RSS

2. Pesan Tuhan Untuk Tahun 2010

28 Feb

Desember  2009.  Sepanjang  bulan  itu  saya  sedang  menanti-nantikan  jawaban  Tuhan  atas  pertanyaan  saya  tentang  apakah  pesanNya  untuk  kita  semua  memasuki  tahun  2010  yad.,  yang  harus  saya  sampaikan  (paling  tidak)  kepada  komunitas  anak-anak  Tuhan  yang  dipercayakan  kepada  saya.  Sampai  tiba-tiba,  jawabanNya  datang  ketika  saya  sedang  berada  ditengah  situasi  sebuah  KKR  di penghujung  bulan  Desember  2009  yang  lalu  saat  roh  saya  begitu  tertekan  berat,  akibat  “atmosfir”  serta  acara  pendukung  yang  mereka  tampilkan  itu  sarat  dengan  roh  Babel  tanpa  mereka  sadari.  Dan  dalam  keadaan  berat  itulah  saya  “online”  dengan  Tuhan,  saya  bertanya  apakah  Tuhan  bisa  “enjoy”  dengan  segala  persembahan  mereka  yang  “dimeriahkan”  dengan  segala  kekejian  sisa-sisa  penyembahan  berhala  itu,  sementara  Iblis  juga  jelas-jelas  “bersukacita” menikmati  “bagiannya”  plus  berhasil  membuat  Tuhan  kesal.  Dan tiba-tiba  Tuhan  berkata,  “Gandum  dan  Lalang  Aku  biarkan  tumbuh  bersama  dulu  sampai  tiba  waktuNya  mereka  akan  dituai !”. Jawaban  Tuhan  itu  sungguh  amat  membuat  saya  tersentak  kaget  karena  di  hari-hari  itu  juga  saya  memang  sedang  menggali  kebenaranNya  tentang  kapan  saat  PengangkatanNya  akan  tiba,  dan  kata  “dituai”  itu  mengingatkan  saya  tentang :

Why.14:14-20

14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.”

14:16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.

14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.

14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.”

14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Tuhan.

14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Saat  saya  “online”  dengan  Tuhan  itu,  saya  tidak  sedang  menghakimi  orang  lain  ataupun  gerejaNya !  Yang  dimaksud  dengan  “menghakimi”  itu  adalah  menuding  atau  menuduh  orang  lain  melakukan  sesuatu  hal  tanpa  adanya  dasar  pembanding  yang  jelas,  tetapi  hanya  menurut  persepsi  pribadi  dari  orang  yang  menghakimi  itu  saja !  Tetapi  saat  itu  saya  jelas-jelas  sedang  membandingkan  situasinya  dengan  kebenaran  Firman  Tuhan,  bahwa  dibalik  segala  perayaan-perayaan  gerejawi  kita  itu  ternyata  banyak  dilatar-belakangi  oleh  sisa-sisa  penyembahan  berhala  yang  sekarang  “sudah  dikemas”  lebih  modern  dibandingkan  dengan  jaman  Perjanjian  Lama,  sehingga  anak-anak  Tuhan  tidak  sadar  akan  tipu  daya  setan  (roh  Babel)  dan  menganggapnya  hanya  sebagai  “Itu  kan  mitosNya  dulu  saja,  sekarang sih ‘kan  kita  berurusan  dengan  Tuhan  Yesus,  tidak  dengan  mitosnya  lagi”. Ikuti  terus  Blog  ini  karena  akan  saya  jelaskan  kebenaranNya  dalam  tulisan-tulisan  saya  yang  selanjutnya.

Jadi  berdasarkan  Why.14:14-20  diatas,  ternyata  pesan  Tuhan  kepada  saya  tentang  waktu  penuaianNya  bagi  gandum  dan  lalang  itu  berbicara  mengenai  AKHIR  JAMAN –  waktu  penuaianNya  untuk  GANDUM adalah  pada  saat  PENGANGKATAN,  dan  Tuhan  Yesus  sendirilah  yang  akan  menuai  (menjemput  mempelaiNya  di awan-awan),  sedangkan  bagi  para  LALANG,  mereka  akan  dituai  oleh  Malaikat  dan  dibinasakan  dalam  PERANG  HARMAGEDON,  saat  Tuhan  Yesus  datang  kembali  ke dunia  untuk  yang  kedua  kalinya  bersama  dengan  orang-orang  kudusNya  untuk  menghancurkan  Antikris  (SECOND  COMING).

Apakah  yang  Tuhan  maksudkan  dengan  Gandum  dan  Lalang  itu ?  Mari  kita  lihat  perumpamaanNya  dalam :

Mat.13:24-30,  36-43

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Jadi  pesan  Tuhan  untuk  tahun  2010  itu,  ternyata  berasal  dari  Mat.13:30 : Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Tentang  waktu  penuaianNya  itu  sudah  kita  bahas  diatas,  tetapi  sekarang,  siapakah  yang  Tuhan  maksudkan  dengan  Gandum  dan  Lalang  didalam  KerajaanNya  itu,  tokh  kita  tidak  pernah  melihat   anak-anak si jahat ada  diantara  saudara-saudara  seiman  kita  didalam  GerejaNya,  bukan?  Dan  Tuhan  menjelaskan  kepada  saya  bahwa :

GANDUM adalah  anak-anak  Tuhan  yang  tujuan  hidupnya  adalah  100%  Takut  Akan  Tuhan,  artinya  mereka  itu  BENAR-BENAR  SADAR bahwa  keselamatan   hidupnya  itu  memang  benar-benar  ANUGERAHNYA,  sehingga  mereka  itu  BERJUANG  MAKSIMAL untuk  membalas  kasih  Tuhan  disepanjang  sisa  hidup  mereka  dengan  sungguh-sungguh  berusaha  mencari  kehendakNya  demi  menyenangkan  hatiNya,  yaitu  dengan  benar-benar  menjadi  pelaku  Firman  Tuhan,  bahkan  mereka  itu  akan  BERJUANG  MEMBELA  NAMA  TUHANNYA dihadapan  Iblis  dan  dihadapan anak-anak si jahat (para  Lalang  itu) !

Gal.2:19-20

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Tuhan. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Bapa yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Rm.14:8

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.

Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Ayat-ayat  diatas  menyatakan  sebuah  komitmen  total  seorang  Gandum  kepada  Yesus.  Tetapi  banyak  anak  Tuhan  yang  berkata  bahwa  kita  tidak  perlu  membela  Tuhan  Yesus  sebab  Tuhan  Yesus  dapat  membela  diriNya  sendiri.  Oh  ya?  Bagaimana  dengan  ayat  ini ?

Bil.25:11-13

25:11 “Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku.

25:12 Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku

25:13 untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Tuhannya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel.”

Tiga  ayat  diatas  adalah  cuplikan  dari  kitab  Bilangan  pasal  25  yang  mencatat  jatuhnya  bangsa  Israel  untuk  yang  kedua  kalinya  terhadap  dosa  penyembahan  berhala  (Baal  Peor)  setelah  Tragedi  Anak  Lembu  Emas-nya  Imam  Harun  itu,  sehingga  Tuhan  sangat  murka  dan  memerintahkan  Musa  untuk   menggantung  para  petinggi  yang  mengepalai  bangsa  Israel  yang  berjinah  dengan  menikahi  perempuan-perempuan  Moab  dan  Midian  sehingga  mereka  jadi  ikut  menyembah  Baal  Peor  lalu  Musa  juga  memerintahkan  hakim-hakimnya  untuk  membunuh  setiap  jemaah  yang  berjinah  dengan  Baal  Peor  itu.  Sedangkan  Pinehas,  cucu  Imam  Harun  (bukan  Pinehas  anak  Imam  Eli)  memergoki  Zimri bin Salu,  pemimpin salah satu puak orang Simeon  yang  datang  membawa  seorang  perempuan   Midian  dan  Pinehas  langsung  mengejar  dan  menewaskan  mereka  berdua  dengan  tombak  sehingga  tulah  akibat  murka  Tuhan  itu  berhenti  menimpa  bangsa  Israel,  setelah  menewaskan  24  ribu  orang  Isarel !  Jumlah  “korban”  yang  sangat  besar,  berhenti  karena  perbuatan  seorang  Pinehas  yang  begitu  gigih  membela  kekudusan  nama  Tuhannya !  Pinehas  adalah  contoh  seorang  Gandum !

Didalam  Perjanjian  Baru,  Yesus  memberikan  Mat.5:16  sebagai  pegangan  dasar  bagi  kita  agar  dapat  selalu  hidup  mempermuliakanNya :

Mat.5:16

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Sebuah  contoh  yang  sederhana  bisa  kita  ambil  dari  kehidupan  sepasang  suami-istri.  Si  Suami  adalah  seorang  yang  terpandang  kedudukannya  di masyarakat  sementara  istrinya  adalah  seorang  wanita  yang  sangat  rendah  hati  dan  sederhana,  begitu  pula  cara  berpakaiannya  sehari-hari.  Tetapi  saat  dia  harus  mendampingi  suaminya  didalam  kegiatan  kemasyarakatan,  misalnya  di dalam  pertemuan-pertemuan  “gathering” maka  istrinya  ini  dapat  tampil  berdandan  dan  mempesona  begitu  banyak  orang  yang  hadir  dari  kalangan  pekerjaan  suaminya  itu,  tanpa  mereka  mengenal  siapa  sebenarnya  istrinya  itu  sebab  dia  tidak  pernah  terlibat  didalam  kegiatan  kerja  harian  suaminya  secara  umum.  Pertanyaannya  adalah,  untuk  apa  dia  berdandan  sedemikian  rupa  itu  sebenarnya ?  Senang  dipuji-puji  oleh  semua  orang ?  Tidak,  sebab  tidak  seorangpun  mengenal  dia !  Tetapi  dia  berdandan  demi  untuk  menjaga  kehormatan  nama  suaminya  didepan  umum  supaya  suaminya  itu  tidak  malu  beristrikan  dia  yang  begitu  sederhana,  melainkan  bangga  terhadapnya ! Dalam  situasi  itu,  Istri  yang  baik  ini  melepaskan  segala  preferensi  pribadinya untuk  berbusana  sederhana  seperti  kesehariannya  selama  itu,  dia  melepaskan  keinginan  hatinya  sendiri demi  kepentingan  suami  yang  dikasihi  dan  dihormatiNya !

Nah  begitulah  seharusnya  yang  kita  lakukan  sebagai  Gandum  dalam  penerapan  Mat.5:16.  Yesuslah  Mempelai  Pria  kita,  suami  kita !  Kita  harus  melepaskan  segala  preferensi,  keinginan  hati  kita  sendiri,  kedagingan  kita  demi  supaya  apapun  yang  kita  kerjakan  selama  hidup  kita  ini  dapat  membuatNya  bangga,  karena  apapun  yang  kita  kerjakan  itu  meninggikan,  mempermuliakan  namaNya  dan  tidak  sedikitpun  kita  GR  lalu  mencuri  kemuliaanNya,  melainkan  kita  selalu  berkata  Rm.11:36 :

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

LALANG adalah  anak-anak  Tuhan  juga  dan  penampilannya  tidak  ada  bedanya  dengan  Gandum.  Lihat  gambar.  Mirip  sekali  dengan  Gandum,  bukan ?  Ciri-ciri  Lalang  memang  tidak  dijelaskan  tegas  dalam  Alkitab  kecuali  sebagai  anak-anak si jahat tetapi  kita  dapat  menemukan  analoginya  melalui :

Yud.1:3-5

1:3. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.

Ayat 4  menjelaskan  kepada  kita  bahwa  didalam  GerejaNya  ada  penyusup-penyusup,  yaitu orang-orang  yang  telah  lama  ditentukan  untuk  dihukum.  Siapa  halnya  “orang-orang  yang  telah  lama  ditentukan  untuk  dihukum”  itu ?  Itulah  anak-anak si jahat tentu  saja !  Dan  dikatakan  pula  bahwa  mereka  itulah  yang  disebut  sebagai  orang-orang yang fasik ! Jadi  Lalang =  anak-anak si jahat =orang-orang yang fasik.

Jadi  bagaimana  ciri-ciri  orang  fasik  itu  sebenarnya ?  Alkitab  Perjanjian  Lama  banyak  sekali  menyebut  kata  “fasik”  dan  kita  dapat  menyimpulkan  begitu  banyak  ciri  daripadanya.  Tetapi  dasar  ciri-cirinya  dapat  kita  ambil  dari  Yud.1:4b  yaitu,

Orang-orang fasik  itu  adalah  orang  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Ciri  yang  pertama  sudah  sangat  jelas  buat  kita,  dan  contoh  yang  sangat  jelas  menyatakan  kefasikan  mereka  adalah  pernyataan-pernyataan  yang  biasa  mereka  katakan  seperti :

ü      “Sudahlah,  jadi  anak  Tuhan  jangan  terlalu  fanatik,  bagaimana  nanti  kita  bisa  memenangkan  jiwa  orang  ‘kan?”

ü      “Kita  tidak  perlu  lagi  taat  hukum  Taurat !  Kita  ‘kan  sekarang  ada  dijaman  kasih  karunia – semua  dasarnya  KASIH,  jadi  jangan  terlalu  Taurat ‘lah !”

ü      “Jangan  mau  lagi  kita  dipasangin  kuk  perhambaan,  ini  dosa – itu  dosa,  Tuhan  itu  Maha  Tahu,  Maha  Kasih,  Penyayang  dan  Pengampun  ‘kan !”  dll.

3  contoh  pernyataan  diatas  itu  sudah  biasa  kita  dengar  bukan ?!  Itulah  pernyataan-pernyataan  dari  orang  fasik !  Sekarang,  bagaimana  halnya  dengan  ciri  yang  kedua ?  Rasa-rasanya  sih kita  tidak  pernah  menemukan  di gereja  kita  ada  jemaat  atau  saudara  seiman  yang  menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” ,  betul  tidak?  Semuanya  juga  meng “claim”  bahwa  dirinya  melakukan  segala  sesuatu  dengan  ketulusan  hati  mereka  bagi  Tuhan  Yesus.  Tapi  Firman  Tuhan  jelas  berkata  begitu !  Berarti  sebenarnya  memang  ADA anak  Tuhan  yang  menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” itu, bukan ?!  Dan  Tuhan  menjelaskan  kepada  saya  bahwa  yang  Dia  maksudkan  dengan  anak  Tuhan  yang  seperti  itu  adalah  anak  Tuhan  yang  seperti  dikatakan  dalam  Yer.17:5 :

Beginilah firman TUHAN:

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN ! …”

Anak  Tuhan  yang   yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN itu  sih banyak  sekali  ditemukan  di dalam  gerejaNya !

  • Berapa  banyak  anak-anak  Tuhan  yang  didalam  kesulitan  keuangannya,  lebih  memilih  untuk  pergi  me”nodong”  bantuan  dan  belas  kasihan  dari  saudara  seimannya  (termasuk  minta  diakonia  dari  gereja,  termasuk  menghimbau  persembahan  kasih  jemaat  bagi  misalnya  pembangunan  gedung  baru ?!)  ketimbang  berdoa  dan  berharap  sepenuhnya  hanya  pada  pertolongan  Tuhan  saja  pada  waktuNya ?   Itulah  yang  dimaksud  dengan  mengandalkan manusia.
  • Berapa  banyak  anak-anak  Tuhan  yang  mengandalkan  uangnya,  kekayaannya,  dan  jabatannya  untuk  mendapatkan  apa  saja  yang  dia  inginkan  (pelayanan,  jabatan  dalam  gereja  dll),  ketimbang  menunggu  waktuNya  Tuhan  sendiri  untuk  menggenapi  keinginannya  itu  sejalan  dengan  pertumbuhan  rohaninya ?  Itulah  yang  dimaksud  dengan  mengandalkan kekuatannya sendiri.
  • Berapa  banyaknya  anak-anak  Tuhan  yang  tidak  pernah  bertanya  dulu  kepada  Tuhan  sebelum  mereka  memutuskan  untuk  melakukan  ini – itu,  apakah  Tuhan  berkenan  atau  tidak,  melainkan  menjadi  “preman  rohani”  supaya  Tuhan  merestui  saja  apa  yang  sudah  mereka  putuskan  itu ?  Lebih  ekstrim  lagi,  saat  mereka  dalam  keadaan  terdesak,  yang  mereka  cari  itu  bukannya  Tuhan  melainkan  “paranormal”  ataupun  “gunung  kawi”.  Itulah  yang  dimaksud  dengan  hatinya menjauh dari pada TUHAN.

Jadi,  dari  Yud.1:4b  dan  Yer.17:5  kita  menemukan  ciri-ciri  orang  fasik  sebagai  Anak-anak  Tuhan  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka  (kedagingan, cinta  dosa)
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus karena   kebiasaannya  untuk  mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari pada TUHAN

Lalu  kalau  kita  ambil  sebuah  nas  dari  Mzm.10:3-11  maka  kita  akan  menemukan  lebih  banyak  lagi  ciri-ciri  orang  fasik  :

Mzm.10:3-11

10:3 Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.

10:4 Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Tuhan tidak akan menuntut! Tidak ada Tuhan!”, itulah seluruh pikirannya.

10:5 Tindakan-tindakannya selalu berhasil; hukum-hukum-Mu tinggi sekali, jauh dari dia; ia menganggap remeh semua lawannya.

10:6 Ia berkata dalam hatinya: “Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.”

10:7 Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.

10:8 Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;

10:9 ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya.

10:10 Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.

10:11 Ia berkata dalam hatinya: “Tuhan melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya.”

Jadi  LALANG  atau  orang  fasik  itu  adalah  anak-anak  Tuhan  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka  (kedagingan, cinta  dosa)
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus karena   mereka  lebih suka  untuk  mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari pada TUHAN
  3. sombong  rohani (ayat 3a)
  4. suka  menyepelekan bahkan melecehkan Tuhan (ayat 3b) – lihat point 2
  5. tidak  punya  roh  Takut  Akan  Tuhan,  bahkan  dia  tidak  merasa  perlu  Tuhan dalam hidupnya (ayat 4)
  6. sangat  bangga akan  keberhasilan  hidupnya sehingga  dia  tidak  membutuhkan  Tuhan  dan  dia  juga  menyepelekan  musuh-musuhnya – ayat 5
  7. dia  merasa  dirinya  tidak  akan  pernah  tergoncangkan  oleh  masalah  apapun,  begitu  juga  dengan  keturunannya (ayat 6a)
  8. dia  tidak  percaya  akan  adanya  kutuk  keturunan  dimasa  Perjanjian  Baru– ayat 6b. Baca  tulisan2  saya  selanjutnya  dalam  Blog  “The  Shofar”  ini,  topik  itu  akan  dibahas  dalam  serial  Akhir  Jaman.
  9. mulutnya  sangat  mudah  mengutuki  orang  lain,  tidak  punya  penguasaan  diri (ayat 7)
  10. sangat  keji  karena  hatinya  penuh  dengan  rancangan-rancangan  jahat,  bahkan  dia  bisa  membunuh  (secara  rohani)  lawan-lawannya secara  terselubung  dari  “balik  layar” (ayat 8), misalnya  memberhentikan  (membunuh)  pelayanan  seseorang  yang  tidak  disukainya  dengan  cara  menguasai  Gembala  melalui  dana  persembahannya.
  11. punya  banyak  rencana  jahat  dihatinya  untuk  menguasai  dan  memanfaatkan  orang-orang  yang  miskin/  tertindas  demi  keuntungan  pribadinya,  baik  dalam  urusan  bisnis  maupun  rohani (ayat 9-10)
  12. dia  berpikir  bahwa  Tuhan  tidak  akan  mempedulikan  apa  yang  dia  lakukan  itu (ayat 11).

Itulah  keduabelas  ciri-ciri  LALANG.  Bertolak belakang  sekali  dengan  ciri-ciri  Gandum.  Hidup  Gandum  sangat  terarah  kepada  kekekalan  tetapi  hidup  Lalang  terarah  kepada  kedagingan ! Tapi  herannya,  penampilan  Gandum  dan  Lalang  itu  mirip  sekali !

Yang  jelas  membedakan  mereka  hanyalah  BULIR-BULIR  BUAH  Gandum,  yang  tidak  dimiliki  oleh  Lalang.  Selanjutnya,  kita  kembali  dulu  ke  Injil  Matius,  sebab  ada  2  ayat  yang  menarik  untuk  kita  bahas  sbb. :

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Saya  pikir,  kalau  saya  yang  jadi  pemilik  ladang  itu  sih,  mending  saya  cabut  saja  dari  awalnya  lalang-lalang  itu  mulai  tumbuh  supaya  tidak  bisa  ikut  mengambil  sari  makanan  dari  dalam  tanah,  yang  lebih  baik  dimanfaatkan  secara  maksimal  oleh  Gandum-gandum  muda  supaya  dapat  bertumbuh  lebih  subur  dan  berbuah  lebih  lebat.  Pikiran  saya  itu  ternyata  sama  dengan  pikiran  para  muridNya.  Mengapa  Yesus  punya  pemikiran  yang  lain  daripada  kita ?   Dan  Tuhan  berikan  jawabanNya…..

Bahwa  saat  tanaman  Gandum  itu  masih  muda  (belum  berbuah)  bentuknya  persis  sama  dengan  tanaman  Lalang  muda.  Dan  itu  bicara  tentang  masa-masa  awal  pertobatan  anak-anak  Tuhan. Semuanya  cinta  mula-mula,  semuanya  “on  fire”  dengan  Yesus : belum  kelihatan  adanya  benih  Lalang  yang  ditaburkan  oleh  Iblis  dan  bertumbuh  didalam  pikiran,  perasaan  dan  kehendaknya  (= JIWANYA) – jadi  bagaimana  mau  “dicabut”  Lalangnya ?!  bahkan  kita  tidak  dapat  membedakan  yang  mana  Gandum  dan  yang  mana  Lalang !  Tetapi  kelak,  setelah  waktu  berjalan  beberapa  lamanya,  sementara  mereka,  para  Gandum  dan  Lalang  itu  menyerap  “sari-sari  makanan” dari  dalam  “tanah  rohani”  kebenaran  FirmanNya  yang  sama, maka  akan  nampaklah  hasil  akhirnya : benih  Gandum  akan  menghasilkan  bulir-bulir  Gandum,  sementara  benih  Lalang  hanya  menghasilkan  “bulir-bulir”  palsu  yang  mirip  dengan  bulir-bulir  Gandum  tetapi  tidak  ada  bobot(berat)nya  sama sekali  sehingga  dapat  dengan  mudahnya  diterbangkan  angin  kemana-mana,  menyebar  benih  Lalang  itu  lagi  kemana-mana,  dan  merusakkan  bagian  lain  dari  Kerajaan(Gereja)Nya.

Jadi,  yang  membedakan  antara  Gandum  dan  Lalang  disepanjang  pertumbuhan  rohani  mereka  sehingga  hasilnya  berbeda  itu  ternyata  adalah  FOKUS  HIDUPNYA ! Gandum  berfokus  kepada  Tuhan  Yesus  100%,  sedangkan  Lalang  berfokus  mungkin  hanya  sekitar  20%  saja  sementara  80%  selebihnya  justru  berfokus  kepada  kekuatan  manusia,  dirinya  sendiri dan  kedagingannya !  Bagaimana  Alkitab  menjelaskan  perbedaan  diantara  keduanya  itu ?

Mat.7:20

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dan

Tit.2:12

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Mereka,  Gandum  dan  Lalang  itu,  menyerap  makanan  rohani  yang  sama  dari  kebenaran  FirmanNya  yang  mengarahkan  kita  untuk berjuang meninggalkan  kefasikan  serta  keinginan-keinginan  (daging)  duniawi.  Gandum  &  Lalang  diberi  kehendak  bebas  (freewill)  yang  sama  saat  mereka  menerima  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  Juru Selamat  mereka  secara  pribadi tetapi  RESPON  (tanggapan)  mereka  atas  pendidikan  yang  Tuhan  berikan  selama  hidupnya  itu  berbeda-beda,  sehingga  hasil  akhirnya  pun  berbeda-beda. Itulah  masa  pertumbuhan  Gandum  dan  Lalang  yang  akan  memberikan  hasil  akhir  yang  berbeda  sebelum  waktuNya  untuk  dituai.  Contoh  “materi”  pendidikan  Tuhan  yang  umum,

Ams.27:17

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

ü      Saat  Tuhan  mengijinkan  seorang  saudara  seiman  menyakiti  hatimu,  misalnya  dengan  memfitnah  saudara  dan  mengedarkan  gosip  keji  “dibelakang”  saudara,  apakah  saudara  dapat  menerima  keadaan  itu  dan  mengampuni  saudara  seimanmu  itu ?

ü      Saat  Gembala  Sidangmu  bicara  hal-hal  yang  negatif  tentang  dirimu  kepada  pekerja-pekerja  yang  lain  di gereja  lokal  saudara,  siapkah  saudara  mengampuni  Gembala  Sidangmu  itu ?

ü      Saat  pelayanan  kita  di  gereja  lokal,  “dibunuh”  oleh  seorang  “Izebel”,  bisakah  saudara mengampuni  perbuatannya  yang  jahat  itu  dan  menyerahkannya  kedalam  tangan  Tuhan  untuk  pembelaanNya  terhadap  saudara  atau  saudara  mau  hadapi  dia  sendiri ?

STOP PRESS : Catatan  ini  saya  tambahkan  untuk  saudara.

Puji Tuhan !  Hari  ini  28/2/10  dalam  kotbahnya, Pdt. Aruna menyebut  pula  soal  Gandum  yang  akan  dituai  pada  saat  pengangkatanNya  (konfirmasi  dari  Tuhan  untuk  pesanNya kepada  saya  ini  yang  saya  dapat  di akhir  December 2009  yl.) dan  dia  ingatkan  supaya  para  Gandum  yang  merasa “nyesek”  karena  hidupnya  banyak  di  “sesakkin”  sama  Lalang  yang  tumbuh  subur  “menuh-menuhi”  kerajaanNya  itu  UNTUK  SELALU SIAP MENGAMPUNI  Lalang,  sebab  yang  kepingin  diangkat  ‘kan para  Gandum,  dan  syarat  masuk  Surga  yang  paling basic adalah……HARUS  MENGAMPUNI ! HaleluYah,  memang benar sekali,  dan  “nyambung”  sekali  dengan  apa  yang  saya  dapatkan : Lalang-lalang  yang  ikut  makan  “nutrisi dari tanah” rohani  kita  itu  “bikin  kita  nyesek”  tapi  tantangan buat kita para  Gandum  adalah…….bahwa  dalam  keadaan  yang  seperti  itu,  BISAKAH  KITA  TETAP  MENGHASILKAN  BULIR-BULIR  BUAH   GANDUM ?


Firman  Tuhan  berkata,

1Yoh.3:7-9

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Bapa menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

3:9 Setiap orang yang lahir dari Bapa, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Bapa.

3:10 Inilah tandanya anak-anak Bapa dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Bapa, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Ayat  10b : kalau  saudara  tidak  bisa  mengampuni  mereka  yang  berbuat  jahat  kepadamu  itu  maka  jelas  sudah  bahwa  Saudaralah  Lalang  itu !!!

Jadi  saya  mengerti  sekarang,  mengapa  Tuhan  berkata Jangan  dicabut  dulu, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu”, dan  Tuhan  Yesus  punya  pemikiran  yang  berbeda  dengan  kita  pada  umumnya  yang  tidak  sabaran  dan  mau  cepat  beres  urusan  saja  itu.  Dan alasanNya adalah karena :

  1. Pada  waktu  awal-awal  terima  Yesus  itu,  semua  anak  Tuhan  tidak  kelihatan  bedanya,  karena  semuanya  sama-sama  baru  diberi  “satu  uang  Mina”  saja  yaitu  “keselamatan – pemulihan  kehendak  bebasnya  (free will)”   untuk  dapat  mereka  kerjakan  selanjutnya (Luk.19:12-27), dan  saat  itu  mereka  masih  sama-sama  rohani,  sama-sama  “on fire”  buat  Yesus
  2. Kerinduan  tiap  anak  Tuhan  untuk  mempelajari,  menggali  kebenaran  Firman  Tuhan  itu  berbeda-beda,  ada  yang  bersemangat  sekali  karena  ingin  mengenal  hati  Bapa  dan  mencari  tahu  apa  kehendakNya,  tetapi  ada  juga  yang  melakukannya  hanya  sebagai  rutinitas  saja  sebagai  kewajiban  anak  Tuhan  saja,  tetapi  ada  juga  yang  “slowly  but  sure”  tapi  benar-benar  menikmati  penggaliannya  sehingga  Tuhan  ijinkan  dia  menemukan  banyak  rahasiaNya
  3. Komitmen  setiap  anak  Tuhan  untuk  melakukan  kebenaran  Firman  Tuhan  yang  dia  baca  dan  dia  dengar  itu  didalam  kehidupannya  sehari-hari  itu  juga  berbeda-beda,  tergantung  seberapa  “tebalnya”  kedagingannya  masih  dia  dipertahankan
  4. Besarnya  cintanya  kepada  Yesus  serta  arah/ fokus  hidupnya  yang  sebenarnya  itu  apa : roh  atau  daging ?
  5. Keintiman  hubungan  setiap  anak  Tuhan  dengan  Tuhan  Yesus  melalui  Doa – Pujian  &  penyembahan  serta  waktu-waktu  pribadi  dengan  Tuhan  itu,  “on line”  terus  24 – 7 – 365  atau  “ala  kadarnya”  saja ?
  6. Perbedaan  kesiapan  hati  mereka  untuk  berani  bayar  harga  AT  ANY  COST  demi  taati  Firman  Tuhan
  7. Akibatnya,  pertumbuhan  iman  dan  buah  setiap  anak  Tuhan  itu  juga  berbeda-beda,  ada  yang  “mental”  karena  tidak  tahan  ujian – pencobaan,  ada  yang  cepat  “jadi”  tapi  “asal-asalan”  saja  tidak  mantap,  tapi  ada  juga  yang  “slowly  but  sure”,  jadi  mantap.  Ingat  saja  perumpamaan  tentang  seorang  penabur,  dimana  benih  yang  ditaburnya  itu  ada  yang  jatuh  di pinggir  jalan,  di tanah  yang  berbatu-batu,  di tengah  semak  duri  dan  ada  yang  di tanah  yang  baik  sehingga  bisa  berbuah  100 – 60 – 30  kali  lipat….

Karena  perbedaan-perbedaan  itulah  maka  Tuhan  Yesus  membiarkan  benih  Lalang  juga  tetap  beroleh  kesempatan  untuk  hidup  “menumpang”  menyerap  sari-sari  makanan  dari  tanah  yang  sebenarnya  hak  dari  benih  Gandum,  dengan  harapan suatu  hari  kelak,  mungkin  saja  dia  bisa  bertobat  dan  dapat  ditransformasi  menjadi  Gandum !  Sementara  yang  Gandum  juga  akan  terseleksi,  apakah  dia  dari  jenis  Gandum  unggul  ataukah  Gandum  “bantat”  yang  tidak  berbulir,  tidak  menghasilkan  buah……..  itulah  kasih  karuniaNya…….dan  semua  respon  terhadap  kasih  karuniaNya  itu  akan  nampak  pada  waktuNya :

Mat.3:10

Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.


Contoh  penerapan  kasih  karunia  Yesus  itu  misalnya  begini,  seorang  anak  muda  non  Kristen  bertobat  saat  dia  menghadiri  sebuah  kebaktian  Youth,  saat  hari  Valentine  dimana  tujuan  awal  kedatangannya  itu  sebenarnya  cuma  buat  “cari  jodoh”  (Dia  benih  Lalang).  Ternyata disana  dia  begitu  tersentuh  dengan  drama  yang  dimainkan,  saat  Yesus  harus  memikul  salib  dan  akhirnya  mati  di salibkan  demi  cintaNya  buat  semua  manusia  yang  berdosa.  Dia  menerima  tantangan  untuk  menerima  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  Juru Selamatnya  secara  pribadi  (Dia  jadi  benih  Gandum).  Lalu  perjalanan  pertumbuhan  rohaninya  membawa  dia  menjadi  seorang  Gembala  Sidang  dan  “memory”  masa  lalu  pertobatannya  itu  membuatnya  tetap  mengijinkan  perayaan  Valentine  di  gerejanya  “sebab  saya  juga  dulu  dimenangkan  di  kebaktian  Valentine”. Pada  akhirnya  perayaan  Valentine  itu  menjadi  berhala  bagi  hidupnya……dan  bagi  gerejanya – padahal  sebenarnya  dia  juga  tahu,  dia  juga  mengerti  benar  bahwa  perayaan  Valentine  itu  sama  sekali  tidak  Alkitabiah, malahan  berlatar  belakang  tradisi  berhala,  atau  hanya  berdasarkan  sebuah  Mitos  atau  Legenda  saja  dan  bahwa  Tuhan  sangat  cemburu  dengan  segala  hal  yang  berbau  tradisi  berhala !

Yeh.5:11-14

5:11 Sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Bapa, sesungguhnya, oleh karena engkau menajiskan tempat kudus-Ku dengan segala dewamu yang menjijikkan dan dengan segala perbuatanmu yang keji, Aku sendiri akan meruntuhkan engkau; Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan.

5:12 Sepertiga dari padamu akan mati kena sampar dan mati kelaparan di tengah-tengahmu; sepertiga akan tewas dimakan pedang di sekitarmu; dan sepertiga lagi akan Kuhamburkan ke semua mata angin dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.

5:13 Aku akan melampiaskan murka-Ku kepada mereka, sehingga hati-Ku yang panas tenang kembali dan Aku merasa puas; dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN yang mengatakannya di dalam cemburu-Ku, tatkala Aku melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

5:14 Aku akan membuat engkau menjadi reruntuhan dan buah celaan di antara bangsa-bangsa yang di sekitarmu di hadapan semua orang yang lintas dari padamu.

Mzm.73:27

Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.


Nah  pada  awalnya  dia  adalah  “sebuah”  benih  Lalang  yang  kemudian bertobat dan menjadi benih  Gandum,  tetapi  bagaimana  perjalanan  pertumbuhan  rohaninya  selanjutnya ?  Menjadi  Lalang  (kembali) !  Sebab  seharusnya  dia  tidak  berfokus  kepada  kebaktian  perayaan  Valentine-nya  itu  tetapi  kepada  drama  Alkitab  yang  merupakan  panggilan  Yesus  bagi  hidupnya  itu. DIA  TELAH  SALAH  FOKUS !!! DIA  MEMBUAT  TUHAN  SANGAT  CEMBURU !!! Seharusnya  kalau  tidak  ada  “berhala  Valentine”  itu  dihidupnya, dia  pasti  akan  menyadari  kesalahan  yang  dilakukan  oleh  kebaktian  Youth  yang  memenangkannya  dulu  itu  dan dia bertobat dari tradisi Valentine-nya itu serta mengajarkannya demikian kepada jemaatnya, karena  adanya  ayat-ayat  berikut  ini :

Kej.50:20

Memang kamu (Iblis – Tradisi  Berhala  Valentine itu) telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku (supaya  aku  tetap  terikat  pada  perayaan  Valentine),

tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (bahwa  aku  bertobat  terima  Yesus  di kebaktian Valentine Youth yang salah itu dan bahkan sekarang aku jadi seorang  Gembala  Sidang), dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (jemaat  gereja  yang  kudus, bebas  dari  tradisi  berhala  Valentine)

1Kor.13:9-10

13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Dibutuhkan  pula  kelembutan  hatinya  (terhadap  Firman  Tuhan  yang  mungkin  disampaikan  oleh  Hamba  Tuhan  lain  yang  dipercaya  Tuhan  tentang  kebenaran  itu)  sebagai  BUAH  ROH  yang  harus  dihasilkannya,  dan  tidak  menganggap  dirinya  sendiri  yang  paling  mengerti  dan  benar (dengan  dia  berpikir  bahwa  perayaan  Valentine  yang  dikatakan  tidak  Alkitabiah  itu  tokh  menghasilkan  jiwa-jiwa  juga  bagi  Yesus – padahal  jelas  sebenarnya  ada  berhala  Valentine  dihatinya) karena  dirinya  tidaklah  sempurna  dan  Tuhan  bisa  memakai  hamba  Tuhan  lain  yang  manapun  untuk  menyingkapkan  kebenaran  yang  sejati,  yang  membongkar  segala  “tipu  daya”  Iblis  yang  selama  ini  telah  dikiranya  sebagai  kebenaran  itu.

Dimulai  dengan  Benih  Lalang  lalu  menjadi  Benih  Gandum  dan  bertumbuh  kembali  menjadi …………. tanaman  Lalang  muda …….. Masih  dapatkah  dia  ditransformasi  menjadi  Gandum  kembali ?  MASIH !


Ibr.3:13-15

3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini“, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

Selama  Tuhan  Yesus  belum  menjemput  kita  pulang  ke rumah  Bapa  kelak  (saat  kita  meninggal  dunia)  atau  saat  Pengangkatan  ke  awan-awan  nanti, SELALU  MASIH  ADA  WAKTU untuk  bertobat  dan  mengalami  transformasi  (kembali)  menjadi  Gandum. Tapi  masalahnya,  berapa  lamakah  waktu  kita  yang  tersisa  itu ?  Tak  seorangpun  yang  tahu  bukan ? Karena  itu  seperti  dikatakan  Firman  Tuhan  dalam  Ibr.3:15  diatas,  janganlah  pernah  kita  mengeraskan  hati  kita  saat  kebenaran  FirmanNya  yang  mengungkap  tipu  daya  Iblis  itu  disampaikan,  sesal  kemudian  tiada  guna !

Why.3:1-3

3:1. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Tuhan dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Bapa-Ku.

3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Mari  saudaraku,  relakanlah  dirimu  untuk  ditransformasi  (kembali  menjadi  Gandum)  oleh  kebenaran  FirmanNya  yang  sejati,  buang  segala  berhala  dihatimu,  di hidupmu  dan  FOKUS  SAJA  100%  KEPADA  PRIBADI  TUHAN  YESUS-nya !  Relakan  diri  kita  untuk  TAMPIL  BEDA  DENGAN  DUNIA  DISEKITAR  KITA,  menjadi  GANDUM  SEJATI  ditengah2  himpitan  LALANG-LALANG !!!  Rm.12:1-2.

Perhatikan  ada  kesalahan  terjemah  dalam  Rm.12:1-2  menurut  versi  LAI :

Rm.12:1-2

12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Tuhan aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan : itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Tuhan : apa yang baik, yang berkenan kepada Tuhan dan yang sempurna.

Ayat2nya  yang  asli  berbunyi  (Alkitab  King  James  Version) :

12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Sehingga  kalau  saya  terjemahkan  bebas,  bunyi  kalimatnya  menjadi :

12:2 Janganlah  menyesuaikan  dirimu  dengan  faham  dunia  ini  tetapi  bersedialah  untuk  ditransformasi melalui  pembaharuan  cara  berpikirmu, sehingga  kamu  dapat  membuktikan  yang  bagaimana  itu  kehendak  Tuhan  yang  baik,  yang  berkenan  dan  yang  sempurna.

Dengan  cara  bagaimana  pikiran  kita  itu  ditransformasi ?  Dengan  BSK !!!  Berpikir  Seperti  Kristus  adalah  cara  kita  melatih  dan  menundukkan  pikiran  kita  HANYA  kepada  kebenaran  Firman  Tuhan  saja,  jadi  tidak  boleh  ada  “kebenaran” yang  lain   apalagi  berhala !  Nah  Pikiran  Kristus  itulah  hasil  akhir  dari  latihan  B-S-K.

1Kor.2:16

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Nah,  seperti  dikatakan  dalam  Rm.12:2  itu,  pikiran  kita  yang  sudah  diperbaharui  itulah  (= Pikiran  Kristus,  Pikiran  Gandum)  yang  akan  membuat  kita  BISA  TAMPIL  BEDA,  BEDA  DENGAN  DUNIA  DISEKELILING  KITA  yang  sedang  menuju  kebinasaannya !!! Bukankah  dunia  ini  sedang  menuju  kebinasannya  maka  kita  diutus  Tuhan  juga  dengan  Amanat  AgungNya ???  Sudahkah  Saudara  memiliki  Pikiran   Kristus  itu ?

REFLEKSI :

Bandingkan  ciri-ciri  Gandum  dan  Lalang  itu,  lalu  bandingkanlah  dengan  keadaan  rohanimu  saat  ini.   Apakah  ternyata  memang  ada  benih-benih  Lalang  (kefasikan)  dalam  hidupmu  saat  ini?  Buatlah  daftar/ catatan  supaya  saudara  selalu  diingatkan  untuk  terus  berjuang  membuang  benih-benih  Lalang  (kefasikan)  dari  dalam  JIWAmu  sebelum  akhirnya  nanti  Iblis  mengambil  alih  keadaan  rohani  Saudara  dan  sudah  terlambat  untuk  menyadarinya !  Renungkan  dan  koreksi  dirilah !  Ingat,  Tuhan  Yesus  segera  datang  kembali,  waktu  PengangkatanNya  segera  tiba – jangan  sampai  kita  ditinggal  oleh  karena  kedapatan  belum  melakukan  Tit.2:12  diatas.

2Kor.2:11

supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Jesus  Bless  You  All

(https://deborahtheshofar.wordpress.com)

 
2 Comments

Posted by on February 28, 2010 in Indonesian version

 

2 responses to “2. Pesan Tuhan Untuk Tahun 2010

  1. didit

    August 8, 2011 at 8:23 PM

    terima kasih atas sharingnya. saya baru baca dan terlambat 1 tahun.. apa ada pesan Tuhan untuk 2011 (yang tinggal beberapa bulan lagi) dan 2012? khususnya dalam menghadapi deraan dan ujian kehidupan yang menyesakkan. yang sering membuat kita sulit untuk maju dalam menerima Roh Kudus.

     
  2. DianWinn

    May 24, 2012 at 12:37 AM

    Haleluya,
    Saya jadi teringat di dalam Efesus 6:10-20
    “perlengkapan rohani”.
    Ayo kita umat pilihan Allah, mari kita saling menguatkan yang lemah dan berlomba agar memperoleh “hidup” bersama-sama Dia di sorga.
    Amin. Tuhan Yesus memberkati

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: