RSS

1. Pendahuluan

26 Feb

Begitu  banyak  penafsiran  Firman  Tuhan  kita  dengar  dikotbahkan  Pendeta  atau  kita  baca  pembahasannya.  Yang  satu  berkata  “begini”  berdasarkan  faham  ini,  sementara  yang  lain  berkata  “begitu”  menurut  faham  yang  lainnya.  Mana  yang  benar sih ?  Kenyataan  banyaknya  macam-macam  penafsiran  ini  tentu  saja  sangat  membingungkan  kita,  anak-anak  Tuhan  “awam”  yang  sama  sekali  tidak  memiliki  latar  belakang  pendidikan  Theologia  seperti  halnya  dengan  para  Pendeta  ataupun  para  Theologis  itu.  Ironisnya,  Alkitab  kita  yang  penuh  berisi  dengan  perumpamaan-perumpamaan  yang  disampaikan  oleh  Tuhan  Yesus  serta  sarat  dengan  nubuatan-nubuatan  itu  merupakan  lahan  yang  subur  untuk  timbulnya  penafsiran  yang  menyesatkan,  hal  yang  sudah  diperingatkanNya  melalui  Rasul  Paulus :

 

Ibr.2:1

Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

 

Masalah  kita  anak-anak  Tuhan  “awam”  adalah,  kurang  membaca  dan  merenungkan  sendiri  Firman  Tuhan  dan  lebih  suka  “makan  saja”  apa  yang  dihidangkan  oleh  orang  lain,  yang  artinya  mengandalkan  kekuatan  manusia ! (Yer.17:5).  Padahal  kalau  kita  mau  “bodoh-bodohan”  saja  dengan  Tuhan,  maka  justru  Tuhan  akan  memberikan  kita  pewahyuanNya  yang  murni  dengan  limpahNya  tanpa  dikotori  oleh  faham  apalagi  doktrin  manapun !

 

1Kor.1:27-29

1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

1:29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

 

Mzm.119:130

Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Adalah  benar  bahwa  kita  harus  memegang  teguh  prinsip  kehati-hatian  didalam kita  menafsirkan  kebenaran  Firman  Tuhan,  tetapi  empat  prinsip  utama  ini  cukup  menjadi  dasar  bagi  kita,  anak-anak  Tuhan  “awam”  untuk  menguji  apakah  penafsiran  yang  kita  dapat  itu  benar  atau  tidak,  yaitu :

  1. Kita  memiliki  TAKUT  AKAN  TUHAN  YANG  BESAR,  dalam  arti  kata,  tujuan  kita  mencari  kebenaranNya  itu  bukanlah  untuk  “mengaminkan”  daging  kita  melainkan  untuk  mencari  kehendakNya,  menyenangkan  hatiNya – apapun  konsekuensinya  bagi  daging  kita  nantinya – kita  siap  menerima  teguranNya  kalau  kita  memang  salah.  Bdk. Yeh.14:1-11.
  2. Menjaga  hubungan  intim  dengan  Tuhan  Yesus  dalam  relasi  24-7-365,  berjaga-jaga  terus  dalam  roh  yang  memuji  dan  menyembahNya  setiap  saat (24 jam  sehari,  7  hari  seminggu  &  365  hari  setahun!).
  3. Kebenaran  Firman  Tuhan  yang  kita  dapatkan  itu  harus  dapat  dijelaskan  atau  diteguhkan  oleh  Firman  Tuhan  yang  lainnya.
  4. Setelah  itu  kita  uji  terus,  dengan  kita   mencoba  untuk  menelusurinya  kedalam  Alkitab  versi-versi  lainnya  bahkan  dengan  versi  King  James/ New  King  James,  dan  kalau  ada,  kedalam  Strong  Concordance-nya sehingga  kita  mengertiapa  yang  dimaksud  dengan  akar  kata  yang  dipakai  didalam  Firman  Tuhan  yang  sedang  kita  uji  penafsirannya  itu,  lalu  setelah  itu  kita  pegang  yang  baik (1Tes.5:21),  kita  lakukan  dengan  setia  apa  yang  sudah  diwahyukan  kepada  kita  dan  kalau  kita  benar  maka  pasti  Tuhan  akan  memberikan  konfirmasiNya  lewat  Hamba-hambaNya  yang  lain,  sekalipun  “nun  jauh  disana”,  diujung  langit  yang  lainnya.

Karena  itulah  dalam  Blog  THE  SHOFAR kita  ini,  saya  mengajak  kita  semua  untuk  “bodoh-bodoh”an  saja  dengan  Tuhan  (memang  kita  bodoh)  sehingga  kita  dapat  mengalami  Mzm.119:130  dengan  kita  menjadi  pelaku  FirmanNya,  sekecil  apapun  itu  sehingga  membawa  transformasi  dalam  hidup  kita  dan  kita  akan  dapat  mengalami  apa  yang  Rasul  Paulus  katakan  dalam :

Ro.12:2

And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Yang  kalau  kita  terjemahkan  “bodoh-bodoh”an  saja  maka  artinya :

Janganlah  menyesuaikan  dirimu  dengan  faham  dunia  ini  tetapi  bersedialah  untuk  ditransformasi melalui  pembaharuan  cara  berpikirmu, sehingga  kamu  dapat  membuktikan  yang  bagaimana  itu  kehendak  Tuhan  yang  baik,  yang  berkenan  dan  yang  sempurna.

Persoalan  dasar  kita  memang  ada  pada  CARA  BERPIKIR kita  yang  selama  ini  sudah  disesatkan  oleh  rupa-rupa  angin  pengajaran,  seperti  yang  dikatakan  oleh  Rasul  Paulus,  sehingga  penyesatan-penyesatan  itu  menjadi  benteng  – kubu  pertahanan  (penolakan)  didalam  logika  kita  sendiri  saat  kita  menerima  kebenaran  yang  sesungguhnya,

2Kor.11:3

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Jadi  bagaimana  supaya  benteng – kubu  pertahanan  yang  dibangun  Iblis  dalam  logika  kita  itu  hancur,  dalam  nama  Yesus  Kristus ?  Serahkan  pikiran  kita  untuk  dipakaiNya,  kita  “bodoh-bodohan”  saja  dengan  Yesus,  Ok ?!

 

Rm.6:13

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu (termasuk  PIKIRAN – LOGIKAMU !) kepada Tuhan untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

 

Mat.22:37

Jawab Yesus kepadanya:

“Kasihilah Tuhan, Bapamu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budi (PIKIRAN – LOGIKAMU)mu.


 

Dan  saya  berdoa  bagi  saudara,

Ef.1:17-21

1:17 dan meminta kepada Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

Selamat  merenungkan !

Jesus  Bless  You

(deborahtheshofar.wordpress.com)

 

 

Catatan :

Cara  pembahasan  kita  yang  “bodoh-bodohan”  ini  bukannya  tanpa  kekurangan.  Dan  kekurangannya  itu  adalah  karena  saya  dan  saudara  (mungkin)  hanya  menguasai  bahasa  Inggris  dan  tidak  mengerti  Alkitab  di dalam  bahasa  Ibrani  serta  Yunaninya  sebagai  dasar  penggalian  Firman  Tuhan  yang  paling  akurat  dan  kita  “hanya  bersandar”  pada  Strong  Concordance  saja.  Oleh  karena  itulah,  jika  sekiranya  ada   diantara  Saudara  sekalian  yang  mengerti  arti  bahasa  Ibrani  atau  Yunaninya  tentang  ayat-ayat  yang  sedang  kita  bahas  itu,  maka  dengan  segala  kerendahan  hati  saya  mohon  agar  Saudara  dapat  memberikan  masukannya  sehingga  penafsiran  kita  nanti  bisa  menjadi  lebih  akurat.

1Kor.13:9-10

Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

 
2 Comments

Posted by on February 26, 2010 in Indonesian version

 

2 responses to “1. Pendahuluan

  1. ig

    April 19, 2010 at 1:21 PM

    Yang penting adalah mengutamakan Tuhan; kalau pusat dari perhatian (pikiran, kepercayaan, kehendak) kita adalah Tuhan, maka, saya percaya, Ia Yang mengetahui isi hati dan pikiran kita tidak akan tinggal diam:

    Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Dan usahakanlah jangan sampai kita meninggalkan Dia, apapun yang terjadi dalam hidup kita, supaya Ia tetap mengurapi dan mengajar kita:

    1Yoh.27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

    Dan jangan takut salah karena Ia sanggup meluruskan kita:

    Filipi 3:
    15 (TB) Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
    15 (AV) Let us therefore, as many as be perfect, be thus minded: and if in any thing ye be otherwise minded, God shall reveal even this unto you.
    15 (NKJV) Therefore let us, as many as are mature, have this mind; and if in anything you think otherwise, God will reveal even this to you.
    15 (RSV) Let those of us who are mature be thus minded; and if in anything you are otherwise minded, God will reveal that also to you.
    15 (Message) So let’s keep focused on that goal, those of us who want everything God has for us. If any of you have something else in mind, something less than total commitment, God will clear your blurred vision—you’ll see it yet!

    Tetapi juga janganlah merasa sudah benar, sebab :

    1Kor.2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

    Semoga Tuhan menyanggupkan kita untuk hidup dengan rendah hati di hadapan Allah kita, Amin.

     
  2. deborahthe

    April 27, 2010 at 2:44 PM

    Amin ! Tx for support, broer ! JesusBY

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: