RSS

KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar, PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER ? (1)

17 Apr

 “Istilah” perayaan Paskah yang   kita temukan dalam Alkitab LAI kita itu telah diterjemahkan dari kata Ibrani “Pesach” yang berarti pembebasan bangsa Israel yang dilakukan oleh Tuhan sendiri, keluar dari perbudakan bangsa Mesir yang telah mereka alami selama 430 tahun. Sedangkan dalam Alkitab-alkitab berbahasa Inggris, kata Ibrani Pesach itu diterjemahkan sebagai Passover, yang lebih mengacu ke pengertian “Tuhan melewatkan tulah kematian anak-anak sulung bangsa Mesir dari bangsa Israel yang sesuai perintah Tuhan kepada Musa, telah membubuhi ambang atas dan kedua tiangpintu rumah-rumah mereka dengan darah anak domba” sebagai skenario Tuhan untuk membuat bangsa Mesir itu “histeris” karena “musibah nasional” itu hanya menimpa sulung2 mereka saja sehingga mereka ketakutan dan bersegera melepaskan bangsa Israel secara utuh untuk pergi meninggalkan Mesir.

 

Seharusnya yang mana terjemahan yang benar ? Paskah atau Passover ?

Sama saja. Yang penting apakah pelaksanaannya itu sesuai dengan kebenaran firmanNya ! Tetapi belakangan ini anak-anak Tuhan baru menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mereka mulai merasa lebih Alkitabiah kalau mereka mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, padahal mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, waktu yang sama dari tahun ke tahun – dan belum kembali ke kebenaran firman seutuhnya !

 

Karena itu mari kita kembali ke….Alkitab dan kita temukan bagaimana sebenarnya kebenaranNya berbicara untuk kita!

 

  1. AWAL MULA PERAYAAN PASKAH DITETAPKAN

 

Kel.12:11-14, 23

12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.

12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

 

12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

 

Ketetapan untuk merayakan Paskah itu telah datang dari TUHAN SENDIRI dengan tujuan supaya bangsa Israel  memperingati perbuatan Tuhan yang dahsyat :

  1. Membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir yang telah mereka alami selama 430 tahun
  2. Menghukum Firaun dan bangsa Mesir yang menahan ijin bagi bangsa Israel untuk boleh pergi beribadah, mentaati perintah Tuhan kepada mereka (lewat Musa). 10 Tulah.
  3. Menjatuhkan hukuman kepada semua allah di Mesir, yang telah membuatNya cemburu dan sakit hati karena telah merebut “perhatian dan cinta” dari bangsa Israel, umat pilihanNya.

 

 

  1. APAKAH PERAYAAN PASKAH ATAU PASSOVER TETAP WAJIB DILAKUKAN OLEH BANGSA ISRAEL SAMPAI SEKARANG INI ?

 

Kita perhatikan ayat-ayat ini :

 

Kel.12:14Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

 

Kel.12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.

 

Kel.12:24-25

12:24 Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.

12:25 Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini.

 

Semua Firman yang tertulis di dalam Alkitab itu adalah perintah-perintahNya, bahkan Firman itulah Tuhan sendiri (Yoh.1:1). Jadi kalau SEKALI saja tertulis di dalam Alkitab, nilainya PENTING DAN SAKRAL. Nah bagaimana halnya kalau sebuah kalimat atau “frasa” itu diulang-nyatakan SAMPAI 3X BAHKAN dalam 1 pasal yang sama ? Nilainya AMAT – SANGAT – PENTING SEKALI ! Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. HaleluYah !

 

Kel.12:41-42

12:41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.

 

Ketetapan itu tidak pernah di amandemen karena tujuanNya jelas, perayaan Paskah itu harus diperingati turun-temurun supaya menjadi KESAKSIAN bagi generasi ke generasi bangsa Israel tentang bagaimana perbuatanNya yang dahsyat atas mereka sehingga dari generasi ke generasi,  rasa takut akan Tuhan akan terus berakar kuat di dalam hidup mereka, demi   kemuliaan Tuhan.

 

Lalu, pasca penyelamatan bangsa Israel itu, selama 1400an tahun Tuhan melihat bahwa SEKALIPUN BANGSA ISRAEL ITU SUDAH DIBAWA KELUAR DARI PERBUDAKAN MESIR, SUDAH MENGALAMI SENDIRI dan sudah mendengar kesaksian tentang dahsyat – spektakulernya perbuatan Tuhan membelah Laut Teberau untuk menyelamatkan mereka (yang tiap perayaan Paskah Perjanjian Lama, sejarah ini selalu diceritakan ulang, turun temurun), dan sudah diberi 10 Perintah Allah untuk dilaksanakan oleh mereka sebagai ketetapan dan peraturanNya, tetapi bangsa Israel tak kunjung mampu berhenti total dari berbuat dosa dan dosa paling menonjol yang terus menerus dilakukan oleh bangsa Israel sepanjang waktu itu adalah DOSA PENYEMBAHAN BERHALA, yang sangat menyakitkan hatiNya – sebagai hasil impartasi dari gaya hidup bangsa Mesir !

 

Kel.20:1-6

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

 

Dan ternyata dengan 10 Perintah Allah tersebut, BANGSA ISRAEL TIDAK JUGA MAMPU KEMBALI 100% MENYEMBAH TUHAN…..Pertobatan bangsa Israel tidak pernah bisa tuntas. Setelah sekian lama berusaha, selalu saja mereka jatuh kembali lagi menyembah berhala…. sehingga akibatnya Tuhan harus jatuhkan kutuk keturunan sampai  tuntas di jaman raja Zedekia. TUHAN BERDUKA CITA & BERDIAM DIRI SELAMA 400 TAHUN (dari kitab Maleakhi / PL sampai dengan Injil Matius/ PB) karena BANGSA ISRAEL (khususnya, dan manusia umumnya)  TELAH MENJADI BUDAK DOSA, diperbudak Iblis untuk MELAMPIASKAN DENDAM – KEBENCIANNYA KEPADA TUHAN : Bangsa Israel telah berhasil DIPERBUDAKNYA untuk TERUS melakukan dosa yang membuat Tuhan cemburu : menyembah Berhala ! Dan INI BAHAYA BESAR karena SEMUA MANUSIA PASTI TIDAK AKAN PERNAH LAYAK MASUK KANAAN SURGAWI, SURGA-Nya YANG KUDUS tetapi semua akan BINASA, menjadi milik Iblis selamanya (Upah dosa = maut, Rm.6:23). Tetapi kasih setiaNya yang begitu besar kepada “istri”Nya yang tidak setia itu…..bangsa Israel…..dukacita dan manifestasi   pengampunanNya membuahkansebuah RENCANA PENYELAMATAN AGUNG…

 

Yoh.3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Yesus dilahirkan ke dunia à mulai melayani di usia 30 dan selama 3,5 tahun menawarkan jalan keselamatan serta hubungan yang intim dengan BapaNya, tidak lagi sebagai pribadi TUHAN YANG KAKU (menakutkan) & JAUH TAK TERJANGKAU oleh manusia, seperti di jaman PL (Yoh.14:6) à Lalu Yesus mati disalibkan à dibangkitkan kembali pada hari yang ke tiga à kembali naik ke Surga pada hari ke 40 à dan 10 hari sesudahnya (Pentakosta), mengirimkan, mencurahkan RohNya yang kudus untuk menolong manusia – memampukan manusia menjadi pelaku firmanNya. DEMI supaya manusia dapat memenuhi persyaratan KELAYAKAN untuk dapat diangkat sebagai MempelaiNya yang KUDUS tak bercacat bagi Yesus : BERSIH DARI PERJINAHAN DENGAN BERHALA yang SELALU membuatNya cemburu !

 

Pasca Bapa, Tuhan kita berduka cita dan berdiam diri merenung selama 400 tahun itu, Bapa tidak pernah “bertobat” dari sikap cemburuNya kepada berhala sehingga Bapa bersedia bertoleransi dengan dosa berhala ! TETAPI bahkan Bapa MEMPERLUAS pengertian dosa penyembahan berhala dengan banyak hal lainnya !

 

Kol.3:5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala

 

  1. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

 

Tetapi IRONISNYA sepanjang waktu ini, pikiran kita anak-anak Tuhan telah diputer balik oleh Iblis (2Kor.11:2-3) menjadi seakan-akan, dalam PB itu Tuhan tidak lagi mengkonfrontasi dosa berhala karena dosa berhala di Perjanjian Baru hanyalah a.l. Kol.3:5 dan Ef.5:5 tersebut atau lebih diper”rohani” lagi sebagai “hobby kita, pekerjaan kita, pelayanan kita, suami – istri – anak – cucu kita dll.” PADAHAL JUSTRU pengertian berhala di jaman Perjanjian Lama DIPERLUAS di Perjanjian Baru, artinya, yang “original” penyembahan berhala di Perjanjian Lama TETAP DIPERSOALKAN !

 

2Kor.11:2-3

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

 

Kita dibutakan Iblis supaya kita tidak mengerti dengan sedalam-dalamnya, bahwa RENCANA PENYELAMATAN AGUNG oleh pengorbanan Yesus di kayu salib itu BUKAN HANYA SEKEDAR MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA OLEH IBLIS SAJA, MELAINKAN JAUH LEBIH BESAR DARIPADA ITU, yaitu   MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA PENYEMBAHAN BERHALA ! “Terlalu murah” kalau darah Yesus itu “hanya sekedar” untuk menebus dosa-dosa manusia saja. TETAPI OLEH DARAH YESUS KITA TERUTAMA DIBEBASKAN DARI DIPERBUDAK/ DIPERALAT IBLIS UNTUK   MEMBUAT TUHAN CEMBURU ! Jadi,TUJUAN OTENTIK PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB ITU ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KEMULIAAN BAPA S-E-U-T-U-H-N-Y-A, AGAR TIDAK TERCURI SEDIKITPUN OLEH BERHALA ! HaleluYah ! (Ref. Kel.12:42, untuk kemuliaan Tuhan).

 

Kita telah dibutakan Iblis supaya kita tetap dapat diperbudak, diperalatnya secara halus tanpa kita sadari ! Lalu mengapa kita, anak-anakNya sampai bisa dibutakan begitu ?

 

2Kor.4:1-7

4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

 

“Ilah zaman ini”, itulah penyebabnya – sehingga Iblis beroleh celah untuk “kembali” mengintervensi manusia !   Apa yang dimaksud dengan “ilah zaman ini” ? Dunia dengan segala keinginannya (1Yoh.2:15-17, Gal.5:24).

 

1Yoh.5:19-21

5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

 

Karena itu biarlah mata kita celik, SAAT INI JUGA, dalam nama Yesus !

 

 

  1. YESUS & PERAYAAN PASKAH

 

Luk.22:7-9, 15-16

22:7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.

22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”

22:9 Kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?”

 

22:15 Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.”

 

Dari Injil Lukas diatas dapat kita simpulkan bahwa Yesus dan murid-muridNya juga merayakan Paskah, sampai pada waktu yang telah ditetapkan Bapa, Yesus berkata bahwa Paskah kali itu, DIA-lah yang akan jadi Domba Paskahnya untuk disembelih ! bukan lagi dengan mengorbankan seekor domba.

 

Mat.26:1-2, 26-28

26:1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

26:2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.

 

26:26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

 

Pada Paskah Perjanjian Lama, darah anak domba yang orang Israel bubuhkan diambang atas dan di kedua tiang pintu rumah-rumah mereka telah membuat Tuhan melewatkan tulah kematian anak-anak sulung bangsa Mesir supaya TIDAK MENIMPA anak-anak sulung dari bangsa Israel, sehingga orang Mesir marah dan MENGUSIR orang Israel SEGERA PERGI meninggalkan Mesir, BEBAS dari perbudakan oleh mereka. Tetapi dalam Paskah Perjanjian Baru, Pencurahan darah Yesus di kayu Salib telah telah membuat umat manusia DIBEBASKAN DARI PERBUDAKAN DOSA OLEH IBLIS, (yang selama ini tanpa kita sadari ternyata) KHUSUSNYA DARI DOSA PENYEMBAHAN BERHALA, dosa pemberontakan yang sangat menyakiti hati Bapa !   (Kel.20:1-6). Penyaliban Yesus telahmenggenapi ketentuan hukum Taurat   tentang PENGAMPUNAN DOSA karena tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa (Ibr.9:22).

Luk.22:17-20

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

 

Jadi MALAM ITU, atas rencana dan kehendak Bapa(bdk. Mat.26:39), Yesus telah RESMI MENG – AMANDEMEN ketentuan tentang esensi Paskah Perjanjian Lama !Menjelang pengorbananNya di kayu salib, Yesus telah mendeklarasikan sebuah perayaan PASKAH PERJANJIAN BARU dimana roti tak beragi yang dipecah-pecahkan itu melambangkan tubuhNya yang disalibkan, dan cawan berupa anggur yang melambangkan darahNya yang tercurah untuk korban penghapus dosa-dosa manusia. Dalam Paskah Perjanjian Baru, Roti tak beragi itu tidak lagi melambangkan penderitaan bangsa Israel karena harus terburu-buru keluar dari Mesir (bdk. Ul.16:3).

 

BUKAN sembarang amandemen “kecil”, sebab : Telah terjadi ekskalasi di dalam manuver penyelamatanNya, dari Paskah Perjanjian Lama dimana Tuhan “HANYA” melakukan mujijat spektakuler membelah Laut Teberau demi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir (secara fisik) dan menuntun mereka menuju Tanah Terjanji, Kanaan, ke Paskah Perjanjian Baru, dimana Bapa telah melakukan “gebrakan kontroversial yang mengejutkan alam roh” yaitu dengan mengorbankan DiriNya Sendiri yang dalam rupa manusia Yesus, AnakNya yang tunggal itu (Yoh.1:1, 14, Aku dan Bapa adalah satu”Yoh.10:30), telah disalibkan demi untuk menyelamatkan umatNya dari perbudakan dosa oleh Iblis.

 

 

  1. LALU BAGAIMANA DENGAN MURID-MURIDNYA ?

 

1Kor.5:7-8

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

LAI menerjemahkan ayat 8 hanya dengan “marilah kita berpesta”, tetapi dalam King James Version dikatakan :

 

1Corr.5:7-8

5:7 Purge out therefore the old leaven, that ye may be a new lump, as ye are unleavened. For even Christ our passover is sacrificed for us:

5:8 Therefore let us keep the feast, not with old leaven, neither with the leaven of malice and wickedness; but with the unleavened bread of sincerity and truth.

 

Jelas tertulis himbauan Paulus untuk kita tetap merayakan Paskah/ Hari Raya Roti Tak Beragi, tetapi bukan lagi menurut aturan2 fisik/ kebendaan melainkan menurut aturan rohani yaitu dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

1Kor.11:23-26

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

 

Sebagian anak Tuhan menafsirkan perikop diatas sebagai ketentuan untuk Perjamuan Kudus, sehingga tidak perlu lagi merayakan Paskah di Perjanjian Baru. Tetapi kalau kita mau lebih kritis lagi, sebenarnya saat itu rasul Paulus JELAS-JELAS sedang me”refer” kepada apa yang Yesus lakukan saat makan Perjamuan Paskah bersama dengan murid-muridNya, hanya beberapa saat saja sebelum penderitaan dan penyalibanNya sebagai Domba Paskah. Dan seperti telah kita bahas diatas, itulah waktuNya Yesus SEDANG membuat sebuah amandemen mengenai ketetapan bahan “KESAKSIAN” yang harus di “share”kan kelak di dalam perayaan-perayaan Paskah Perjanjian Baru, yang BUKAN LAGI untuk memperingati bagaimana TUHAN melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir dulu, ketika Ia menulahi orang Mesir, dan Tuhan menyelamatkan rumah-rumah Orang Israel itu (Kel.12:26-27),TETAPI Paskah Perjanjian Baru itu, adalah Paskah untuk memperingati KematianNya ! Kematian yang membawa keselamatan dan pembebasan manusia dari perbudakan oleh Iblis sehingga manusia memiliki KEMAMPUAN untuk 100 % SETIA KEPADA TUHAN SAJA dan nama Bapa KEMBALI

dipermuliakan SEUTUHNYA

 

 

  1. BAGAIMANA ATURAN PERAYAAN PASKAH PERJANJIAN BARU ?

 

Didalam Paskah Perjanjian Lama telah ditetapkan Tuhan tentang keharusan :

  1. mempersembahkan korban sembelihan berupa kambing domba atau lembu sapi (Ul.16:1-2) lalu,
  2. makan roti tak beragi selama seminggu dan tidak boleh ada ragi di seluruh daerah orang Israel (Ul.16:3-4) dan
  3. kewajiban sunat (Kel.12:48)

 

Dalam Paskah Perjanjian Baru,

Ad.1.   Sudah digenapi SEKALI UNTUK SELAMANYA melalui korban penyaliban Yesus (1Kor.5:7b). Tetapi JANGAN LUPA kalau Tuhan Yesus memberikan kita KETENTUAN WAJIB ini :

Mat.5:23-26

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

 

Sebelum kita memasuki waktu perayaan, hendaknya kita benar2 koreksi diri, apakah kita benar2 sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita DAN minta ampun (pemberesan) dengan orang yang mungkin sakit hati kepada kita ?

 

Ini bukan sebuah perintah yang mudah dikerjakan oleh sebagian anak Tuhan yang punya kesombongan rohani, pembenaran diri yang kuat. Tetapi Tuhan Yesus SANGAT SERIUS ketika mengkotbahkan perintahNya tersebut – bahwa kalau sampai tidak dibereskan SEBELUM kita mempersembahkan korban, maka akibatnya bisa fatal. Secara rohani, penjara bicara tentang masalah (sakit penyakit, ekonomi dll.) dan hutang yang harus dibayar itu bicara tentang pemberesan.

 

Ad.2.   RAGI – yang dimaksud dengan ragi secara rohani adalah : KESOMBONGAN ROHANI & KEMUNAFIKAN

1Kor.5:7-8

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

Mat.16:5-12

16:5 Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.

16:6 Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

16:7 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.”

16:8 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

16:9 Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?

16:10 Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?

16:11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

16:12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

 

Luk.12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

 

Orang Farisi adalah orang yang sangat hafal hukum Taurat tetapi munafik karena tidak melakukan apa yang mereka ajarkan kepada orang lain (Mat.23). Lagipula mereka juga lebih meninggikan tradisi ketimbang Firman Tuhan.

 

Mrk.7:6-9

7:6 Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang- orang munafik! sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

 

Mat.5:17-20

5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

 

Jadi kalau 1Kor5:7 berkata, “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi” maka kita HARUS PASTIKAN BENAR-BENAR bahwa seminggu perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi itu menjadi waktu-waktu serius kita untuk koreksi diri supaya jangan sampai MASIH ADA KESOMBONGAN ROHANI, PEMBENARAN DIRI, KEMUNAFIKAN (OMong DOang), KEEGOISAN DAN MEMBERHALAKAN TRADISI/ ADAT ISTIADAT  dalam hidup kita, melainkan hidup kita ini HARUS dipenuhi dengan kemurnian dan kebenaran. Bahkan Rasul Paulus saja berkata :

 

Kis.24:16

Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

 

Ad.3   SUNAT

Rm.2:28-29

2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.

2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

 

Luk.6:45Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

 

Mat.5:8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

 

1Kor.11:27-34

11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

11:29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

11:32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

 

Hidup di masa Perjanjian Baru/ Hukum Kasih Karunia itu tidaklah lebih mudah dibanding jaman Hukum Taurat seperti ditafsirkan oleh sebagian besar anak-anak Tuhan.…….malahan jauh lebih berat….(baru menginginkan dengan mata saja, sudah dinilai berjinah….membenci saudara saja, sudah dinilai sebagai pembunuh…., penyembahan berhala tidak lagi berurusan dengan patung2 tetapi penilaiannya sangat meluas Kol.3:1-17) karena penilaian Tuhan tidak lagi “fisik” tetapi jauh ke dalam hati, secara roh (1Sam.16:7b). Yang lebih mudah itu HANYA ketentuan mengenai pengampunan dosa –nya, karena itulah yang DIGENAPI oleh pengorbanan Yesus di Salib !

 

Saya teringat tentang bedanya pemberian nilai/ penentuan nilai merah di Raport di jaman saya sekolah dulu dengan jaman anak saya sekolah – jaman saya sekolah dulu angka 60 di Raport itu angka “biru” atau “hitam” sedangkan dibawah itu “merah” dan kalau merahnya kebanyakan ya tidak naik kelas. Tetapi di jaman anak saya sekolah, ditentukan standard penilaian baru “SKKM” dimana untuk setiap bidang studi ditetapkan angka minimum yang berbeda-beda, tidak lagi seragam “60”. Misalnya untuk Matematika berlaku 63, Fisika 65, Bahasa Inggris 66. Jadi kalau nilai yang dicapai untuk Matematika hanya 60 ya berarti merah, begitu juga kalau untuk Fisika hanya 64 atau Bahasa Inggris 65. Apakah standard penilaian anak-anak sekarang lebih berat? IYA ! Tetapi dengan soal-soal ulangan yang dipermudah, tidak seperti waktu jaman saya sekolah dahulu. Nah kalau kita mau analogikan dengan Hukum Taurat di Perjanjian Lama vs Hukum Kasih Karunia di Perjanjian Baru maka, begitulah situasinya……JALAN PENGAMPUNAN DOSA DIPERMUDAH (1Yoh.1:9) TETAPI AKIBATNYA STANDARD KEKUDUSAN DINAIKKAN !!!

 

Jadi dapat kita simpulkan saja bahwa Selama Paskah – Hari Raya Roti Tak Beragi Perjanjian Baru, itulah hari-hari dimana kita :

 

  1. Sebagai Pribadi, kita HARUS melakukan perenungan – koreksi diri – menguji hati kita – sudah sesuaikah hidup kita sekarang dengan standard hidup murni dan benar yaitu firmanNya, demi KOMITMEN kita ke depan untuk membuat pengorbanan Yesus menyelamatkan hidup kita itu tidak sia-sia.  

 

Rm.6:17-23

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buahyang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

  1. Demikian pula secara perayaan korporat, ketika kita umat Perjanjian Baru merayakan Paskah bersama-sama (perkumpulan raya, Ul.16:1-8) maka itulah saatNya kita sedang memberitakan kepada dunia tentang MISI PENGORBANANNYA DI SALIB SEBAGAI DOMBA PASKAH YANG DISEMBELIH, yaitu demi untuk menebus dosa-dosa umat manusia sehingga pengampunan dosa dapat diberikan oleh Tuhan.   Moment itu juga menjadi TANTANGAN BAGI DUNIA untuk, JUGA, koreksi diri dan rendah hati bersedia menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi ! Jadi pada perayaan raya Paskah Perjanjian Baru, tidak hanya diperingati perbuatan Yesus yang mempermuliakan BapaNya, tapi sekaligus juga untuk “membawa jiwa-jiwa” untuk kemuliaanNya. HaleluYah, samasekali   tidak ada pergeseran tujuan dari Kel.12:41-42, sekalipun telah di “amandemen” !

 

 

  1. PENANGGALAN MANA YANG HARUS KITA IKUTI DALAM MERAYAKAN PASKAH ?

 

Tuhan telah menetapkan sendiri sistem penanggalanNya.

 

Kel.12:1-2

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

 

Itulah bulan Abib (menurut Kitab Taurat, Ul.16:1) atau bulan Nisan (bahasa Ibrani), yaitu bulan pertama menurut penanggalan keagamaan atau bulan ke-7 menurut penanggalan sipil dalam Kalender Yahudi. Perhatikan :

 

Kel.12:47-51

12:47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.

12:48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya.

12:49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.”

12:50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

12:51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

 

“Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu” – tetapi kita bukanlah orang asing (Ibr : “gare” = pendatang) terhadap orang Israel melainkan gentiles (Yun : eth’-nos = suka bangsa yang memiliki kesamaan DNA), karena ketika kita menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, maka kita diangkat menjadi Israel – Israel rohani yang di okulasikan (bukan di cangkok ! Baca : 5. PENGANGKATAN) kepada pohon Zaitun sejatiNya (Rm.2:28-29, Rm.11), jadi SEHARUSNYA kita JUGA menerima ketetapanNya soal perayaan Paskah ini, yaitu sesuai dengan penanggalan Yahudi tersebut (Kel.12:49).

 

Setelah itu Tuhan MENEGASKAN KEMBALI ketetapanNya itu dalam :

 

Im.23:1-8

23:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

23:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.

23:3 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.

23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.”

 

Sekali lagi, TUHAN TELAH MENETAPKAN SENDIRI waktu perayaanNya.

Di tahun Ayin Daleth 5774 ini, Passover jatuh tanggal 15 Nisan 5774 yaitu hari Selasa, 15 April 2014. Tetapi pelaksanaan perayaannya sudah akan dimulai saat matahari terbenam sehari sebelum tanggal dimaksud (tanggal 14-nya, Im.23:5, karena permulaan hari menurut penanggalan Yahudi itu dimulai saat matahari terbenam, tidak seperti penanggalan internasional yang dimulai saat tengah malam. Jadi kalau di Indonesia, Passover tahun ini jatuh di hari   Senin, 14 April jam 22.00 (perbedaan waktu kita 4 jam lebih dahulu).

 

DAN TERNYATA berdasarkan ketetapan Tuhan, PASKAH   yang ALKITABIAH ITU SATU PAKET PERAYAAN DENGAN UNLEAVEN BREAD, tidak berdiri sendiri….

 

 

  1. BAGAIMANA   FAKTA PERAYAAN PASKAH KITA SELAMA INI ?

 

Faktanya, PASKAH yang kita kenal dan diakui di dunia dan juga di Indonesia, selalu jatuh pada hari Minggu dan kita merayakan kebangkitanNya. BUKAN KEMATIANNYA. Sementara diatas telah kita buktikan bahwa Paskah yang Alkitabiah seperti yang diwajibkan oleh ketentuan Tuhan itu adalah Paskah KematianNya (1Kor.11:23-26).

 

Mengapa bisa jatuh hari Minggu dan juga berubah menjadi Paskah KebangkitanNya? Itu karena dihitung berdasarkan   hari yang ditetapkan sebagai   hari   Jumat Agung, Wafat Isa Al Masih, yang dihitung tidak berdasarkan penanggalan Yahudi, tetapi berdasarkan ketentuan Tahun Liturgi, yang disebut juga Tahun Kristiani, yang merupakan Kalender Kristiani/ siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari   besar   harus dirayakan serta bagian mana dari   Kitab Suci yang diasosiasikan dengan hari-hari raya tersebut (Sumber : Wikipedia/ Tahun Liturgi).

 

Tetapi telah kita buktikan pula diatas bahwa kita harus mengacu kepada ketetapan penanggalan dari Tuhan sendiri, yaitu penanggalan Yahudi.   Kita tidak boleh menentukan tanggal sendiri. Bahkan ketika bangsa Israel sudah waktuNya untuk merayakan Paskah kedua, tetapi ternyata ada orang2 yang pada waktu itu masih ada di dalam perjalanan dan tidak tahir karena pegang mayat, sehingga mereka tidak dapat ikut perayaan Paskah yang seharusnya, tetapi mereka “ngotot” kepingin merayakan juga, Musa tidak berani menjawab permintaan mereka melainkan bertanya dulu kepada Tuhan…..

 

Bil.9:1-14

9:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

9:2 “Orang Israel harus merayakan Paskah pada waktunya;

9:3 pada hari yang keempat belas bulan ini, pada waktu senja, haruslah kamu merayakannya pada waktu yang ditetapkan, menurut segala ketetapan dan peraturannya haruslah kamu merayakannya.”

9:4 Lalu Musa menyuruh orang Israel merayakan Paskah.

9:5 Maka mereka merayakan Paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu senja, di padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel.

9:6 Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh karena mayat, sehingga tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Mereka datang menghadap Musa dan Harun pada hari itu juga,

9:7 lalu berkata kepadanya: “Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?”

9:8 Lalu jawab Musa kepada mereka: “Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu.”

9:9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

9:10 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN.

9:11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya.

9:12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulang pun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

9:14 Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan Paskah bagi TUHAN, maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan Paskah. Satu ketetapan harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli.”

 

Apa yang dapat kita simpulkan dari perikop diatas ?

KEPINGIN SEKALI MERAYAKAN SAJA, TIDAK BOLEH SEMBARANGAN MERAYAKAN SEMAUNYA SENDIRI. Kita baca diatas bahwa Tuhan mengabulkan kerinduan mereka dengan memberi dispensasi ikut Perayaan Paskah ke 2, sebulan kemudian. TETAPI kembali ditegaskan oleh Tuhan :

 

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

 

Ketentuan dispensasi HANYA BERLAKU UNTUK orang-orang yang memenuhi persyaratanNya.

 

Jadi, bolehkah kita menetapkan SENDIRI tanggal perayaan Paskah LAIN, diluar penanggalan resmi Israel   ketika BAHKAN kita juga tidak memenuhi   syarat sebagai “orang yang najis, dan sedang dalam perjalanan” sehingga kita boleh merayakan Paskah ke 2 saja, mundur sebulan yad ? APALAGI kalau kita merayakan Paskah yang salah, Paskah Kebangkitan…..

 

Perhatikan TUHAN MENEGASKAN KEMBALI,

“Satu ketetapan (DISPENSASI tersebut) harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli”. Jadi kalau sudah begitu JELAS dan TEGASNYA ketentuan Tuhan untuk merayakan Paskah SESUAI WAKTU YANG TELAH TUHAN TETAPKAN, masakan kita masih berani mau menentukan tanggal sendiri, bukan ?! Memang betul kita berada di jaman Kasih Karunia dan bukan di bawah Hukum Taurat lagi, tetapi sejauh mana dan se”berani” apa kita mengharap “pengertian” Tuhan? Bukankah Yesus dan murid-muridNya saja TETAP TAAT memelihara ketetapan Tuhan tersebut ?!

 

Nah seperti sudah saya katakan di awal tulisan ini, selama ini anak-anak Tuhan menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mulai mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, tetapi mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, pada tanggal yang sama, dan peringatan yang salah, Paskah Kebangkitan, dari tahun ke tahun – dan tidak kembali ke kebenaran firman yang seutuhnya !

 

Nah penyingkapan yang Bapa berikan kepada saya ini juga telah menjadi tantangan bagi diri saya sendiri secara pribadi, ya…..sejauh mana kita berani keluar dari tradisi gereja kita dan mulai melakukan kebenaran yang sejati ? Mungkin sulit untuk mengubah sebuah “Gereja”, tetapi kita dapat memulainya dengan diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dahulu….pribadi lepas pribadi….

 

 

  1. EASTER

 

Biasanya SMS dan BBM/ WA akan segera ramai dengan salam HAPPY EASTER begitu hari Minggu Paskah tiba. Tentu saja, itu terjadi di hari Paskah Kebangkitan. Banyak anak-anak Tuhan yang kurang mengerti “kejeblos” dengan ikut-ikutan mengucapkan HAPPY EASTER, padahal perayaan EASTER itu berasal dari perayaan penyembahan kepada dewi ASTARTE, ratu sorga menurut kepercayaan berhala bangsa Babel (Babylonian / Chaldean). Ilah atau allah yang membuat Tuhan sakit hati dan murka ini kita temukan namanya tercatat didalam kitab Yer.7:16-20 dan Yer.44:16-30. Kalau menurut bahasa Ibrani, dewa ini disebut sebagai ASYTORET (dewi kejijikan orang Sidon), yang dapat kita temukan namanya tertulis dalam kitab 1Raj.11:5,33 dan 2Raj.23:13 Dewi inilah sesembahan para istri Salomo yang membuatnya menyimpang dari Tuhan sehingga membuat Tuhan murka sekali pada Salomo   dan menjatuhkan hukumannya pada masa pemerintahan anaknya, Rehabeam (1Raj.11:1-11, 29-37), yaitu kerajaan Israel dipecah Tuhan menjadi 2 kerajaan, Kerajaan Utara/ Samaria (Yerobeam) dan Kerajaan Selatan/ Yehuda (Rehabeam) – 1Raj.11:26-43.

 

Dalam konteks yang lebih modern, Bangsa Anglo – Saxon (Inggris) menyebut nama dewi ini OESTRE, yaitu dewi musim semi – kesuburan dan kehidupan baru. ”Oestre” kadang2 dièja sebagai ”Estre” atau juga ”Eastre” hingga akhirnya menjadi ”Easter” ! Mari kita baca peringatan Musa kepada bangsa Israel :

Kel.23:13Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.

Nah jadi anak-anak Tuhan yang tidak menyadari kebenaran ini dan ikut-ikutan berkirim SMS atau BBM/ WA mengucapkan ”HAPPY EASTER” itu berarti sudah berbuat kekejian dihadapan Tuhan ! Karena mereka menyebut nama dewi Asytoret ’kan ! Kenapa mereka bisa berlaku begitu ? Sebab niat mereka sebenarnya ”hanya” kerèn- kerènan, gagah-gagahan pakai bahasa Inggris, tanpa tahu arti yang sebenarnya ! Yang lebih parah, para Usher di muka pintu Gereja juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” dengan senyum kudusnya ! L Maksud hati mereka tentu saja rohani sekali, mengucapkan ”Selamat Paskah” kepada jemaat, tapi supaya lebih kerèn mereka pakai bahasa Inggris ”HAPPY EASTER” sehingga kejeblos lah mereka dan Iblis kembali diuntungkan : impartasi ”HAPPY EASTER” kepada jemaat ! Jemaat yang kurang mengerti berpikir ”Ah ya hari ini ’HAPPY EASTER’ ya.” Lalu sepulang dari gereja itu sibuklah mereka juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” kepada teman & handai taulan mereka lewat SMS/ BBM/ WA !   Aduh, Firman Tuhan berkata, kita menyebut nama-nya ilah itu saja juga tidak boleh lho !!!

 

Simbol dari Paskah EASTER yang tidak Alkitabiah ini adalah : kelinci, telur dan domba ”Paskah” !!! Sejak jaman kuno, orang-orang kafir menyembah kelinci-kelinci sebagai dewa-dewa seks dan kesuburan karena gairah seksual dan reproduksi (beranak) mereka yang pesat dan dalam tradisi-tradisi kafir di Mesir dan Persia, dewa-dewa kelinci itu dihormati dan disembah secara khusus di musim semi. Karena kebangkitan Yesus terjadi di musim semi, maka tradisi berhala mempunyai kesempatan buat ”ndomplèng” memasuki kekristenan !

Demikian pula,   selama berabad-abad, telur telah menjadi simbol-simbol kesuburan dan kehidupan yang baru. Dalam masyarakat kafir di Mesir & Mesopotamia, telur-telur yang dihias dengan cantik, dipersembahkan sebagai hadiah-hadiah dan jimat-jimat untuk membawa kesuburan, khususnya kepada wanita-wanita yang sedang hamil. Kalau menurut versi tradisi kafir Anglo – Saxon, dulunya ada seekor burung yang besar yang ingin menjadi seekor kelinci. OESTRE, dewi musim semi, kesuburan dan kehidupan baru, dengan penuh kemurahan mengubah burung tersebut menjadi seekor kelinci, sehingga dia menjadi lebih produktif (banyak anaknya).   Sebagai ungkapan terimakasihnya kepada dewi Oestre, maka kelinci baru itu (yang masih ingat bahwa dulunya dia burung dan menelurkan telur burung) muncul di musim semi selama perayaan Oestre dan mempersembahkan telur-telur yang indah untuk dewi tersebut. Ternyata begitu ya ceritanya ada coklat-coklat berbentuk kelinci dengan sekeranjang telur-telur kalau hari Paskah dunia tiba ! Selama abad pertengahan, juga merupakan suatu tradisi untuk memberikan telur-telur bagi para pembantu. Raja Edward I dari Inggris menyiapkan 450 telur rebus sebelum (“Paskah”) Easter lalu mencelup atau menyelubunginya dengan daun emas. Kemudian dia akan memberikannya kepada anggota rumahtangga kerajaan pada waktu hari (“Paskah”) Easter. Telur merupakan symbol berhala kuno untuk kelahiran kembali dan dilaksanakan pada saat   “lamanya siang dan malam hari itu sama panjangnya” di musim semi (equinox), sebagai permulaan tahun baru berhala.

Gawatnya, gereja-gereja Tuhan masih banyak yang belum mengerti tentang latar belakang berhala ini dan masih membagikan coklat-coklat berbentuk telur / kelinci dan mengadakan lomba menghias telur kalau perayaan Paskah di Sekolah Minggu mereka !!!

Pada abad pertengahan muncul simbol ”paskah” (EASTER) yang lainnya, yaitu seekor domba yang memegang sebuah bendera putih dengan sebuah salib merah ditengahnya, yang katanya, melambangkan kebangkitan Kristus. Kelihatannya rohani ya, tapi sebetulnya samsekali tidak Alkitabiah karena Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk memperingati kebangkitanNya ! Tuhan hanya memerintahkan kita untuk memperingati kematianNya (Yoh.1:29, Mat. 26:26-28).

Kembali lagi, anak-anak Tuhan telah mengada-adakan perayaan ”kudus” YANG TIDAK DIPERINTAHKAN oleh Tuhan sendiri (ingat kembali dosa Israel dengan tragedi anak lembu emas, dan dosa Yerobeam, ”double lembu emas“). Jadi, bagaimanapun kudusnya niat hati pencipta gambar domba itu, simbol domba itu tetaplah TIDAK ALKITABIAH ! Mentaati Firman yang sudah   ada saja masih susah dan bergumul. Lah kok ya mau bikin peraturan sendiri !

Jadi ternyata memang ada kerancuan (ke”korslet”an) yang luar biasa parah didalam perayaan Paskah kita selama ini !

Ul.12:29-32

12:29 “Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,

12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

 

(Catatan : Alkitab kita / LAI telah menterjemahkan bagian kalimat yang digaris-bawahi itu dari “You shall not worship the Lord your God in that way” yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan sebagai “Kamu tidak boleh menyembah Tuhan dengan cara seperti mereka itu” sehingga artinya jadi lebih TEGAS sebagai larangan, dan tidak hanya “bernilai sebagai himbauan” saja seperti halnya dengan terjemahan LAI).

2Kor.7:1Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

 

 

 

Jesus Bless You !

deborahtheshofar.wordpress.com

 

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in Indonesian version

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: