan Kristus. Kelihatannya rohani ya, tapi sebetulnya samsekali tidak Alkitabiah karena Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk memperingati kebangkitanNya ! Tuhan hanya memerintahkan kita untuk memperingati kematianNya (Yoh.1:29, Mat. 26:26-28).

Kembali lagi, anak-anak Tuhan telah mengada-adakan perayaan ”kudus” YANG TIDAK DIPERINTAHKAN oleh Tuhan sendiri (ingat kembali dosa Israel dengan tragedi anak lembu emas, dan dosa Yerobeam, ”double lembu emas“). Jadi, bagaimanapun kudusnya niat hati pencipta gambar domba itu, simbol domba itu tetaplah TIDAK ALKITABIAH ! Mentaati Firman yang sudah   ada saja masih susah dan bergumul. Lah kok ya mau bikin peraturan sendiri !

Jadi ternyata memang ada kerancuan (ke”korslet”an) yang luar biasa parah didalam perayaan Paskah kita selama ini !

Ul.12:29-32

12:29 “Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,

12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

(Catatan : Alkitab kita / LAI telah menterjemahkan bagian kalimat yang digaris-bawahi itu dari “You shall not worship the Lord your God in that way” yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan sebagai “Kamu tidak boleh menyembah Tuhan dengan cara seperti mereka itu” sehingga artinya jadi lebih TEGAS sebagai larangan, dan tidak hanya “bernilai sebagai himbauan” saja seperti halnya dengan terjemahan LAI).

2Kor.7:1Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

Jesus Bless You !

deborahtheshofar.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in Indonesian version

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: