RSS

Category Archives: Indonesian version

ROSH HASHANAH 5775

ROSH HASHANAH 5775,
24 September 2014, 6 pm waktu Israel, atau 24 September 2014, 22.00 WIB
Related Post : KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar, PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER ?

Hari-hari ini, tiba-tiba saja kesadaran akan Rosh Hashanah, tahun baru Israel 5775 Ayin Hey yang akan segera tiba telah membuat banyak Gereja2/ anak2 Tuhan di Indonesia bersemangat untuk mulai ikut merayakannya dan mulai sibuk mencari tahu lewat Googling, apa dan bagaimana cara merayakan Rosh Hashanah di Israel untuk (sebisanya) kita lakukan juga disini.

Begitu pula hal nya dengan saya. Saya bukan penganut aliran Yahudi Mesianik, sehingga saya juga agak kurang “aware” mengenai perayaan – perayaan Yahudi seperti itu, sampai saya mulai sadar sewaktu ada hambaNya yang menyampaikan bahwa tanggal 24 September 2014 ini, adalah Rosh Hashanah 5775, Tahun Ayin Hey. Dan Tuhan gerakkan saya untuk membaca (kembali) Imamat 23, yang merupakan ketentuan Tuhan akan WAKTU hari-hari Raya yang ditetapkanNya bagi bangsa Israel. Dan ketika saya mulai membuat oret-oretan kembali  tentang 7 perayaan wajibNya dan juga ketentuan tanggal perayaanNya, saya dikejutkan dengan beberapa fakta….

Kalaupun saya sampai bisa menulis tentang PASSOVER itu, dimana kesimpulannya adalah “Tuhan telah menetapkan sendiri sistem penanggalanNya yang tidak boleh kita ubah-ubah” padahal saya bukan penganut aliran Yahudi Mesianik, maka semuanya yang saya tulis itu benar-benar dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia…..Rm.11:36, karena lama setelah lewat masa penulisan dan posting itu, ketika Tuhan taruh dihati saya untuk menuliskan posting ini, dan saya membacanya lagi, saya sendiri jadi terheran-heran, darimana saya dapatkan semuanya itu…. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya…..HaleluYah !

Mari kita membaca kembali….
Im.23:1-4
23:1. TUHAN berfirman kepada Musa:
23:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.
23:3 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.
23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

Dan fakta yang saya temukan adalah…

1. Kesadaran bahwa kita ini adalah Israel – Israel rohani (Rm.11) telah membuat banyak Gereja2/ anak2 Tuhan di Indonesia menjadi begitu bersemangat untuk ikut merayakan Rosh Hashanah dengan segala tradisinya (dari acara peniupan shofar hingga menu makanannya), bahkan pergi ke Yerusalem untuk berziarah, mengikuti seluruh rangkaian perayaan Hari-Hari Raya Besar (High Holy Days atau disebut juga “Days of Awe”[) yang merupakan sebuah rangkaian festival yang berlangsung selama sepuluh hari yang dimulai pada tanggal 1 Tishri. Rangkaian festival ini dimulai dengan Rosh Hashanah dan ditutup dengan Yom Kippur. Bahkan ada yang terus tinggal di Yerusalem sampai selesainya seluruh rangkaian Hari Raya Pondok Daun (Sukkot) yang ditutup dengan Hari Raya Perkumpulan (Shmini Atzeret).

Ul.16:16-17
16:16 Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
16:17 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.”

Mereka yang pergi ke Yerusalem merayakan Rosh Hashanah dengan seluruh rangkaian perayaannya itu telah memenuhi ketentuan Tuhan tentang ziarah ke Yerusalem.

2. Mengapa untuk merayakan rangkaian Rosh Hashanah, Yom Kippur dan Sukkot, Gereja Tuhan (khususnya di Indonesia) TELAH BISA MENTAATI KETENTUAN PENANGGALAN YANG ALKITABIAH, sesuai dengan ketetapan Tuhan itu (baca posting : KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER?), TETAPI (herannya) untuk 3 Perayaan yang ditetapkan Tuhan lebih dahulu, yaitu Hari Raya Paskah, Hari Raya Roti Tidak Beragi dan Pentakosta (no.1 – 3), Gereja Tuhan MASIH TETAP KOMPROMI dengan tetap menggunakan Tahun Liturgi (yang berdasarkan Jumat Agung) yang jelas – jelas TIDAK ALKITABIAH ??? Padahal PERAYAAN PASKAH yang sudah di “amandemen” menjadi PASKAH KEMATIAN YESUS itulah TONGGAK SEJARAH PENYELAMATAN KITA SEKARANG !

3. Apa yang menahan langkah Gereja Tuhan untuk tidak sepenuhnya merayakan hari – hari rayaNya, SESUAI DENGAN KETETAPANNYA ? BACK TO BIBLE SEPENUHNYA ?

Gal.1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

ROSH HASHANAH yang merupakan perayaan sukacita tahun baru Yahudi itu juga untuk memperingati ulang tahun hari penciptaan dunia dan juga merupakan waktu penghakiman Ilahi. Jadi makna rohani daripada perayaan Rosh Hashanah yang harus kita pelajari dan teladani bukanlah pada sekedar profetiknya tatacara upacara dan menu makanan yang disajikan saat itu melainkan SEBUAH WAKTU YANG SERIUS untuk kita semua koreksi diri….

Tradisi Yahudi mengajarkan bahwa pada Rosh Hashanah, Tuhan akan menuliskan “nasib” setiap orang untuk tahun mendatang didalam Kitab Kehidupan. Keputusan Tuhan tersebut belumlah final hingga tiba saatnya hari Yom Kippur (Hari Pendamaian) 10 hari kemudian. Jadi Orang-orang Yahudi menggunakan waktu 10 hari itu untuk koreksi diri dengan serius, merenungkan apa saja kesalahan dan pemberontakan kepada Tuhan yang sudah mereka buat selama setahun yang lalu dan minta ampun kepada Tuhan dengan harapan mereka dapat mempengaruhi (meringankan) penghakiman terakhir Tuhan kepadanya.

Nah sebelum mereka meminta pengampunan dari Tuhan, mereka juga gunakan waktu 10 hari itu untuk melakukan pemberesan dengan sesama yang mungkin telah mereka sakiti sepanjang setahun yang lalu dan orang yang mereka mintai maaf WAJIB mengampuni mereka. Ini sebuah tindakan koreksi diri, merendahkan diri yang sangat baik kita teladani….sebagai permulaan yang baik untuk memasuki Tahun yang baru.

Mat.5:23-26
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Tanpa mereka sadari, ternyata mereka telah melakukan ajaran Yesus…..sekalipun belum mereka akui sebagai MesiasNya. Mereka bergumul dan berjuang untuk lakukan pemberesan demi untuk Tuhan sebagai HAKIM tidak memenjarakan mereka di tahun yang baru. Tapi bagaimana dengan kita, YANG MEMANG MURID-MURID YESUS? Seharusnya kita malu, yah, karena anak-anak Tuhan lebih banyak mempertahankan ego dan tidak merasa salah apalagi mau minta ampun apalagi mengampuni……mari kita lakukan pemberesan dengan sesama memasuki tahun 5775 ini.

Lalu, dengan 3 fakta yang saya temukan diatas tersebut, mari kita teladani sikap koreksi diri mereka dengan kita kembali kepada kebenaranNya, kepada ketetapan waktu yang telah Tuhan tetapkan untuk merayakan hari-hari rayaNya – kita stop kompromi dengan “tradisi dan kebiasaan” yang salah, kita stop merayakan hari raya yang salah makna (Paskah Kebangkitan yang tidak Alkitabiah) dan juga, stop kesalahan waktu perayaan (sehingga Paskah tidak dihitung berdasarkan Jumat Agung lagi, melainkan berdasarkan tanggal 14 Nissan, sehingga akibatnya hari Pentakosta pun akan berdasarkan tanggal 6 Siwan). KITA STOP MEMBERONTAK DAN KITA KEMBALIKAN SEGALA HORMAT & TAKUT KITA SEPENUHNYA KEPADA TUHAN ! HaleluYah !

Jesus Bless You !
deborahtheshofar.wordpress.com

Refr : http://judaism.about.com/od/holidays/a/Most-Important-Things-To-Know-About-Rosh-Hashanah.htm

 
Leave a comment

Posted by on September 24, 2014 in Indonesian version

 

KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar, PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER ? (2)

  1. PENANGGALAN MANA YANG HARUS KITA IKUTI DALAM MERAYAKAN PASKAH ?

Tuhan telah menetapkan sendiri sistem penanggalanNya.

 #Kel.12:1-2

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

 Itulah bulan Abib (menurut Kitab Taurat, Ul.16:1) atau bulan Nisan (bahasa Ibrani), yaitu bulan pertama menurut penanggalan keagamaan atau bulan ke-7 menurut penanggalan sipil dalam Kalender Yahudi. Perhatikan :

#Kel.12:47-51

12:47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.

12:48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya.

12:49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.”

12:50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

12:51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

“Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu” – tetapi kita bukanlah orang asing (Ibr : “gare” = pendatang) terhadap orang Israel melainkan gentiles (Yun : eth’-nos = suka bangsa yang memiliki kesamaan DNA), karena ketika kita menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, maka kita diangkat menjadi Israel – Israel rohani yang di okulasikan (bukan di cangkok ! Baca : 5. PENGANGKATAN) kepada pohon Zaitun sejatiNya (Rm.2:28-29, Rm.11), jadi SEHARUSNYA kita JUGA menerima ketetapanNya soal perayaan Paskah ini, yaitu sesuai dengan penanggalan Yahudi tersebut (Kel.12:49).

Setelah itu Tuhan MENEGASKAN KEMBALI ketetapanNya itu dalam :

#Im.23:1-8

23:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

23:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.

23:3 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.

23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.”

Sekali lagi, TUHAN TELAH MENETAPKAN SENDIRI waktu perayaanNya.

Di tahun Ayin Daleth 5774 ini, Passover jatuh tanggal 15 Nisan 5774 yaitu hari Selasa, 15 April 2014. Tetapi pelaksanaan perayaannya sudah akan dimulai saat matahari terbenam sehari sebelum tanggal dimaksud (tanggal 14-nya, Im.23:5, karena permulaan hari menurut penanggalan Yahudi itu dimulai saat matahari terbenam, tidak seperti penanggalan internasional yang dimulai saat tengah malam. Jadi kalau di Indonesia, Passover tahun ini jatuh di hari   Senin, 14 April jam 22.00 (perbedaan waktu kita 4 jam lebih dahulu).

DAN TERNYATA berdasarkan ketetapan Tuhan, PASKAH   yang ALKITABIAH ITU SATU PAKET PERAYAAN DENGAN UNLEAVEN BREAD, tidak berdiri sendiri….

 

  1. BAGAIMANA   FAKTA PERAYAAN PASKAH KITA SELAMA INI ?

 Faktanya, PASKAH yang kita kenal dan diakui di dunia dan juga di Indonesia, selalu jatuh pada hari Minggu dan kita merayakan kebangkitanNya. BUKAN KEMATIANNYA. Sementara diatas telah kita buktikan bahwa Paskah yang Alkitabiah seperti yang diwajibkan oleh ketentuan Tuhan itu adalah Paskah KematianNya (1Kor.11:23-26).

Mengapa bisa jatuh hari Minggu dan juga berubah menjadi Paskah KebangkitanNya? Itu karena dihitung berdasarkan   hari yang ditetapkan sebagai   hari   Jumat Agung, Wafat Isa Al Masih, yang dihitung tidak berdasarkan penanggalan Yahudi, tetapi berdasarkan ketentuan Tahun Liturgi, yang disebut juga Tahun Kristiani, yang merupakan Kalender Kristiani/ siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari   besar   harus dirayakan serta bagian mana dari   Kitab Suci yang diasosiasikan dengan hari-hari raya tersebut (Sumber : Wikipedia/ Tahun Liturgi).

Tetapi telah kita buktikan pula diatas bahwa kita harus mengacu kepada ketetapan penanggalan dari Tuhan sendiri, yaitu penanggalan Yahudi.   Kita tidak boleh menentukan tanggal sendiri. Bahkan ketika bangsa Israel sudah waktuNya untuk merayakan Paskah kedua, tetapi ternyata ada orang2 yang pada waktu itu masih ada di dalam perjalanan dan tidak tahir karena pegang mayat, sehingga mereka tidak dapat ikut perayaan Paskah yang seharusnya, tetapi mereka “ngotot” kepingin merayakan juga, Musa tidak berani menjawab permintaan mereka melainkan bertanya dulu kepada Tuhan…..

#Bil.9:1-14

9:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

9:2 “Orang Israel harus merayakan Paskah pada waktunya;

9:3 pada hari yang keempat belas bulan ini, pada waktu senja, haruslah kamu merayakannya pada waktu yang ditetapkan, menurut segala ketetapan dan peraturannya haruslah kamu merayakannya.”

9:4 Lalu Musa menyuruh orang Israel merayakan Paskah.

9:5 Maka mereka merayakan Paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu senja, di padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel.

9:6 Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh karena mayat, sehingga tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Mereka datang menghadap Musa dan Harun pada hari itu juga,

9:7 lalu berkata kepadanya: “Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?”

9:8 Lalu jawab Musa kepada mereka: “Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu.”

9:9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

9:10 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN.

9:11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya.

9:12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulang pun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

9:14 Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan Paskah bagi TUHAN, maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan Paskah. Satu ketetapan harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli.”

Apa yang dapat kita simpulkan dari perikop diatas ?

KEPINGIN SEKALI MERAYAKAN SAJA, TIDAK BOLEH SEMBARANGAN MERAYAKAN SEMAUNYA SENDIRI. Kita baca diatas bahwa Tuhan mengabulkan kerinduan mereka dengan memberi dispensasi ikut Perayaan Paskah ke 2, sebulan kemudian. TETAPI kembali ditegaskan oleh Tuhan :

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

Ketentuan dispensasi HANYA BERLAKU UNTUK orang-orang yang memenuhi persyaratanNya.

Jadi, bolehkah kita menetapkan SENDIRI tanggal perayaan Paskah LAIN, diluar penanggalan resmi Israel   ketika BAHKAN kita juga tidak memenuhi   syarat sebagai “orang yang najis, dan sedang dalam perjalanan” sehingga kita boleh merayakan Paskah ke 2 saja, mundur sebulan yad ? APALAGI kalau kita merayakan Paskah yang salah, Paskah Kebangkitan…..

Perhatikan TUHAN MENEGASKAN KEMBALI,

“Satu ketetapan (DISPENSASI tersebut) harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli”. Jadi kalau sudah begitu JELAS dan TEGASNYA ketentuan Tuhan untuk merayakan Paskah SESUAI WAKTU YANG TELAH TUHAN TETAPKAN, masakan kita masih berani mau menentukan tanggal sendiri, bukan ?! Memang betul kita berada di jaman Kasih Karunia dan bukan di bawah Hukum Taurat lagi, tetapi sejauh mana dan se”berani” apa kita mengharap “pengertian” Tuhan? Bukankah Yesus dan murid-muridNya saja TETAP TAAT memelihara ketetapan Tuhan tersebut ?!

Nah seperti sudah saya katakan di awal tulisan ini, selama ini anak-anak Tuhan menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mulai mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, tetapi mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, pada tanggal yang sama, dan peringatan yang salah, Paskah Kebangkitan, dari tahun ke tahun – dan tidak kembali ke kebenaran firman yang seutuhnya !

Nah penyingkapan yang Bapa berikan kepada saya ini juga telah menjadi tantangan bagi diri saya sendiri secara pribadi, ya…..sejauh mana kita berani keluar dari tradisi gereja kita dan mulai melakukan kebenaran yang sejati ? Mungkin sulit untuk mengubah sebuah “Gereja”, tetapi kita dapat memulainya dengan diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dahulu….pribadi lepas pribadi….

 

  1. EASTER

Biasanya SMS dan BBM/ WA akan segera ramai dengan salam HAPPY EASTER begitu hari Minggu Paskah tiba. Tentu saja, itu terjadi di hari Paskah Kebangkitan. Banyak anak-anak Tuhan yang kurang mengerti “kejeblos” dengan ikut-ikutan mengucapkan HAPPY EASTER, padahal perayaan EASTER itu berasal dari perayaan penyembahan kepada dewi ASTARTE, ratu sorga menurut kepercayaan berhala bangsa Babel (Babylonian / Chaldean). Ilah atau allah yang membuat Tuhan sakit hati dan murka ini kita temukan namanya tercatat didalam kitab Yer.7:16-20 dan Yer.44:16-30. Kalau menurut bahasa Ibrani, dewa ini disebut sebagai ASYTORET (dewi kejijikan orang Sidon), yang dapat kita temukan namanya tertulis dalam kitab 1Raj.11:5,33 dan 2Raj.23:13 Dewi inilah sesembahan para istri Salomo yang membuatnya menyimpang dari Tuhan sehingga membuat Tuhan murka sekali pada Salomo   dan menjatuhkan hukumannya pada masa pemerintahan anaknya, Rehabeam (1Raj.11:1-11, 29-37), yaitu kerajaan Israel dipecah Tuhan menjadi 2 kerajaan, Kerajaan Utara/ Samaria (Yerobeam) dan Kerajaan Selatan/ Yehuda (Rehabeam) – 1Raj.11:26-43.

Dalam konteks yang lebih modern, Bangsa Anglo – Saxon (Inggris) menyebut nama dewi ini OESTRE, yaitu dewi musim semi – kesuburan dan kehidupan baru. ”Oestre” kadang2 dièja sebagai ”Estre” atau juga ”Eastre” hingga akhirnya menjadi ”Easter” ! Mari kita baca peringatan Musa kepada bangsa Israel :

Kel.23:13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.

Nah jadi anak-anak Tuhan yang tidak menyadari kebenaran ini dan ikut-ikutan berkirim SMS atau BBM/ WA mengucapkan ”HAPPY EASTER” itu berarti sudah berbuat kekejian dihadapan Tuhan ! Karena mereka menyebut nama dewi Asytoret ’kan ! Kenapa mereka bisa berlaku begitu ? Sebab niat mereka sebenarnya ”hanya” kerèn- kerènan, gagah-gagahan pakai bahasa Inggris, tanpa tahu arti yang sebenarnya ! Yang lebih parah, para Usher di muka pintu Gereja juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” dengan senyum kudusnya ! L Maksud hati mereka tentu saja rohani sekali, mengucapkan ”Selamat Paskah” kepada jemaat, tapi supaya lebih kerèn mereka pakai bahasa Inggris ”HAPPY EASTER” sehingga kejeblos lah mereka dan Iblis kembali diuntungkan : impartasi ”HAPPY EASTER” kepada jemaat ! Jemaat yang kurang mengerti berpikir ”Ah ya hari ini ’HAPPY EASTER’ ya.” Lalu sepulang dari gereja itu sibuklah mereka juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” kepada teman & handai taulan mereka lewat SMS/ BBM/ WA !   Aduh, Firman Tuhan berkata, kita menyebut nama-nya ilah itu saja juga tidak boleh lho !!!

Simbol dari Paskah EASTER yang tidak Alkitabiah ini adalah : kelinci, telur dan domba ”Paskah” !!! Sejak jaman kuno, orang-orang kafir menyembah kelinci-kelinci sebagai dewa-dewa seks dan kesuburan karena gairah seksual dan reproduksi (beranak) mereka yang pesat dan dalam tradisi-tradisi kafir di Mesir dan Persia, dewa-dewa kelinci itu dihormati dan disembah secara khusus di musim semi. Karena kebangkitan Yesus terjadi di musim semi, maka tradisi berhala mempunyai kesempatan buat ”ndomplèng” memasuki kekristenan !

Demikian pula,   selama berabad-abad, telur telah menjadi simbol-simbol kesuburan dan kehidupan yang baru. Dalam masyarakat kafir di Mesir & Mesopotamia, telur-telur yang dihias dengan cantik, dipersembahkan sebagai hadiah-hadiah dan jimat-jimat untuk membawa kesuburan, khususnya kepada wanita-wanita yang sedang hamil. Kalau menurut versi tradisi kafir Anglo – Saxon, dulunya ada seekor burung yang besar yang ingin menjadi seekor kelinci. OESTRE, dewi musim semi, kesuburan dan kehidupan baru, dengan penuh kemurahan mengubah burung tersebut menjadi seekor kelinci, sehingga dia menjadi lebih produktif (banyak anaknya).   Sebagai ungkapan terimakasihnya kepada dewi Oestre, maka kelinci baru itu (yang masih ingat bahwa dulunya dia burung dan menelurkan telur burung) muncul di musim semi selama perayaan Oestre dan mempersembahkan telur-telur yang indah untuk dewi tersebut. Ternyata begitu ya ceritanya ada coklat-coklat berbentuk kelinci dengan sekeranjang telur-telur kalau hari Paskah dunia tiba ! Selama abad pertengahan, juga merupakan suatu tradisi untuk memberikan telur-telur bagi para pembantu. Raja Edward I dari Inggris menyiapkan 450 telur rebus sebelum (“Paskah”) Easter lalu mencelup atau menyelubunginya dengan daun emas. Kemudian dia akan memberikannya kepada anggota rumahtangga kerajaan pada waktu hari (“Paskah”) Easter. Telur merupakan symbol berhala kuno untuk kelahiran kembali dan dilaksanakan pada saat   “lamanya siang dan malam hari itu sama panjangnya” di musim semi (equinox), sebagai permulaan tahun baru berhala.

Gawatnya, gereja-gereja Tuhan masih banyak yang belum mengerti tentang latar belakang berhala ini dan masih membagikan coklat-coklat berbentuk telur / kelinci dan mengadakan lomba menghias telur kalau perayaan Paskah di Sekolah Minggu mereka !!!

Pada abad pertengahan muncul simbol ”paskah” (EASTER) yang lainnya, yaitu seekor domba yang memegang sebuah bendera putih dengan sebuah salib merah ditengahnya, yang katanya, melambangkan kebangkitan Kristus. Kelihatannya rohani ya, tapi sebetulnya samsekali tidak Alkitabiah karena Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk memperingati kebangkitanNya ! Tuhan hanya memerintahkan kita untuk memperingati kematianNya (Yoh.1:29, Mat. 26:26-28).

Kembali lagi, anak-anak Tuhan telah mengada-adakan perayaan ”kudus” YANG TIDAK DIPERINTAHKAN oleh Tuhan sendiri (ingat kembali dosa Israel dengan tragedi anak lembu emas, dan dosa Yerobeam, ”double lembu emas“). Jadi, bagaimanapun kudusnya niat hati pencipta gambar domba itu, simbol domba itu tetaplah TIDAK ALKITABIAH ! Mentaati Firman yang sudah   ada saja masih susah dan bergumul. Lah kok ya mau bikin peraturan sendiri !

Jadi ternyata memang ada kerancuan (ke”korslet”an) yang luar biasa parah didalam perayaan Paskah kita selama ini !

Ul.12:29-32

12:29 “Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,

12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

(Catatan : Alkitab kita / LAI telah menterjemahkan bagian kalimat yang digaris-bawahi itu dari “You shall not worship the Lord your God in that way” yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan sebagai “Kamu tidak boleh menyembah Tuhan dengan cara seperti mereka itu” sehingga artinya jadi lebih TEGAS sebagai larangan, dan tidak hanya “bernilai sebagai himbauan” saja seperti halnya dengan terjemahan LAI).

2Kor.7:1Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

Jesus Bless You !

deborahtheshofar.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in Indonesian version

 

KEMBALI KE ALKITAB : Yang Benar, PERAYAAN PASKAH, PASSOVER atau EASTER ? (1)

 “Istilah” perayaan Paskah yang   kita temukan dalam Alkitab LAI kita itu telah diterjemahkan dari kata Ibrani “Pesach” yang berarti pembebasan bangsa Israel yang dilakukan oleh Tuhan sendiri, keluar dari perbudakan bangsa Mesir yang telah mereka alami selama 430 tahun. Sedangkan dalam Alkitab-alkitab berbahasa Inggris, kata Ibrani Pesach itu diterjemahkan sebagai Passover, yang lebih mengacu ke pengertian “Tuhan melewatkan tulah kematian anak-anak sulung bangsa Mesir dari bangsa Israel yang sesuai perintah Tuhan kepada Musa, telah membubuhi ambang atas dan kedua tiangpintu rumah-rumah mereka dengan darah anak domba” sebagai skenario Tuhan untuk membuat bangsa Mesir itu “histeris” karena “musibah nasional” itu hanya menimpa sulung2 mereka saja sehingga mereka ketakutan dan bersegera melepaskan bangsa Israel secara utuh untuk pergi meninggalkan Mesir.

 

Seharusnya yang mana terjemahan yang benar ? Paskah atau Passover ?

Sama saja. Yang penting apakah pelaksanaannya itu sesuai dengan kebenaran firmanNya ! Tetapi belakangan ini anak-anak Tuhan baru menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mereka mulai merasa lebih Alkitabiah kalau mereka mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, padahal mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, waktu yang sama dari tahun ke tahun – dan belum kembali ke kebenaran firman seutuhnya !

 

Karena itu mari kita kembali ke….Alkitab dan kita temukan bagaimana sebenarnya kebenaranNya berbicara untuk kita!

 

  1. AWAL MULA PERAYAAN PASKAH DITETAPKAN

 

Kel.12:11-14, 23

12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.

12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.

12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

 

12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

 

Ketetapan untuk merayakan Paskah itu telah datang dari TUHAN SENDIRI dengan tujuan supaya bangsa Israel  memperingati perbuatan Tuhan yang dahsyat :

  1. Membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir yang telah mereka alami selama 430 tahun
  2. Menghukum Firaun dan bangsa Mesir yang menahan ijin bagi bangsa Israel untuk boleh pergi beribadah, mentaati perintah Tuhan kepada mereka (lewat Musa). 10 Tulah.
  3. Menjatuhkan hukuman kepada semua allah di Mesir, yang telah membuatNya cemburu dan sakit hati karena telah merebut “perhatian dan cinta” dari bangsa Israel, umat pilihanNya.

 

 

  1. APAKAH PERAYAAN PASKAH ATAU PASSOVER TETAP WAJIB DILAKUKAN OLEH BANGSA ISRAEL SAMPAI SEKARANG INI ?

 

Kita perhatikan ayat-ayat ini :

 

Kel.12:14Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

 

Kel.12:17 Jadi kamu harus tetap merayakan hari raya makan roti yang tidak beragi, sebab tepat pada hari ini juga Aku membawa pasukan-pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Maka haruslah kamu rayakan hari ini turun-temurun; itulah suatu ketetapan untuk selamanya.

 

Kel.12:24-25

12:24 Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.

12:25 Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini.

 

Semua Firman yang tertulis di dalam Alkitab itu adalah perintah-perintahNya, bahkan Firman itulah Tuhan sendiri (Yoh.1:1). Jadi kalau SEKALI saja tertulis di dalam Alkitab, nilainya PENTING DAN SAKRAL. Nah bagaimana halnya kalau sebuah kalimat atau “frasa” itu diulang-nyatakan SAMPAI 3X BAHKAN dalam 1 pasal yang sama ? Nilainya AMAT – SANGAT – PENTING SEKALI ! Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. HaleluYah !

 

Kel.12:41-42

12:41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.

12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN.

 

Ketetapan itu tidak pernah di amandemen karena tujuanNya jelas, perayaan Paskah itu harus diperingati turun-temurun supaya menjadi KESAKSIAN bagi generasi ke generasi bangsa Israel tentang bagaimana perbuatanNya yang dahsyat atas mereka sehingga dari generasi ke generasi,  rasa takut akan Tuhan akan terus berakar kuat di dalam hidup mereka, demi   kemuliaan Tuhan.

 

Lalu, pasca penyelamatan bangsa Israel itu, selama 1400an tahun Tuhan melihat bahwa SEKALIPUN BANGSA ISRAEL ITU SUDAH DIBAWA KELUAR DARI PERBUDAKAN MESIR, SUDAH MENGALAMI SENDIRI dan sudah mendengar kesaksian tentang dahsyat – spektakulernya perbuatan Tuhan membelah Laut Teberau untuk menyelamatkan mereka (yang tiap perayaan Paskah Perjanjian Lama, sejarah ini selalu diceritakan ulang, turun temurun), dan sudah diberi 10 Perintah Allah untuk dilaksanakan oleh mereka sebagai ketetapan dan peraturanNya, tetapi bangsa Israel tak kunjung mampu berhenti total dari berbuat dosa dan dosa paling menonjol yang terus menerus dilakukan oleh bangsa Israel sepanjang waktu itu adalah DOSA PENYEMBAHAN BERHALA, yang sangat menyakitkan hatiNya – sebagai hasil impartasi dari gaya hidup bangsa Mesir !

 

Kel.20:1-6

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

 

Dan ternyata dengan 10 Perintah Allah tersebut, BANGSA ISRAEL TIDAK JUGA MAMPU KEMBALI 100% MENYEMBAH TUHAN…..Pertobatan bangsa Israel tidak pernah bisa tuntas. Setelah sekian lama berusaha, selalu saja mereka jatuh kembali lagi menyembah berhala…. sehingga akibatnya Tuhan harus jatuhkan kutuk keturunan sampai  tuntas di jaman raja Zedekia. TUHAN BERDUKA CITA & BERDIAM DIRI SELAMA 400 TAHUN (dari kitab Maleakhi / PL sampai dengan Injil Matius/ PB) karena BANGSA ISRAEL (khususnya, dan manusia umumnya)  TELAH MENJADI BUDAK DOSA, diperbudak Iblis untuk MELAMPIASKAN DENDAM – KEBENCIANNYA KEPADA TUHAN : Bangsa Israel telah berhasil DIPERBUDAKNYA untuk TERUS melakukan dosa yang membuat Tuhan cemburu : menyembah Berhala ! Dan INI BAHAYA BESAR karena SEMUA MANUSIA PASTI TIDAK AKAN PERNAH LAYAK MASUK KANAAN SURGAWI, SURGA-Nya YANG KUDUS tetapi semua akan BINASA, menjadi milik Iblis selamanya (Upah dosa = maut, Rm.6:23). Tetapi kasih setiaNya yang begitu besar kepada “istri”Nya yang tidak setia itu…..bangsa Israel…..dukacita dan manifestasi   pengampunanNya membuahkansebuah RENCANA PENYELAMATAN AGUNG…

 

Yoh.3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

Yesus dilahirkan ke dunia à mulai melayani di usia 30 dan selama 3,5 tahun menawarkan jalan keselamatan serta hubungan yang intim dengan BapaNya, tidak lagi sebagai pribadi TUHAN YANG KAKU (menakutkan) & JAUH TAK TERJANGKAU oleh manusia, seperti di jaman PL (Yoh.14:6) à Lalu Yesus mati disalibkan à dibangkitkan kembali pada hari yang ke tiga à kembali naik ke Surga pada hari ke 40 à dan 10 hari sesudahnya (Pentakosta), mengirimkan, mencurahkan RohNya yang kudus untuk menolong manusia – memampukan manusia menjadi pelaku firmanNya. DEMI supaya manusia dapat memenuhi persyaratan KELAYAKAN untuk dapat diangkat sebagai MempelaiNya yang KUDUS tak bercacat bagi Yesus : BERSIH DARI PERJINAHAN DENGAN BERHALA yang SELALU membuatNya cemburu !

 

Pasca Bapa, Tuhan kita berduka cita dan berdiam diri merenung selama 400 tahun itu, Bapa tidak pernah “bertobat” dari sikap cemburuNya kepada berhala sehingga Bapa bersedia bertoleransi dengan dosa berhala ! TETAPI bahkan Bapa MEMPERLUAS pengertian dosa penyembahan berhala dengan banyak hal lainnya !

 

Kol.3:5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala

 

  1. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

 

Tetapi IRONISNYA sepanjang waktu ini, pikiran kita anak-anak Tuhan telah diputer balik oleh Iblis (2Kor.11:2-3) menjadi seakan-akan, dalam PB itu Tuhan tidak lagi mengkonfrontasi dosa berhala karena dosa berhala di Perjanjian Baru hanyalah a.l. Kol.3:5 dan Ef.5:5 tersebut atau lebih diper”rohani” lagi sebagai “hobby kita, pekerjaan kita, pelayanan kita, suami – istri – anak – cucu kita dll.” PADAHAL JUSTRU pengertian berhala di jaman Perjanjian Lama DIPERLUAS di Perjanjian Baru, artinya, yang “original” penyembahan berhala di Perjanjian Lama TETAP DIPERSOALKAN !

 

2Kor.11:2-3

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

 

Kita dibutakan Iblis supaya kita tidak mengerti dengan sedalam-dalamnya, bahwa RENCANA PENYELAMATAN AGUNG oleh pengorbanan Yesus di kayu salib itu BUKAN HANYA SEKEDAR MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA OLEH IBLIS SAJA, MELAINKAN JAUH LEBIH BESAR DARIPADA ITU, yaitu   MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA PENYEMBAHAN BERHALA ! “Terlalu murah” kalau darah Yesus itu “hanya sekedar” untuk menebus dosa-dosa manusia saja. TETAPI OLEH DARAH YESUS KITA TERUTAMA DIBEBASKAN DARI DIPERBUDAK/ DIPERALAT IBLIS UNTUK   MEMBUAT TUHAN CEMBURU ! Jadi,TUJUAN OTENTIK PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB ITU ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KEMULIAAN BAPA S-E-U-T-U-H-N-Y-A, AGAR TIDAK TERCURI SEDIKITPUN OLEH BERHALA ! HaleluYah ! (Ref. Kel.12:42, untuk kemuliaan Tuhan).

 

Kita telah dibutakan Iblis supaya kita tetap dapat diperbudak, diperalatnya secara halus tanpa kita sadari ! Lalu mengapa kita, anak-anakNya sampai bisa dibutakan begitu ?

 

2Kor.4:1-7

4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

 

“Ilah zaman ini”, itulah penyebabnya – sehingga Iblis beroleh celah untuk “kembali” mengintervensi manusia !   Apa yang dimaksud dengan “ilah zaman ini” ? Dunia dengan segala keinginannya (1Yoh.2:15-17, Gal.5:24).

 

1Yoh.5:19-21

5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

 

Karena itu biarlah mata kita celik, SAAT INI JUGA, dalam nama Yesus !

 

 

  1. YESUS & PERAYAAN PASKAH

 

Luk.22:7-9, 15-16

22:7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.

22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.”

22:9 Kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?”

 

22:15 Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.”

 

Dari Injil Lukas diatas dapat kita simpulkan bahwa Yesus dan murid-muridNya juga merayakan Paskah, sampai pada waktu yang telah ditetapkan Bapa, Yesus berkata bahwa Paskah kali itu, DIA-lah yang akan jadi Domba Paskahnya untuk disembelih ! bukan lagi dengan mengorbankan seekor domba.

 

Mat.26:1-2, 26-28

26:1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:

26:2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.

 

26:26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

 

Pada Paskah Perjanjian Lama, darah anak domba yang orang Israel bubuhkan diambang atas dan di kedua tiang pintu rumah-rumah mereka telah membuat Tuhan melewatkan tulah kematian anak-anak sulung bangsa Mesir supaya TIDAK MENIMPA anak-anak sulung dari bangsa Israel, sehingga orang Mesir marah dan MENGUSIR orang Israel SEGERA PERGI meninggalkan Mesir, BEBAS dari perbudakan oleh mereka. Tetapi dalam Paskah Perjanjian Baru, Pencurahan darah Yesus di kayu Salib telah telah membuat umat manusia DIBEBASKAN DARI PERBUDAKAN DOSA OLEH IBLIS, (yang selama ini tanpa kita sadari ternyata) KHUSUSNYA DARI DOSA PENYEMBAHAN BERHALA, dosa pemberontakan yang sangat menyakiti hati Bapa !   (Kel.20:1-6). Penyaliban Yesus telahmenggenapi ketentuan hukum Taurat   tentang PENGAMPUNAN DOSA karena tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa (Ibr.9:22).

Luk.22:17-20

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.”

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

 

Jadi MALAM ITU, atas rencana dan kehendak Bapa(bdk. Mat.26:39), Yesus telah RESMI MENG – AMANDEMEN ketentuan tentang esensi Paskah Perjanjian Lama !Menjelang pengorbananNya di kayu salib, Yesus telah mendeklarasikan sebuah perayaan PASKAH PERJANJIAN BARU dimana roti tak beragi yang dipecah-pecahkan itu melambangkan tubuhNya yang disalibkan, dan cawan berupa anggur yang melambangkan darahNya yang tercurah untuk korban penghapus dosa-dosa manusia. Dalam Paskah Perjanjian Baru, Roti tak beragi itu tidak lagi melambangkan penderitaan bangsa Israel karena harus terburu-buru keluar dari Mesir (bdk. Ul.16:3).

 

BUKAN sembarang amandemen “kecil”, sebab : Telah terjadi ekskalasi di dalam manuver penyelamatanNya, dari Paskah Perjanjian Lama dimana Tuhan “HANYA” melakukan mujijat spektakuler membelah Laut Teberau demi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir (secara fisik) dan menuntun mereka menuju Tanah Terjanji, Kanaan, ke Paskah Perjanjian Baru, dimana Bapa telah melakukan “gebrakan kontroversial yang mengejutkan alam roh” yaitu dengan mengorbankan DiriNya Sendiri yang dalam rupa manusia Yesus, AnakNya yang tunggal itu (Yoh.1:1, 14, Aku dan Bapa adalah satu”Yoh.10:30), telah disalibkan demi untuk menyelamatkan umatNya dari perbudakan dosa oleh Iblis.

 

 

  1. LALU BAGAIMANA DENGAN MURID-MURIDNYA ?

 

1Kor.5:7-8

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

LAI menerjemahkan ayat 8 hanya dengan “marilah kita berpesta”, tetapi dalam King James Version dikatakan :

 

1Corr.5:7-8

5:7 Purge out therefore the old leaven, that ye may be a new lump, as ye are unleavened. For even Christ our passover is sacrificed for us:

5:8 Therefore let us keep the feast, not with old leaven, neither with the leaven of malice and wickedness; but with the unleavened bread of sincerity and truth.

 

Jelas tertulis himbauan Paulus untuk kita tetap merayakan Paskah/ Hari Raya Roti Tak Beragi, tetapi bukan lagi menurut aturan2 fisik/ kebendaan melainkan menurut aturan rohani yaitu dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

1Kor.11:23-26

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

 

Sebagian anak Tuhan menafsirkan perikop diatas sebagai ketentuan untuk Perjamuan Kudus, sehingga tidak perlu lagi merayakan Paskah di Perjanjian Baru. Tetapi kalau kita mau lebih kritis lagi, sebenarnya saat itu rasul Paulus JELAS-JELAS sedang me”refer” kepada apa yang Yesus lakukan saat makan Perjamuan Paskah bersama dengan murid-muridNya, hanya beberapa saat saja sebelum penderitaan dan penyalibanNya sebagai Domba Paskah. Dan seperti telah kita bahas diatas, itulah waktuNya Yesus SEDANG membuat sebuah amandemen mengenai ketetapan bahan “KESAKSIAN” yang harus di “share”kan kelak di dalam perayaan-perayaan Paskah Perjanjian Baru, yang BUKAN LAGI untuk memperingati bagaimana TUHAN melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir dulu, ketika Ia menulahi orang Mesir, dan Tuhan menyelamatkan rumah-rumah Orang Israel itu (Kel.12:26-27),TETAPI Paskah Perjanjian Baru itu, adalah Paskah untuk memperingati KematianNya ! Kematian yang membawa keselamatan dan pembebasan manusia dari perbudakan oleh Iblis sehingga manusia memiliki KEMAMPUAN untuk 100 % SETIA KEPADA TUHAN SAJA dan nama Bapa KEMBALI

dipermuliakan SEUTUHNYA

 

 

  1. BAGAIMANA ATURAN PERAYAAN PASKAH PERJANJIAN BARU ?

 

Didalam Paskah Perjanjian Lama telah ditetapkan Tuhan tentang keharusan :

  1. mempersembahkan korban sembelihan berupa kambing domba atau lembu sapi (Ul.16:1-2) lalu,
  2. makan roti tak beragi selama seminggu dan tidak boleh ada ragi di seluruh daerah orang Israel (Ul.16:3-4) dan
  3. kewajiban sunat (Kel.12:48)

 

Dalam Paskah Perjanjian Baru,

Ad.1.   Sudah digenapi SEKALI UNTUK SELAMANYA melalui korban penyaliban Yesus (1Kor.5:7b). Tetapi JANGAN LUPA kalau Tuhan Yesus memberikan kita KETENTUAN WAJIB ini :

Mat.5:23-26

5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

 

Sebelum kita memasuki waktu perayaan, hendaknya kita benar2 koreksi diri, apakah kita benar2 sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita DAN minta ampun (pemberesan) dengan orang yang mungkin sakit hati kepada kita ?

 

Ini bukan sebuah perintah yang mudah dikerjakan oleh sebagian anak Tuhan yang punya kesombongan rohani, pembenaran diri yang kuat. Tetapi Tuhan Yesus SANGAT SERIUS ketika mengkotbahkan perintahNya tersebut – bahwa kalau sampai tidak dibereskan SEBELUM kita mempersembahkan korban, maka akibatnya bisa fatal. Secara rohani, penjara bicara tentang masalah (sakit penyakit, ekonomi dll.) dan hutang yang harus dibayar itu bicara tentang pemberesan.

 

Ad.2.   RAGI - yang dimaksud dengan ragi secara rohani adalah : KESOMBONGAN ROHANI & KEMUNAFIKAN

1Kor.5:7-8

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

 

Mat.16:5-12

16:5 Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.

16:6 Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

16:7 Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.”

16:8 Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

16:9 Belum juga kamu mengerti? Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu orang itu dan berapa bakul roti kamu kumpulkan kemudian?

16:10 Ataupun akan tujuh roti untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?

16:11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

16:12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.

 

Luk.12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

 

Orang Farisi adalah orang yang sangat hafal hukum Taurat tetapi munafik karena tidak melakukan apa yang mereka ajarkan kepada orang lain (Mat.23). Lagipula mereka juga lebih meninggikan tradisi ketimbang Firman Tuhan.

 

Mrk.7:6-9

7:6 Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang- orang munafik! sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

 

Mat.5:17-20

5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

 

Jadi kalau 1Kor5:7 berkata, “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi” maka kita HARUS PASTIKAN BENAR-BENAR bahwa seminggu perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi itu menjadi waktu-waktu serius kita untuk koreksi diri supaya jangan sampai MASIH ADA KESOMBONGAN ROHANI, PEMBENARAN DIRI, KEMUNAFIKAN (OMong DOang), KEEGOISAN DAN MEMBERHALAKAN TRADISI/ ADAT ISTIADAT  dalam hidup kita, melainkan hidup kita ini HARUS dipenuhi dengan kemurnian dan kebenaran. Bahkan Rasul Paulus saja berkata :

 

Kis.24:16

Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

 

Ad.3   SUNAT

Rm.2:28-29

2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.

2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

 

Luk.6:45Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

 

Mat.5:8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

 

1Kor.11:27-34

11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

11:29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

11:32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

 

Hidup di masa Perjanjian Baru/ Hukum Kasih Karunia itu tidaklah lebih mudah dibanding jaman Hukum Taurat seperti ditafsirkan oleh sebagian besar anak-anak Tuhan.…….malahan jauh lebih berat….(baru menginginkan dengan mata saja, sudah dinilai berjinah….membenci saudara saja, sudah dinilai sebagai pembunuh…., penyembahan berhala tidak lagi berurusan dengan patung2 tetapi penilaiannya sangat meluas Kol.3:1-17) karena penilaian Tuhan tidak lagi “fisik” tetapi jauh ke dalam hati, secara roh (1Sam.16:7b). Yang lebih mudah itu HANYA ketentuan mengenai pengampunan dosa –nya, karena itulah yang DIGENAPI oleh pengorbanan Yesus di Salib !

 

Saya teringat tentang bedanya pemberian nilai/ penentuan nilai merah di Raport di jaman saya sekolah dulu dengan jaman anak saya sekolah – jaman saya sekolah dulu angka 60 di Raport itu angka “biru” atau “hitam” sedangkan dibawah itu “merah” dan kalau merahnya kebanyakan ya tidak naik kelas. Tetapi di jaman anak saya sekolah, ditentukan standard penilaian baru “SKKM” dimana untuk setiap bidang studi ditetapkan angka minimum yang berbeda-beda, tidak lagi seragam “60”. Misalnya untuk Matematika berlaku 63, Fisika 65, Bahasa Inggris 66. Jadi kalau nilai yang dicapai untuk Matematika hanya 60 ya berarti merah, begitu juga kalau untuk Fisika hanya 64 atau Bahasa Inggris 65. Apakah standard penilaian anak-anak sekarang lebih berat? IYA ! Tetapi dengan soal-soal ulangan yang dipermudah, tidak seperti waktu jaman saya sekolah dahulu. Nah kalau kita mau analogikan dengan Hukum Taurat di Perjanjian Lama vs Hukum Kasih Karunia di Perjanjian Baru maka, begitulah situasinya……JALAN PENGAMPUNAN DOSA DIPERMUDAH (1Yoh.1:9) TETAPI AKIBATNYA STANDARD KEKUDUSAN DINAIKKAN !!!

 

Jadi dapat kita simpulkan saja bahwa Selama Paskah – Hari Raya Roti Tak Beragi Perjanjian Baru, itulah hari-hari dimana kita :

 

  1. Sebagai Pribadi, kita HARUS melakukan perenungan – koreksi diri – menguji hati kita – sudah sesuaikah hidup kita sekarang dengan standard hidup murni dan benar yaitu firmanNya, demi KOMITMEN kita ke depan untuk membuat pengorbanan Yesus menyelamatkan hidup kita itu tidak sia-sia.  

 

Rm.6:17-23

6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buahyang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

  1. Demikian pula secara perayaan korporat, ketika kita umat Perjanjian Baru merayakan Paskah bersama-sama (perkumpulan raya, Ul.16:1-8) maka itulah saatNya kita sedang memberitakan kepada dunia tentang MISI PENGORBANANNYA DI SALIB SEBAGAI DOMBA PASKAH YANG DISEMBELIH, yaitu demi untuk menebus dosa-dosa umat manusia sehingga pengampunan dosa dapat diberikan oleh Tuhan.   Moment itu juga menjadi TANTANGAN BAGI DUNIA untuk, JUGA, koreksi diri dan rendah hati bersedia menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi ! Jadi pada perayaan raya Paskah Perjanjian Baru, tidak hanya diperingati perbuatan Yesus yang mempermuliakan BapaNya, tapi sekaligus juga untuk “membawa jiwa-jiwa” untuk kemuliaanNya. HaleluYah, samasekali   tidak ada pergeseran tujuan dari Kel.12:41-42, sekalipun telah di “amandemen” !

 

 

  1. PENANGGALAN MANA YANG HARUS KITA IKUTI DALAM MERAYAKAN PASKAH ?

 

Tuhan telah menetapkan sendiri sistem penanggalanNya.

 

Kel.12:1-2

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:

12:2 “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

 

Itulah bulan Abib (menurut Kitab Taurat, Ul.16:1) atau bulan Nisan (bahasa Ibrani), yaitu bulan pertama menurut penanggalan keagamaan atau bulan ke-7 menurut penanggalan sipil dalam Kalender Yahudi. Perhatikan :

 

Kel.12:47-51

12:47 Segenap jemaah Israel haruslah merayakannya.

12:48 Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli. Tetapi tidak seorang pun yang tidak bersunat boleh memakannya.

12:49 Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.”

12:50 Seluruh orang Israel berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah diperbuat mereka.

12:51 Dan tepat pada hari itu juga TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka.

 

“Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu” – tetapi kita bukanlah orang asing (Ibr : “gare” = pendatang) terhadap orang Israel melainkan gentiles (Yun : eth’-nos = suka bangsa yang memiliki kesamaan DNA), karena ketika kita menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, maka kita diangkat menjadi Israel – Israel rohani yang di okulasikan (bukan di cangkok ! Baca : 5. PENGANGKATAN) kepada pohon Zaitun sejatiNya (Rm.2:28-29, Rm.11), jadi SEHARUSNYA kita JUGA menerima ketetapanNya soal perayaan Paskah ini, yaitu sesuai dengan penanggalan Yahudi tersebut (Kel.12:49).

 

Setelah itu Tuhan MENEGASKAN KEMBALI ketetapanNya itu dalam :

 

Im.23:1-8

23:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

23:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut.

23:3 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.

23:4 Inilah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.

23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.”

 

Sekali lagi, TUHAN TELAH MENETAPKAN SENDIRI waktu perayaanNya.

Di tahun Ayin Daleth 5774 ini, Passover jatuh tanggal 15 Nisan 5774 yaitu hari Selasa, 15 April 2014. Tetapi pelaksanaan perayaannya sudah akan dimulai saat matahari terbenam sehari sebelum tanggal dimaksud (tanggal 14-nya, Im.23:5, karena permulaan hari menurut penanggalan Yahudi itu dimulai saat matahari terbenam, tidak seperti penanggalan internasional yang dimulai saat tengah malam. Jadi kalau di Indonesia, Passover tahun ini jatuh di hari   Senin, 14 April jam 22.00 (perbedaan waktu kita 4 jam lebih dahulu).

 

DAN TERNYATA berdasarkan ketetapan Tuhan, PASKAH   yang ALKITABIAH ITU SATU PAKET PERAYAAN DENGAN UNLEAVEN BREAD, tidak berdiri sendiri….

 

 

  1. BAGAIMANA   FAKTA PERAYAAN PASKAH KITA SELAMA INI ?

 

Faktanya, PASKAH yang kita kenal dan diakui di dunia dan juga di Indonesia, selalu jatuh pada hari Minggu dan kita merayakan kebangkitanNya. BUKAN KEMATIANNYA. Sementara diatas telah kita buktikan bahwa Paskah yang Alkitabiah seperti yang diwajibkan oleh ketentuan Tuhan itu adalah Paskah KematianNya (1Kor.11:23-26).

 

Mengapa bisa jatuh hari Minggu dan juga berubah menjadi Paskah KebangkitanNya? Itu karena dihitung berdasarkan   hari yang ditetapkan sebagai   hari   Jumat Agung, Wafat Isa Al Masih, yang dihitung tidak berdasarkan penanggalan Yahudi, tetapi berdasarkan ketentuan Tahun Liturgi, yang disebut juga Tahun Kristiani, yang merupakan Kalender Kristiani/ siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari   besar   harus dirayakan serta bagian mana dari   Kitab Suci yang diasosiasikan dengan hari-hari raya tersebut (Sumber : Wikipedia/ Tahun Liturgi).

 

Tetapi telah kita buktikan pula diatas bahwa kita harus mengacu kepada ketetapan penanggalan dari Tuhan sendiri, yaitu penanggalan Yahudi.   Kita tidak boleh menentukan tanggal sendiri. Bahkan ketika bangsa Israel sudah waktuNya untuk merayakan Paskah kedua, tetapi ternyata ada orang2 yang pada waktu itu masih ada di dalam perjalanan dan tidak tahir karena pegang mayat, sehingga mereka tidak dapat ikut perayaan Paskah yang seharusnya, tetapi mereka “ngotot” kepingin merayakan juga, Musa tidak berani menjawab permintaan mereka melainkan bertanya dulu kepada Tuhan…..

 

Bil.9:1-14

9:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, pada bulan yang pertama tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:

9:2 “Orang Israel harus merayakan Paskah pada waktunya;

9:3 pada hari yang keempat belas bulan ini, pada waktu senja, haruslah kamu merayakannya pada waktu yang ditetapkan, menurut segala ketetapan dan peraturannya haruslah kamu merayakannya.”

9:4 Lalu Musa menyuruh orang Israel merayakan Paskah.

9:5 Maka mereka merayakan Paskah pada bulan yang pertama, pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu senja, di padang gurun Sinai; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah dilakukan orang Israel.

9:6 Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh karena mayat, sehingga tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Mereka datang menghadap Musa dan Harun pada hari itu juga,

9:7 lalu berkata kepadanya: “Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?”

9:8 Lalu jawab Musa kepada mereka: “Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu.”

9:9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

9:10 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN.

9:11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya.

9:12 Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulang pun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya.

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

9:14 Apabila seorang asing yang telah menetap padamu hendak merayakan Paskah bagi TUHAN, maka haruslah ia merayakannya menurut segala ketetapan dan peraturan Paskah. Satu ketetapan harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli.”

 

Apa yang dapat kita simpulkan dari perikop diatas ?

KEPINGIN SEKALI MERAYAKAN SAJA, TIDAK BOLEH SEMBARANGAN MERAYAKAN SEMAUNYA SENDIRI. Kita baca diatas bahwa Tuhan mengabulkan kerinduan mereka dengan memberi dispensasi ikut Perayaan Paskah ke 2, sebulan kemudian. TETAPI kembali ditegaskan oleh Tuhan :

 

9:13 Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya.

 

Ketentuan dispensasi HANYA BERLAKU UNTUK orang-orang yang memenuhi persyaratanNya.

 

Jadi, bolehkah kita menetapkan SENDIRI tanggal perayaan Paskah LAIN, diluar penanggalan resmi Israel   ketika BAHKAN kita juga tidak memenuhi   syarat sebagai “orang yang najis, dan sedang dalam perjalanan” sehingga kita boleh merayakan Paskah ke 2 saja, mundur sebulan yad ? APALAGI kalau kita merayakan Paskah yang salah, Paskah Kebangkitan…..

 

Perhatikan TUHAN MENEGASKAN KEMBALI,

“Satu ketetapan (DISPENSASI tersebut) harus berlaku bagi kamu, baik bagi orang asing maupun bagi orang Israel asli”. Jadi kalau sudah begitu JELAS dan TEGASNYA ketentuan Tuhan untuk merayakan Paskah SESUAI WAKTU YANG TELAH TUHAN TETAPKAN, masakan kita masih berani mau menentukan tanggal sendiri, bukan ?! Memang betul kita berada di jaman Kasih Karunia dan bukan di bawah Hukum Taurat lagi, tetapi sejauh mana dan se”berani” apa kita mengharap “pengertian” Tuhan? Bukankah Yesus dan murid-muridNya saja TETAP TAAT memelihara ketetapan Tuhan tersebut ?!

 

Nah seperti sudah saya katakan di awal tulisan ini, selama ini anak-anak Tuhan menemukan “rohaninya” istilah Passover sehingga mulai mengganti istilah perayaan mereka dengan “Ibadah Passover”, tetapi mereka tetap saja melakukan tradisi yang sama, pada tanggal yang sama, dan peringatan yang salah, Paskah Kebangkitan, dari tahun ke tahun – dan tidak kembali ke kebenaran firman yang seutuhnya !

 

Nah penyingkapan yang Bapa berikan kepada saya ini juga telah menjadi tantangan bagi diri saya sendiri secara pribadi, ya…..sejauh mana kita berani keluar dari tradisi gereja kita dan mulai melakukan kebenaran yang sejati ? Mungkin sulit untuk mengubah sebuah “Gereja”, tetapi kita dapat memulainya dengan diri kita sendiri, keluarga kita sendiri dahulu….pribadi lepas pribadi….

 

 

  1. EASTER

 

Biasanya SMS dan BBM/ WA akan segera ramai dengan salam HAPPY EASTER begitu hari Minggu Paskah tiba. Tentu saja, itu terjadi di hari Paskah Kebangkitan. Banyak anak-anak Tuhan yang kurang mengerti “kejeblos” dengan ikut-ikutan mengucapkan HAPPY EASTER, padahal perayaan EASTER itu berasal dari perayaan penyembahan kepada dewi ASTARTE, ratu sorga menurut kepercayaan berhala bangsa Babel (Babylonian / Chaldean). Ilah atau allah yang membuat Tuhan sakit hati dan murka ini kita temukan namanya tercatat didalam kitab Yer.7:16-20 dan Yer.44:16-30. Kalau menurut bahasa Ibrani, dewa ini disebut sebagai ASYTORET (dewi kejijikan orang Sidon), yang dapat kita temukan namanya tertulis dalam kitab 1Raj.11:5,33 dan 2Raj.23:13 Dewi inilah sesembahan para istri Salomo yang membuatnya menyimpang dari Tuhan sehingga membuat Tuhan murka sekali pada Salomo   dan menjatuhkan hukumannya pada masa pemerintahan anaknya, Rehabeam (1Raj.11:1-11, 29-37), yaitu kerajaan Israel dipecah Tuhan menjadi 2 kerajaan, Kerajaan Utara/ Samaria (Yerobeam) dan Kerajaan Selatan/ Yehuda (Rehabeam) – 1Raj.11:26-43.

 

Dalam konteks yang lebih modern, Bangsa Anglo – Saxon (Inggris) menyebut nama dewi ini OESTRE, yaitu dewi musim semi – kesuburan dan kehidupan baru. ”Oestre” kadang2 dièja sebagai ”Estre” atau juga ”Eastre” hingga akhirnya menjadi ”Easter” ! Mari kita baca peringatan Musa kepada bangsa Israel :

Kel.23:13Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.

Nah jadi anak-anak Tuhan yang tidak menyadari kebenaran ini dan ikut-ikutan berkirim SMS atau BBM/ WA mengucapkan ”HAPPY EASTER” itu berarti sudah berbuat kekejian dihadapan Tuhan ! Karena mereka menyebut nama dewi Asytoret ’kan ! Kenapa mereka bisa berlaku begitu ? Sebab niat mereka sebenarnya ”hanya” kerèn- kerènan, gagah-gagahan pakai bahasa Inggris, tanpa tahu arti yang sebenarnya ! Yang lebih parah, para Usher di muka pintu Gereja juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” dengan senyum kudusnya ! L Maksud hati mereka tentu saja rohani sekali, mengucapkan ”Selamat Paskah” kepada jemaat, tapi supaya lebih kerèn mereka pakai bahasa Inggris ”HAPPY EASTER” sehingga kejeblos lah mereka dan Iblis kembali diuntungkan : impartasi ”HAPPY EASTER” kepada jemaat ! Jemaat yang kurang mengerti berpikir ”Ah ya hari ini ’HAPPY EASTER’ ya.” Lalu sepulang dari gereja itu sibuklah mereka juga mengucapkan ”HAPPY EASTER” kepada teman & handai taulan mereka lewat SMS/ BBM/ WA !   Aduh, Firman Tuhan berkata, kita menyebut nama-nya ilah itu saja juga tidak boleh lho !!!

 

Simbol dari Paskah EASTER yang tidak Alkitabiah ini adalah : kelinci, telur dan domba ”Paskah” !!! Sejak jaman kuno, orang-orang kafir menyembah kelinci-kelinci sebagai dewa-dewa seks dan kesuburan karena gairah seksual dan reproduksi (beranak) mereka yang pesat dan dalam tradisi-tradisi kafir di Mesir dan Persia, dewa-dewa kelinci itu dihormati dan disembah secara khusus di musim semi. Karena kebangkitan Yesus terjadi di musim semi, maka tradisi berhala mempunyai kesempatan buat ”ndomplèng” memasuki kekristenan !

Demikian pula,   selama berabad-abad, telur telah menjadi simbol-simbol kesuburan dan kehidupan yang baru. Dalam masyarakat kafir di Mesir & Mesopotamia, telur-telur yang dihias dengan cantik, dipersembahkan sebagai hadiah-hadiah dan jimat-jimat untuk membawa kesuburan, khususnya kepada wanita-wanita yang sedang hamil. Kalau menurut versi tradisi kafir Anglo – Saxon, dulunya ada seekor burung yang besar yang ingin menjadi seekor kelinci. OESTRE, dewi musim semi, kesuburan dan kehidupan baru, dengan penuh kemurahan mengubah burung tersebut menjadi seekor kelinci, sehingga dia menjadi lebih produktif (banyak anaknya).   Sebagai ungkapan terimakasihnya kepada dewi Oestre, maka kelinci baru itu (yang masih ingat bahwa dulunya dia burung dan menelurkan telur burung) muncul di musim semi selama perayaan Oestre dan mempersembahkan telur-telur yang indah untuk dewi tersebut. Ternyata begitu ya ceritanya ada coklat-coklat berbentuk kelinci dengan sekeranjang telur-telur kalau hari Paskah dunia tiba ! Selama abad pertengahan, juga merupakan suatu tradisi untuk memberikan telur-telur bagi para pembantu. Raja Edward I dari Inggris menyiapkan 450 telur rebus sebelum (“Paskah”) Easter lalu mencelup atau menyelubunginya dengan daun emas. Kemudian dia akan memberikannya kepada anggota rumahtangga kerajaan pada waktu hari (“Paskah”) Easter. Telur merupakan symbol berhala kuno untuk kelahiran kembali dan dilaksanakan pada saat   “lamanya siang dan malam hari itu sama panjangnya” di musim semi (equinox), sebagai permulaan tahun baru berhala.

Gawatnya, gereja-gereja Tuhan masih banyak yang belum mengerti tentang latar belakang berhala ini dan masih membagikan coklat-coklat berbentuk telur / kelinci dan mengadakan lomba menghias telur kalau perayaan Paskah di Sekolah Minggu mereka !!!

Pada abad pertengahan muncul simbol ”paskah” (EASTER) yang lainnya, yaitu seekor domba yang memegang sebuah bendera putih dengan sebuah salib merah ditengahnya, yang katanya, melambangkan kebangkitan Kristus. Kelihatannya rohani ya, tapi sebetulnya samsekali tidak Alkitabiah karena Tuhan tidak pernah menyuruh kita untuk memperingati kebangkitanNya ! Tuhan hanya memerintahkan kita untuk memperingati kematianNya (Yoh.1:29, Mat. 26:26-28).

Kembali lagi, anak-anak Tuhan telah mengada-adakan perayaan ”kudus” YANG TIDAK DIPERINTAHKAN oleh Tuhan sendiri (ingat kembali dosa Israel dengan tragedi anak lembu emas, dan dosa Yerobeam, ”double lembu emas“). Jadi, bagaimanapun kudusnya niat hati pencipta gambar domba itu, simbol domba itu tetaplah TIDAK ALKITABIAH ! Mentaati Firman yang sudah   ada saja masih susah dan bergumul. Lah kok ya mau bikin peraturan sendiri !

Jadi ternyata memang ada kerancuan (ke”korslet”an) yang luar biasa parah didalam perayaan Paskah kita selama ini !

Ul.12:29-32

12:29 “Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,

12:30 maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

12:31 Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.

12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

 

(Catatan : Alkitab kita / LAI telah menterjemahkan bagian kalimat yang digaris-bawahi itu dari “You shall not worship the Lord your God in that way” yang seharusnya lebih tepat diterjemahkan sebagai “Kamu tidak boleh menyembah Tuhan dengan cara seperti mereka itu” sehingga artinya jadi lebih TEGAS sebagai larangan, dan tidak hanya “bernilai sebagai himbauan” saja seperti halnya dengan terjemahan LAI).

2Kor.7:1Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

 

 

 

 

Jesus Bless You !

deborahtheshofar.wordpress.com

 

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2014 in Indonesian version

 

5. PENGANGKATAN Pre, Mid atau Post Tribulation ? atau Pre Wrath ?

PENGANGKATAN adalah  suatu  peristiwa  akhir  jaman  yang  sangat  dinanti-nantikan  oleh  anak-anak  Tuhan  yang  menyadari  bahwa  waktuNya  itu  sudah  begitu  dekat,  saat  Tuhan  akan  menggenapi  semua  nubuatan  yang  tersisa  didalam  Alkitab,  sebelum  Tuhan  menghabisi  segala  kejahatan  yang  ada  di dalam  dunia  ini,  dan  sebelum  Tuhan  mendirikan  Kerajaan  Seribu  TahunNya  kelak.  Karena  bentuknya  masih  berupa  nubuatan  itulah  maka  timbul  berbagai-bagai  penafsiran  tentang  kapan  kira-kira terjadinya  hal  itu  kelak.  Tiga  macam  penafsiran  (doktrin)  yang  umumnya  ada  ditengah-tengah  anak-anak  Tuhan  itu  adalah :

  • PRE – TRIBULATION yaitu  Pengangkatan  akan  terjadi  SEBELUM masa  kesusahan  dimulai,  artinya  kita  tidak  akan  mengalami  bagaimana  sulitnya  masa  kesusahan  apalagi  mengerikannya  masa  Antikris  itu.
  • MID – TRIBULATION yaitu  Pengangkatan  akan  terjadi  DITENGAH – TENGAH masa  kesusahan,  sesaat  sebelum  masa  Antikris  tiba,  artinya  kita  akan  “mencicipi”  dulu  bagaimana  masa  kesusahan  itu  dan
  • POST – TRIBULATION yaitu  Pengangkatan  akan  terjadi  SESUDAH masa  kesusahan/ masa  Antikris,  artinya  kita  semua  mau  tidak  mau – suka  tidak  suka  HARUS melewati  juga  masa  Antikris  itu !

Dan  belum  lama  ini  juga  ditemukan  penafsiran  atau  istilah  baru  yang  beredar  dikalangan  terbatas  anak-anak  Tuhan  yaitu  :

  • PRE – WRATH yaitu  Pengangkatan  akan  terjadi  SESAAT  SEBELUM cawan  murka  Tuhan  ditumpahkan  kepada  Antikris  dan  antek-anteknya.

Sebagai  anak-anak  Tuhan  “awam”,  kita  kembali dibingungkan  oleh  rupa-rupa  angin  pengajaran  yang  ada  itu !  Yang  mana  yang  benar  sebetulnya ?  Kalau  kita  mau  “enak  dan  aman”  tentunya  kita  akan  memilih untuk  menganut  PRE – TRIBULATION saja  bukan ?!  Tetapi  ini  bukannya  masalah  preferensi  atau  pilih – memilih  karena  preferensi  tidak  akan  pernah  menyelamatkan  kita ! Tetapi  kita  harus  mencari  kebenaranNya  yang  menyelamatkan !

FAKTANYA,  memang  sebagian  besar  dari  gereja2  beraliran Pantekosta  menganut  doktrin  PRE – TRIBULATION. Sehingga  begitu  jugalah  saya  pada  awalnya  percaya,  tanpa  saya  mengerti  benar  dari  ayat  manakah  dasar  kesimpulan  mereka  itu  dan  saya  terima  saja  doktrin  itu  “mentah-mentah”.  Sampailah  di bulan  Juli  2007,  Pdt.  Ir.  Danny  Soepangat  datang  ke  gereja  kami  dan  menyampaikan  permohonan  maafnya  kepada  semua  jemaat  yang  pernah  mendengar  kotbah  beliau  selama  13  tahun  terakhir  beliau  mengajar  tentang  Akhir  Jaman  itu,  karena  dulu  dia  mengajarkan  bahwa  saat  Pengangkatan  itu  akan  terjadi  pada  PRE – TRIBULATION, padahal  yang  sebenarnya  ternyata  adalah POST – TRIBULATION !!! Jadi  sejak  beliau  menyadari  kesalahan  pengajarannya  dulu  itulah,  beliau  pergi  keliling  ke  gereja2  yang  pernah  dia  layani  dulu,  baik  di  Indonesia  maupun  di luar  negeri  untuk  MERALAT  kesalahannya  itu  dan  bahkan  supaya  kebenaranNya  dapat  lebih  cepat  sampai kemana-mana,  beliau  telah  membuka  website  (www.akhir-zaman.com)   yang  a.l  menjelaskan  bahwa   Pengangkatan  itu  akan  terjadi  pada  masa  POST – TRIBULATION, lengkap  disertai  dengan  segala  informasi  terkini  tentang  penggenapan  tanda-tanda  akhir  jaman,  misalnya  dimana  saja   sudah  dan  sedang  terjadi  gempa  bumi  atau  gunung  meletus  atau  komet-komet  berikutnya  yang  akan  berjatuhan  ataupun  jenis  penyakit-penyakit  yang  sedang  merajalela  diseluruh  dunia.  Bukan  main !  segala  kemudahan  bagi  kita  untuk  berjaga-jaga  sudah  disiapkanNya  lewat  HambaNya  ini.  Puji  Tuhan !

Kebenaran  tentang  POST – TRIBULATION  ini  sungguh  membuat  sebagian  besar  anak-anak  Tuhan  merasa  resah  dan  gelisah,  sebab  ternyata  itu  berarti  kita  semua  mau  tidak  mau – suka  tidak  suka  HARUS melewati  dulu  masa  Antikris  itu !  Dan  itu  mengerikan,  lebih-lebih  bagi  anak-anak  Tuhan  yang  pernah  menonton  ilustrasi  film  tentang  Akhir  Jaman !  Tapi,  benarkah  memang  POST – TRIBULATION  ? Mari  kita  buktikan  saja  sendiri  secara  “bodoh-bodohan”  lagi  seperti  biasanya,  sehingga  kita  tidak  disesatkan  oleh  “rupa2  angin  pengajaran”.  Tetapi  sebelum  kita  mulai  maka  kita  pegang dulu  prinsip  penafsiran  Akhir  Jaman  yang  logis dari  pak  Danny  sbb. :

  • Kalau  Yesus  telah  turun  kedunia  (dari  Surga)  dan  dilahirkan  menjadi  manusia,  lalu  Yesus  kembali  lagi  ke  Surga  (Kenaikan)  dan  akan  segera  datang  kembali  dengan  cara  yang  sama  seperti  waktu  Dia  terangkat  naik  ke Surga  itu  seperti  yang  dikatakan  dalam:

Kis.1:9-11

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.

maka  logikanya, YESUSLAH  SATU2NYA  “ORANG”  YANG  TAHU  PERSIS bagaimana  “A – Z”  caranya  Dia  akan  datang  kembali  kelak…. Jadi  Yesuslah  “Orang”  yang  TEPAT untuk  kita  bertanya…….

  • Karena  itulah  DASAR  studi  kita  tentang  Akhir  Jaman  HARUS  DIMULAI DARI atau  BERDASARKAN  PADA  KOTBAH  TUHAN  YESUS  SENDIRI tentang  Akhir  Jaman,  BUKANNYA dari  nubuatan  para  Nabi  ataupun  Surat-surat  Rasul  Paulus  atau  Rasul-rasul  lainnya,  KARENA  HASILNYA  AKAN  BERBEDA !!!

1Kor.3:11

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Nubuatan-nubuatan  para  Nabi  dan  Surat-surat  para  Rasul  itu  seharusnya  hanya  merupakan  pelengkap  penjelasan  dari  Kotbah  Tuhan  Yesus-nya  itu  saja.  Berarti  kita  harus  mulai  dari  kitab  Matius pasal  24  atau  Markus  pasal 13,  kotbah  Tuhan  Yesus  kepada  murid-muridNya  di Bukit  Zaitun.  Baca  kedua  pasal  tersebut  selengkapnya  dan  temukan  KUNCI daripada  kapan  itu  saat  PengangkatanNya,  menurut  kata  Yesus  sendiri !

Sekarang  mari  kita  mulai  penggalian  kita !

Mat.24:15-16

24:15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel –para pembaca hendaklah memperhatikannya—

24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Jadi  sekarang  kita  akan  membaca  apa  yang  dikatakan  oleh  nabi  Daniel  itu,  sebab  Tuhan  Yesus  sendiri  yang  menyuruh  kita  membacanya !

Dan.9:27

Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

Nabi  Daniel  menyampaikan  nubuatan  bahwa  akan  ada  7  tahun  masa  kesusahan  yang  akan  dimulai  saat  bangsa  Israel  membuat  perjanjian  damai  dengan  suatu  negara  yang  pada  akhirnya  kelak  ternyata  adalah  Antikris  dimana  dengan  perjanjian  itu  BAIT SUCI  akan  dibangun  kembali  dan  belakangan  Antikris  akan  menduduki  Bait  Suci  itu  serta  mengkhianati  perjanjiannya  dengan  bangsa  Israel,  lalu  menyatakan  dirinya  sebagai  TUHAN  dipertengahan  masa  7  tahun  itu  (jadi  kita  bisa  membagi  masa  kesusahan  itu  menjadi  2  bagian  yaitu  3½  tahun  I  (Masa  Kesusahan) dan  3½  tahun II  yang  biasa  disebut  sebagai  Masa  Kesusahan  Besar (THE  GREAT  TRIBULATION) atau Masa Antikris, dimana  kejahatan  Antikris  akan  Tuhan  biarkan  merajalela.

Dan.12:7

Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit:Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”


Perhatikan,  pada  nubuatan  Nabi  Daniel  selanjutnya  itu  juga  ditegaskan  kembali  bahwa akan  ada  masa  3½ tahun  ke II  (dari  7  tahun  masa  kesusahan  itu)  yang  akan  diberikan  kepada  Antikris  sebelum  murka  Tuhan  (Wrath)  ditumpahkan  kepada  Antikris  dan  pengikut-pengikutnya  dan  kemudian  Tuhan  Yesus  datang  kembali  untuk  yang  kedua  kalinya  ke bumi  (Second  Coming)  dalam  perang  Harmagedon,  untuk  menghancurkan  Antikris  dan  semua  pengikutnya.

Sekarang  kita  kembali  ke  kotbah  Yesus,  kitab  Markus,

Mrk.13:19-20  (= Mat.24:21-22)

13:19 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Tuhan, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

13:20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

Jadi  berdasarkan  ayat-ayat  diatas,  ternyata   menurut  Yesus,  kita  itu  memang  harus  melewati  masa  kesusahan !  Tapi  Tuhan  akan  mempersingkat waktunya,  demi  kita! Kita  lihat  bagaimana  versi  Injil  Matius  :

Mat. 24:29-31

24:29 Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Lebih  jelas  sekarang.  TERNYATA  siksaan  pada  masa  itu,  yang  akandipersingkat  waktunyadengan  Pengangkatan  anak-anak  Tuhan  ke  awan-awan  itu,  akan  terjadi  SEGERA  SESUDAH siksaan  pada  masa  itu.  Berarti Pengangkatan  itu  JELAS-JELAS  tidak  akan  terjadi  pada  masa  PRE – TRIBULATION !!! Berikut  ini,  kita  lihat  ayat-ayat  dari  Rasul  Paulus  dll.:

2Tes.2:1-4

2:1. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,

2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Tuhan. Bahkan ia duduk di Bait Suci dan mau menyatakan diri sebagai Tuhan.

Perhatikan,  Rasul  Paulus  juga  sudah  memperingatkan  kita  semua  bahwa   sebelum “Hari itu”, yaitu  PENGANGKATAN  ituharuslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa – Nah  manusia  durhaka  itulah  yang  disebut  sebagai  “Pembinasa  keji”  dalam  Mat.24:15,  atau  “Yang  Membinasakan”  dalam  Dan.9:27  atau  “Perusak”  dalam  Dan.12:7  atau  “Pendusta”  dalam  1Yoh.2:22  atau   ANTIKRISTUS, yang  baru  akan  menyatakan  dirinya  kelak  di  pertengahan  7  tahun  masa  kesusahan  itu !


–> Jadi  JELAS  SEKALI  bahwa Pengangkatan  itu  juga tidak  akan  terjadi  pada  MID – TRIBULATION,  sekalipun !!!

Why.10:7

Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Tuhan, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi.”


KEPUTUSAN  RAHASIA  APAKAH  ITU ?

Perhatikan ayat-ayat  berikut  ini :

1Kor.15:51-52

15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

1Tes.5:9-10

5:9 Karena Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,

5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.


–>  Berdasarkan  Dan.9:27  dan  Dan.12:7,  jelas  bahwa  Antikris  itu  hanya  akan  diberi  waktu  selama  3½  saja  oleh  Tuhan  untuk  berkuasa,  yaitu  mulai  dari  pertengahan  masa  sampai  selesainya  masa  7  tahun  kesusahan  itu.

–> Lalu  didalam  kitab  Wahyu  dijelaskan  bahwa  disepanjang  7  tahun  masa  kesusahan  itu  akan  ada :

  • 7  Materai yang  akan  dibuka  oleh  Tuhan  Yesus (Materai  berbicara  tentang  jenis2  kesusahan  yang  akan  terjadi  di bumi)  – selanjutnya
  • 7  Sangkakala yang  akan  ditiup  oleh  para  malaikat  (Tiupan  Sangkakala  berbicara  tentang  jenis2  musibah  alam  yang  mengerikan  yang  akan  terjadi  di bumi)  dan  sesudahnya  ada
  • 7  Cawan  Murka  Tuhan  (WRATH) yang  MENGERIKAN SEKALI  yang  akan  ditumpahkan  kepada  Antikris  &  pengikut-pengikutnya.

Lalu  dalam  1Tes.5:9  itu,  Rasul  Paulus  juga  menegaskan  bahwa  kita  itu  tidak  ditetapkan  Tuhan  untuk  ditimpa  murka  Tuhan  yang  akan  ditumpahkan  kepada  Antikris  pada  saat  berakhirnya  masa  kekuasaan  Antikris (7  cawan  murka  Tuhan / WRATH),  yaitu  pada  akhir  masa  kesusahan yang  7  tahun  itu  dan  bahwa  kita  akan  diangkat  ke  awan-awan  pada  saat  Sangkakala  (Nafiri)  yang  ke 7  dibunyikan,  jadi  SESAAT  SEBELUM  Cawan  Murka  Tuhan  ditumpahkan  satu  demi  satu  kebumi,  kepada  Antikris  dan  semua  pengikutnya,  kepada  semua  orang  yang  memakai  tanda  BIOCHIP  “666”  itu  di dahi  atau  punggung  tangan  kanannya,  untuk  mengakhiri 3½  tahun masa  kekuasaan  Antikris  di bumi.

Why.11:15-19

11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

11:16 Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,

11:17 sambil berkata: “Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

11:18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.”

11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

JADI,  KEPUTUSAN  RAHASIA  TUHAN  ITU  ADALAH  BAHWA  PENGANGKATAN  ITU  TERJADINYA  PADA  WAKTU  SANGKAKALA  (NAFIRI)  YANG  KE 7 DIBUNYIKAN (perhatikan  bagian  ayat  yang  berwarna  biru) &  SEBELUM  CAWAN  MURKA  DITUMPAHKAN (perhatikan  bagian  ayat  yang  berwarna  merah),  YAITU  PADA  AKHIR  7  TAHUN  MASA  KESUSAHAN  !!!

–> Jelas  terbukti  sudah,  bahwa  Pengangkatan  itu  terjadinya  di  “POST – TRIBULATION”  (Sesudah  Masa  Antikris)  atau  diujung  berakhirnya  masa  7  tahun  kesusahan  itu  atau  lebih  tepatnya  lagi  kalau  kita  katakan  sebagai  “PRE – WRATH”  (Sesaat  sebelum  Cawan  Murka  Tuhan  ditumpahkan)  !!!


Kalau  saya  coba  gambarkan  maka  gambarnya  menjadi  sbb.:

Sekarang,  kita  coba  telusuri  kembali  konfirmasi  tentang  POST – TRIBULATION  atau  PRE – WRATH  itu  dengan  pendekatan  yang  berbeda,  melalui  ayat-ayat  lain.  Dalam  Mat.24:29, 22  dan  Mrk.13:20  diatas  kita  sudah  menemukan  bahwa  Pengangkatan  itu  akan  terjadi   “SEGERA  sesudah  siksaan  pada  “masa  itu”  atau  “masa  kesusahan”  yang  DIPERSINGKAT  waktunya. Nah  sekarang  kembali  pertanyaan  kita  adalah  : SEBERAPA  SINGKATNYA  waktu  itu ????

Mat.24:15-16

24:15 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya    à ini  berarti  di tengah-tengah  3½  tahun  itu  tadi,  bukan! 

24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Why.12:6

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Tuhan, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Why.12:14

Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar (Rajawali) yang besar supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


Perhatikan,  kata  “Perempuan” itu  melambangkan  “bangsa  Israel”  sebagai  mempelai  perempuanNya !

–> 1260  hari itu  adalah  TEPAT  sama  dengan (1masa + 2masa + ½masa) atau =  3½  tahun X  360  hari  tahunnya  bangsa Yahudi/ Israel  (beda  dengan  tahunnya  kita  yang  365  hari  setahun  itu) = 1260 hari


Apa  itu  artinya ?

Mungkin  ada  yang  akan  “complain”  bahwa  ayat-ayat  yang  saya  kutip  diatas  itu  (Mat.24:22, Mrk.13:20, Why.12:6,14)  hanya  berlaku  untuk  bangsa  Israel  saja,  bukannya  untuk  kita,  anak-anak  Tuhan,  GerejaNya.  Jangan  terkecoh !  Kitab  Rm.11  membahas  tentang  Israel,  bangsa  pilihanNya  dan  juga  kita,  bangsa  lain  yang  beroleh  kasih  karuniaNya,  yaitu  kesempatan  yang  diberikan  oleh  Tuhan  untuk  menjadi  orang  pilihanNya  juga  sekalipun  bukan  bangsa  Israel,  akibat  ketegar-tengkukan  bangsa  Israel  yang  bebal  tidak  mau  bertobat !

Nah,  sekalipun  kita  juga  mendapat  kesempatan  untuk  menjadi  orang  pilihanNya  Tuhan  sebab  iman  kita  kepadaNya,  tetapi  itu  tidaklah  berarti  bahwa  kita  ini  boleh  merasa  lebih  tinggi,  lebih  berarti  daripada  bangsa  IsraelNya  sehingga  kita,  orang-orang  pilihanNya,  gerejaNya  ini  bisa diangkat  lebih  dulu  sebelum  bangsa  Israel,  bangsa  pilihanNya  yang  asli itu,  diangkat !!! Ayat  berikut  ini  adalah  cuplikan  dari  kitab  Roma  pasal  11  yang  menggambarkan  Yesus  sebagai  Pohon  Zaitun,  Bangsa  Israel  sebagai  “cabang-cabang  asli”nya  sedangkan  kita,  bangsa-bangsa  lain  sebagai  “tunas  liar”  yang  dicangkokkan  kepada  pohon  Zaitun  asli  oleh  karena  ada  cabang2  yang  dipotongNya  (yaitu  orang2  Israel  yang  pada  bandel,  pada  tegar  tengkuk  itu).

Rm.11:17-22

11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

11:21 Sebab kalau Tuhan tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Tuhan dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Catatan,  sebenarnya  terjemahan  kata  dicangkokkan itu tidak  tepat,  karena  seharusnya  di”tempelkan”  (grafted).  Sebab  terjemahan  dicangkokkan itu  tidak  sesuai  artinya  dengan  maksud  perumpamaan  Yesus,  sebab kalau  yang  namanya  dicangkokkan itu  berarti,  bagian  pangkal  dari  sebuah  cabang  yang  cukup  tua  dikuliti  dari  kulit  luarnya  sampai  bersih  hingga  tinggal  bagian  dalam  batangnya  lalu  dibungkus  dengan  segumpal  tanah  yang  lembab  dan  kemudian  dibungkus  dengan  plastik  selama  beberapa  waktu  lamanya  sampai  ranting  itu  berakar.  Kemudian  kalau  batang  yang  pangkalnya  sudah  berakar  itu  kita  potong,  tinggal  kita  tanam  saja  ditanah,  maka  dia  akan  tumbuh  menjadi  pohon  baru  sendiri,  terpisah  dari  pohon  induknya, tetapi  semua  sifatnya  nanti  persis  sama  dengan  pohon  aslinya.

Sedangkan  kalau  di”tempelkan”,  maka  sesudah  batangnya  dipotong  itu,  dia  harus  langsung  ditempelkan  ke  batang  pohon  lainnya  yang  juga  sama-sama  baru  dipotong  batangnya,  lalu  pada  bekas  lukanya  tadi,  potongan  batang  yang  satu  itu  ditempelkan  dan  di”plester”  menjadi  satu  supaya  segera  “menyatu”  dengan  pohon  yang  baru  itu.  Jadi  potongan  batang  itu  bisa  tetap  hidup  karena  menempel  di pohon  yang  baru,  tetapi  sifat  batangnya  nanti  akan  berubah,  karena  terjadi  “perkawinan”  dengan  sifat  pohon  yang  baru.

Begitu  juga  maksud  Tuhan  dengan  perumpamaan  pohon  zaitun  itu !   Yaitu  kita,  si  tunas  zaitun  liar  itu,  yang  dipotong  dari  pohon  zaitun  liar  terus   di”ditempelkan” ke  pohon  Zaitun  Sejati  itu  (= Yesus  sendiri)  supaya  kita  bisa  menyatu  dan  menjadi  seperti  Yesus, pohon  Zaitun  Sejatinya itu ! Jadi  bukannya  ditanam  suruh  berakar  sendiri  bukan ?! – nah  kalau  kita  pakai  istilah  dicangkok itu  (LAI)  lalu  apa  bedanya  kita  yang  “baru”  dengan   kita  yang  “lama”,  akan  tetap  saja  dengan  sifat  asli  “liar”  kita  tadinya  juga  bukan ?! – ya  tetap  saja  liar !

Nah  kalau  bangsa  Israel-nya  saja  (cabang-cabang  asli)  harus  menunggu – melewati  3½  tahun  masa  Antikris  itu  selesai  dulu,  apakah  masuk  di  akal  kalau  kita  diangkat  lebih  dulu ??? Perhatikan  ayat2  yang  saya  tulis  tebal  dan  besar  itu,  intinya  Rasul  Paulus  memperingatkan  kita  SUPAYA  KITA  JANGAN  SOMBONG,  JANGAN  MERASA  DIRI  LEBIH  KUDUS  DARIPADA  ORANG  ISRAEL  sehingga  kita  itu  boleh  merasa  layak  untuk  diangkat  lebih  dulu  sebelum  bangsa  Israelnya  diangkat !!!  Bahkan Rasul  Paulus  sudah  mengingatkan  kepada  kita  bahwa :

Kis.14:22

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kita harus mengalami banyak sengsara.

Pertanyaan  kita  berikutnya,  kalau  orang2  Israel  itu  nantinya  disuruh  Tuhan  lari,  bersembunyi  di  pegunungan….lalu  kita  disuruh  lari  kemana…….?  Nah  itu  dia  yang  saya  tidak  bisa  menjawab  sebab  belum  menemukan  ayatnya,  tapi  tenang  saja,  suatu  hari  kelak  pasti  akan  Tuhan  singkapkan,  tepat  pada  waktuNya. Tenang  saja.  Jangan  pernah  lupa  ayat  ini :

Ul.29:29

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Bapa kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Pertanyaan  penting  yang  berikutnya,  tinggal  berapa  lama  lagikah   waktuNya  yang  tersisa  bagi  kita  sebelum  PengangkatanNya  tiba ?  Tak  seorangpun  yang  tahu  karena :

Mat.24:36

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.

1Tes.5:1-11

5:1. Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,

5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput.

5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,

5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

5:6. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

5:9 Karena Tuhan tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,

5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

5:11. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Jadi  yang  penting  bagi  kita  sekarang  (sesudah  kita  tahu  bahwa  mau  tidak  mau,  suka  tidak  suka  KITA  ITU  HARUS  MELEWATI  DULU  7  TAHUN  MASA  KESUSAHAN  sebelum  kita  alami  Pengangkatan)  adalah  MEMPERSIAPKAN  DIRI  KITA  MASING-MASING  dengan  KOREKSI  DIRI  TERUS  GUNA  MENYESUAIKAN  DIRI  DENGAN  STANDARDNYA,  yaitu  dengan  Menjadi  Pelaku  FirmanNya !!! Kita  harus  menjadi  seperti  5  Gadis  yang  bijaksana  itu  yang  pelitanya  tetap  menyala  saat  MempelaiNya  tiba !!!  Lalu  kita  perhatikan  jugalah  penggenapan  TANDA – TANDA  yang  sudah  dinyatakan  dalam  Alkitab  (Why.6 – Why.11,  tentang  7  Materai  dan  7  Sangkakala  itu),  saudara  juga  dapat  memonitor  keadaan  yang  up to date  tentang  kemajuan  penggenapan  tanda-tanda  itu  melalui  www.akhir-zaman.com.

Mzm.90:12

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Jesus  Bless  You

(http://deborahtheshofar.wordpress.com)

 
13 Comments

Posted by on March 3, 2010 in Indonesian version

 

4. Sekali Selamat Apakah Tetap Selamat ?

Saat  ini  kita  sedang  berada  di ujung  Akhir  Jaman.  Dan  semua  agama  juga  menyadari  hal  itu,  tanpa  kecuali.  Kalau  kita  pergi  ke Toko  Buku  maka  kita  bisa  melihat,  bahwa  agama-agama  lainpun  diluar  agama  Kristen,  begitu  bersemangat  membahas  tentang  “kiamat”  yang  akan  segera  tiba  yang,  jelas-jelas  menakutkan  mereka  sehingga  mereka  berusaha  mencari  jalan,  untuk  bisa  membuat  Tuhan  berkenan  kepada  mereka  dan  menerima  mereka,  kelak  di Surga  saat  mereka  harus  menghadapi  PengadilanNya.

Bagaimana  dengan  kita,  anak-anak  Tuhan ?  Ternyata  masih  banyak  sekali  yang  hidup  santai  tidak  memikirkan  tanda-tanda  akhir  jaman  apalagi  mengintrospeksi  keadaan  rohani  mereka  sendiri  seperti  halnya  dengan  penganut  agama-agama  lain  itu.  Itu  karena  persepsi  mereka  yang  salah  selama  ini,  bahwa  begitu  kita  terima  Yesus  menjadi  anak-anak  Tuhan  itu,  kita  itu  “sekali  selamat – tetap  selamat  masuk  Surga”. Itulah  faham  aliran  Calvinist.  Tetapi  aliran  Armenian mengatakan  bahwa  seorang  anak  Tuhan  dapat  saja  kehilangan  keselamatannya  jika  saja  dia  tetap  hidup  didalam  dosa  sesudah  dia  mengenal  Tuhan  Yesus. Banyak  argumentasi  dengan  menggunakan  ayat  Firman  Tuhan  telah  saling  di”lemparkan”  oleh  kedua  penganutnya  guna  mempertahankan  pendapat  atau  doktrin  gereja  mereka  masing-masing.

Penganut  aliran  Calvinist biasanya  memakai  ayat  ini :  

Yoh.10:28

dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Tetapi  aliran  Armenian antara  lain  berpegang  pada  ayat-ayat  berkut  ini :

Ibr.10:26

Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

Ibr.6:4-6

6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,

6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Bapa dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Bapa bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Gal.5:19-21

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Bapa.

Nah,  jadi  faham  aliran  yang  mana  yang  benar ?  Keduanya  menggunakan  ayat-ayat  Firman  Tuhan  sebagai  dasar  penafsirannya.  Membingungkan !  Tapi  seperti  sudah  saya  sampaikan  pada  tulisan  saya  diawal  Blog  ini,  bahwa  marilah  kita  yang  awam  ini,  “bodoh-bodohan”  sajalah  bertanya  kepada  Tuhan  dan  meneliti  sendiri  dari  Alkitab.  Pasti  suatu  hari  akan  dinyatakanNya  jawabanNya  yang  benar.  Nah  kebenaran  yang  “telak”  berikut  ini  saya  temukan  secara  tidak  sengaja setelah  Tuhan  menyampaikan  pesanNya  untuk  2010  kepada  saya  untuk  disampaikan  kepada  sebanyak  mungkin orang  (Baca :  PESAN  TUHAN  2010),  saat  saya  sedang  berada  ditengah-tengah  sebuah  KKR  besar  di penghujung  tahun  2009  yang  lalu.

Mat.13:24-30

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Ayat  41  itulah  KUNCINYA ! Ternyata  tidak  semua  anak-anak  Tuhan  (dalam  kerajaanNya)  pasti  selamat  masuk  Surga !!! Karena  tidak  semua  orang  yang  berada  didalam  kerajaanNya  itu  adalah  orang-orang  benar  (GANDUM)  semuanya  tetapi  juga  ada  orang-orang  fasik  (LALANG),  yang  menyesatkan  anak-anak  Tuhan  yang  benar  itu  dengan  perbuatan  jahatnya. Dan  kesudahan  para  Lalang  itu  sudah  amat  jelas : NERAKA ! Jadi,  jelas  sekali  bahwa,  Sekali  selamat itu  BELUM  TENTU Selamat  masuk  surga,  kalau  saja  hidup  anak-anak  Tuhan  itu  tidak  pernah  mau  berubah  menjadi  seperti  Yesus !

1Ptr.4:17

Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Tuhan sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Yesus ?

Rm.11:22

Sebab itu perhatikanlah kemurahan Bapa dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

1Yoh.2:6

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Mat.3:8-10

3: 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Tuhan dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Jadi,  marilah  kita  koreksi  diri  kita  benar-benar  SETIAP  HARI – SETIAP  SAAT  supaya  kita  tidak  kecolongan  dengan  benih-benih  lalang  yang  ada  dalam  pikiran,  hati – perasaan  dan  sikap  perbuatan  kita  yang  terlanjur  tumbuh  subur  di dalam  hidup  kita  yang  kelak  dapat  menjadi  penghalang  kita  untuk  layak  mengalami  Pengangkatan,  bertemu  dengan  Yesus  di awan-awan  dan  bersamaNya  memasuki  SurgaNya  untuk  resepsi  Perjamuan  Kawin  Anak  Domba.

Jesus  Bless  You !

(http://deborahtheshofar.wordpress.com)

 
Leave a comment

Posted by on March 3, 2010 in Indonesian version

 

3. Berpikir Seperti Kristus

 

B-S-K

Berpikir  Seperti  Kristus

1Kor.2:16

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,

sehingga ia dapat menasihati Dia?”

Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

 

POLA  BSK

Sebelum  kita  putuskan  untuk  “menyimpan  sesuatu  dihati” / kesal,

bicara  atau  bertindak,

maka

kita  harus  TENANG  &  BERPIKIR  DULU  TANPA  EMOSI,

apa  saja  akibat-akibat  yang  akan  kita  hadapi  nantinya,

kalau  kita  mengambil  keputusan  buat  “begini”,  atau  “begitu”.

Setelah  itu  baru  kita  pilih  dan  ambil  keputusan  yang  POSITIF,

yang  sesuai  dengan  kebenaran  Firman  Tuhan – nya,

yg  membawa  damai  sejahtera  buat  kita  sendiri  maupun  orang  lain,  sehingga  keputusan  kita  itu  nantinya  tidak  bisa  dimanfaatkan  oleh  iblis  untuk  membuat  kita  jadi  pengikutnya.

1Kor.10:31-32

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum,

atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain,

lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan.

Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang,

baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Tuhan.

Flp.2:1-4

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih,

ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini:

hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.

Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang

lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri,

tetapi kepentingan orang lain juga.

1Yoh.3:16

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus,

yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita;

jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-

saudara kita.

Flp.4:8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar,

semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,

semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,

pikirkanlah semuanya itu.

1Ptr.5:8-9

Sadarlah dan berjaga-jagalah !

Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,  sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

2Kor.2:11

Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita,

sebab kita tahu apa maksudnya.

 
Leave a comment

Posted by on March 2, 2010 in Indonesian version

 

2. Pesan Tuhan Untuk Tahun 2010

Desember  2009.  Sepanjang  bulan  itu  saya  sedang  menanti-nantikan  jawaban  Tuhan  atas  pertanyaan  saya  tentang  apakah  pesanNya  untuk  kita  semua  memasuki  tahun  2010  yad.,  yang  harus  saya  sampaikan  (paling  tidak)  kepada  komunitas  anak-anak  Tuhan  yang  dipercayakan  kepada  saya.  Sampai  tiba-tiba,  jawabanNya  datang  ketika  saya  sedang  berada  ditengah  situasi  sebuah  KKR  di penghujung  bulan  Desember  2009  yang  lalu  saat  roh  saya  begitu  tertekan  berat,  akibat  “atmosfir”  serta  acara  pendukung  yang  mereka  tampilkan  itu  sarat  dengan  roh  Babel  tanpa  mereka  sadari.  Dan  dalam  keadaan  berat  itulah  saya  “online”  dengan  Tuhan,  saya  bertanya  apakah  Tuhan  bisa  “enjoy”  dengan  segala  persembahan  mereka  yang  “dimeriahkan”  dengan  segala  kekejian  sisa-sisa  penyembahan  berhala  itu,  sementara  Iblis  juga  jelas-jelas  “bersukacita” menikmati  “bagiannya”  plus  berhasil  membuat  Tuhan  kesal.  Dan tiba-tiba  Tuhan  berkata,  “Gandum  dan  Lalang  Aku  biarkan  tumbuh  bersama  dulu  sampai  tiba  waktuNya  mereka  akan  dituai !”. Jawaban  Tuhan  itu  sungguh  amat  membuat  saya  tersentak  kaget  karena  di  hari-hari  itu  juga  saya  memang  sedang  menggali  kebenaranNya  tentang  kapan  saat  PengangkatanNya  akan  tiba,  dan  kata  “dituai”  itu  mengingatkan  saya  tentang :

Why.14:14-20

14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.”

14:16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.

14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.

14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.”

14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Tuhan.

14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Saat  saya  “online”  dengan  Tuhan  itu,  saya  tidak  sedang  menghakimi  orang  lain  ataupun  gerejaNya !  Yang  dimaksud  dengan  “menghakimi”  itu  adalah  menuding  atau  menuduh  orang  lain  melakukan  sesuatu  hal  tanpa  adanya  dasar  pembanding  yang  jelas,  tetapi  hanya  menurut  persepsi  pribadi  dari  orang  yang  menghakimi  itu  saja !  Tetapi  saat  itu  saya  jelas-jelas  sedang  membandingkan  situasinya  dengan  kebenaran  Firman  Tuhan,  bahwa  dibalik  segala  perayaan-perayaan  gerejawi  kita  itu  ternyata  banyak  dilatar-belakangi  oleh  sisa-sisa  penyembahan  berhala  yang  sekarang  “sudah  dikemas”  lebih  modern  dibandingkan  dengan  jaman  Perjanjian  Lama,  sehingga  anak-anak  Tuhan  tidak  sadar  akan  tipu  daya  setan  (roh  Babel)  dan  menganggapnya  hanya  sebagai  “Itu  kan  mitosNya  dulu  saja,  sekarang sih ‘kan  kita  berurusan  dengan  Tuhan  Yesus,  tidak  dengan  mitosnya  lagi”. Ikuti  terus  Blog  ini  karena  akan  saya  jelaskan  kebenaranNya  dalam  tulisan-tulisan  saya  yang  selanjutnya.

Jadi  berdasarkan  Why.14:14-20  diatas,  ternyata  pesan  Tuhan  kepada  saya  tentang  waktu  penuaianNya  bagi  gandum  dan  lalang  itu  berbicara  mengenai  AKHIR  JAMAN –  waktu  penuaianNya  untuk  GANDUM adalah  pada  saat  PENGANGKATAN,  dan  Tuhan  Yesus  sendirilah  yang  akan  menuai  (menjemput  mempelaiNya  di awan-awan),  sedangkan  bagi  para  LALANG,  mereka  akan  dituai  oleh  Malaikat  dan  dibinasakan  dalam  PERANG  HARMAGEDON,  saat  Tuhan  Yesus  datang  kembali  ke dunia  untuk  yang  kedua  kalinya  bersama  dengan  orang-orang  kudusNya  untuk  menghancurkan  Antikris  (SECOND  COMING).

Apakah  yang  Tuhan  maksudkan  dengan  Gandum  dan  Lalang  itu ?  Mari  kita  lihat  perumpamaanNya  dalam :

Mat.13:24-30,  36-43

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

13:30  Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Jadi  pesan  Tuhan  untuk  tahun  2010  itu,  ternyata  berasal  dari  Mat.13:30 : Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Tentang  waktu  penuaianNya  itu  sudah  kita  bahas  diatas,  tetapi  sekarang,  siapakah  yang  Tuhan  maksudkan  dengan  Gandum  dan  Lalang  didalam  KerajaanNya  itu,  tokh  kita  tidak  pernah  melihat   anak-anak si jahat ada  diantara  saudara-saudara  seiman  kita  didalam  GerejaNya,  bukan?  Dan  Tuhan  menjelaskan  kepada  saya  bahwa :

GANDUM adalah  anak-anak  Tuhan  yang  tujuan  hidupnya  adalah  100%  Takut  Akan  Tuhan,  artinya  mereka  itu  BENAR-BENAR  SADAR bahwa  keselamatan   hidupnya  itu  memang  benar-benar  ANUGERAHNYA,  sehingga  mereka  itu  BERJUANG  MAKSIMAL untuk  membalas  kasih  Tuhan  disepanjang  sisa  hidup  mereka  dengan  sungguh-sungguh  berusaha  mencari  kehendakNya  demi  menyenangkan  hatiNya,  yaitu  dengan  benar-benar  menjadi  pelaku  Firman  Tuhan,  bahkan  mereka  itu  akan  BERJUANG  MEMBELA  NAMA  TUHANNYA dihadapan  Iblis  dan  dihadapan anak-anak si jahat (para  Lalang  itu) !

Gal.2:19-20

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Tuhan. Aku telah disalibkan dengan Kristus;

2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Bapa yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Rm.14:8

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan.

Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Ayat-ayat  diatas  menyatakan  sebuah  komitmen  total  seorang  Gandum  kepada  Yesus.  Tetapi  banyak  anak  Tuhan  yang  berkata  bahwa  kita  tidak  perlu  membela  Tuhan  Yesus  sebab  Tuhan  Yesus  dapat  membela  diriNya  sendiri.  Oh  ya?  Bagaimana  dengan  ayat  ini ?

Bil.25:11-13

25:11 “Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku.

25:12 Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku

25:13 untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Tuhannya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel.”

Tiga  ayat  diatas  adalah  cuplikan  dari  kitab  Bilangan  pasal  25  yang  mencatat  jatuhnya  bangsa  Israel  untuk  yang  kedua  kalinya  terhadap  dosa  penyembahan  berhala  (Baal  Peor)  setelah  Tragedi  Anak  Lembu  Emas-nya  Imam  Harun  itu,  sehingga  Tuhan  sangat  murka  dan  memerintahkan  Musa  untuk   menggantung  para  petinggi  yang  mengepalai  bangsa  Israel  yang  berjinah  dengan  menikahi  perempuan-perempuan  Moab  dan  Midian  sehingga  mereka  jadi  ikut  menyembah  Baal  Peor  lalu  Musa  juga  memerintahkan  hakim-hakimnya  untuk  membunuh  setiap  jemaah  yang  berjinah  dengan  Baal  Peor  itu.  Sedangkan  Pinehas,  cucu  Imam  Harun  (bukan  Pinehas  anak  Imam  Eli)  memergoki  Zimri bin Salu,  pemimpin salah satu puak orang Simeon  yang  datang  membawa  seorang  perempuan   Midian  dan  Pinehas  langsung  mengejar  dan  menewaskan  mereka  berdua  dengan  tombak  sehingga  tulah  akibat  murka  Tuhan  itu  berhenti  menimpa  bangsa  Israel,  setelah  menewaskan  24  ribu  orang  Isarel !  Jumlah  “korban”  yang  sangat  besar,  berhenti  karena  perbuatan  seorang  Pinehas  yang  begitu  gigih  membela  kekudusan  nama  Tuhannya !  Pinehas  adalah  contoh  seorang  Gandum !

Didalam  Perjanjian  Baru,  Yesus  memberikan  Mat.5:16  sebagai  pegangan  dasar  bagi  kita  agar  dapat  selalu  hidup  mempermuliakanNya :

Mat.5:16

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Sebuah  contoh  yang  sederhana  bisa  kita  ambil  dari  kehidupan  sepasang  suami-istri.  Si  Suami  adalah  seorang  yang  terpandang  kedudukannya  di masyarakat  sementara  istrinya  adalah  seorang  wanita  yang  sangat  rendah  hati  dan  sederhana,  begitu  pula  cara  berpakaiannya  sehari-hari.  Tetapi  saat  dia  harus  mendampingi  suaminya  didalam  kegiatan  kemasyarakatan,  misalnya  di dalam  pertemuan-pertemuan  “gathering” maka  istrinya  ini  dapat  tampil  berdandan  dan  mempesona  begitu  banyak  orang  yang  hadir  dari  kalangan  pekerjaan  suaminya  itu,  tanpa  mereka  mengenal  siapa  sebenarnya  istrinya  itu  sebab  dia  tidak  pernah  terlibat  didalam  kegiatan  kerja  harian  suaminya  secara  umum.  Pertanyaannya  adalah,  untuk  apa  dia  berdandan  sedemikian  rupa  itu  sebenarnya ?  Senang  dipuji-puji  oleh  semua  orang ?  Tidak,  sebab  tidak  seorangpun  mengenal  dia !  Tetapi  dia  berdandan  demi  untuk  menjaga  kehormatan  nama  suaminya  didepan  umum  supaya  suaminya  itu  tidak  malu  beristrikan  dia  yang  begitu  sederhana,  melainkan  bangga  terhadapnya ! Dalam  situasi  itu,  Istri  yang  baik  ini  melepaskan  segala  preferensi  pribadinya untuk  berbusana  sederhana  seperti  kesehariannya  selama  itu,  dia  melepaskan  keinginan  hatinya  sendiri demi  kepentingan  suami  yang  dikasihi  dan  dihormatiNya !

Nah  begitulah  seharusnya  yang  kita  lakukan  sebagai  Gandum  dalam  penerapan  Mat.5:16.  Yesuslah  Mempelai  Pria  kita,  suami  kita !  Kita  harus  melepaskan  segala  preferensi,  keinginan  hati  kita  sendiri,  kedagingan  kita  demi  supaya  apapun  yang  kita  kerjakan  selama  hidup  kita  ini  dapat  membuatNya  bangga,  karena  apapun  yang  kita  kerjakan  itu  meninggikan,  mempermuliakan  namaNya  dan  tidak  sedikitpun  kita  GR  lalu  mencuri  kemuliaanNya,  melainkan  kita  selalu  berkata  Rm.11:36 :

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

LALANG adalah  anak-anak  Tuhan  juga  dan  penampilannya  tidak  ada  bedanya  dengan  Gandum.  Lihat  gambar.  Mirip  sekali  dengan  Gandum,  bukan ?  Ciri-ciri  Lalang  memang  tidak  dijelaskan  tegas  dalam  Alkitab  kecuali  sebagai  anak-anak si jahat tetapi  kita  dapat  menemukan  analoginya  melalui :

Yud.1:3-5

1:3. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.

Ayat 4  menjelaskan  kepada  kita  bahwa  didalam  GerejaNya  ada  penyusup-penyusup,  yaitu orang-orang  yang  telah  lama  ditentukan  untuk  dihukum.  Siapa  halnya  “orang-orang  yang  telah  lama  ditentukan  untuk  dihukum”  itu ?  Itulah  anak-anak si jahat tentu  saja !  Dan  dikatakan  pula  bahwa  mereka  itulah  yang  disebut  sebagai  orang-orang yang fasik ! Jadi  Lalang =  anak-anak si jahat =orang-orang yang fasik.

Jadi  bagaimana  ciri-ciri  orang  fasik  itu  sebenarnya ?  Alkitab  Perjanjian  Lama  banyak  sekali  menyebut  kata  “fasik”  dan  kita  dapat  menyimpulkan  begitu  banyak  ciri  daripadanya.  Tetapi  dasar  ciri-cirinya  dapat  kita  ambil  dari  Yud.1:4b  yaitu,

Orang-orang fasik  itu  adalah  orang  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Ciri  yang  pertama  sudah  sangat  jelas  buat  kita,  dan  contoh  yang  sangat  jelas  menyatakan  kefasikan  mereka  adalah  pernyataan-pernyataan  yang  biasa  mereka  katakan  seperti :

ü      “Sudahlah,  jadi  anak  Tuhan  jangan  terlalu  fanatik,  bagaimana  nanti  kita  bisa  memenangkan  jiwa  orang  ‘kan?”

ü      “Kita  tidak  perlu  lagi  taat  hukum  Taurat !  Kita  ‘kan  sekarang  ada  dijaman  kasih  karunia – semua  dasarnya  KASIH,  jadi  jangan  terlalu  Taurat ‘lah !”

ü      “Jangan  mau  lagi  kita  dipasangin  kuk  perhambaan,  ini  dosa – itu  dosa,  Tuhan  itu  Maha  Tahu,  Maha  Kasih,  Penyayang  dan  Pengampun  ‘kan !”  dll.

3  contoh  pernyataan  diatas  itu  sudah  biasa  kita  dengar  bukan ?!  Itulah  pernyataan-pernyataan  dari  orang  fasik !  Sekarang,  bagaimana  halnya  dengan  ciri  yang  kedua ?  Rasa-rasanya  sih kita  tidak  pernah  menemukan  di gereja  kita  ada  jemaat  atau  saudara  seiman  yang  menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” ,  betul  tidak?  Semuanya  juga  meng “claim”  bahwa  dirinya  melakukan  segala  sesuatu  dengan  ketulusan  hati  mereka  bagi  Tuhan  Yesus.  Tapi  Firman  Tuhan  jelas  berkata  begitu !  Berarti  sebenarnya  memang  ADA anak  Tuhan  yang  menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus” itu, bukan ?!  Dan  Tuhan  menjelaskan  kepada  saya  bahwa  yang  Dia  maksudkan  dengan  anak  Tuhan  yang  seperti  itu  adalah  anak  Tuhan  yang  seperti  dikatakan  dalam  Yer.17:5 :

Beginilah firman TUHAN:

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN ! …”

Anak  Tuhan  yang   yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN itu  sih banyak  sekali  ditemukan  di dalam  gerejaNya !

  • Berapa  banyak  anak-anak  Tuhan  yang  didalam  kesulitan  keuangannya,  lebih  memilih  untuk  pergi  me”nodong”  bantuan  dan  belas  kasihan  dari  saudara  seimannya  (termasuk  minta  diakonia  dari  gereja,  termasuk  menghimbau  persembahan  kasih  jemaat  bagi  misalnya  pembangunan  gedung  baru ?!)  ketimbang  berdoa  dan  berharap  sepenuhnya  hanya  pada  pertolongan  Tuhan  saja  pada  waktuNya ?   Itulah  yang  dimaksud  dengan  mengandalkan manusia.
  • Berapa  banyak  anak-anak  Tuhan  yang  mengandalkan  uangnya,  kekayaannya,  dan  jabatannya  untuk  mendapatkan  apa  saja  yang  dia  inginkan  (pelayanan,  jabatan  dalam  gereja  dll),  ketimbang  menunggu  waktuNya  Tuhan  sendiri  untuk  menggenapi  keinginannya  itu  sejalan  dengan  pertumbuhan  rohaninya ?  Itulah  yang  dimaksud  dengan  mengandalkan kekuatannya sendiri.
  • Berapa  banyaknya  anak-anak  Tuhan  yang  tidak  pernah  bertanya  dulu  kepada  Tuhan  sebelum  mereka  memutuskan  untuk  melakukan  ini – itu,  apakah  Tuhan  berkenan  atau  tidak,  melainkan  menjadi  “preman  rohani”  supaya  Tuhan  merestui  saja  apa  yang  sudah  mereka  putuskan  itu ?  Lebih  ekstrim  lagi,  saat  mereka  dalam  keadaan  terdesak,  yang  mereka  cari  itu  bukannya  Tuhan  melainkan  “paranormal”  ataupun  “gunung  kawi”.  Itulah  yang  dimaksud  dengan  hatinya menjauh dari pada TUHAN.

Jadi,  dari  Yud.1:4b  dan  Yer.17:5  kita  menemukan  ciri-ciri  orang  fasik  sebagai  Anak-anak  Tuhan  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka  (kedagingan, cinta  dosa)
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus karena   kebiasaannya  untuk  mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari pada TUHAN

Lalu  kalau  kita  ambil  sebuah  nas  dari  Mzm.10:3-11  maka  kita  akan  menemukan  lebih  banyak  lagi  ciri-ciri  orang  fasik  :

Mzm.10:3-11

10:3 Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN.

10:4 Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: “Tuhan tidak akan menuntut! Tidak ada Tuhan!”, itulah seluruh pikirannya.

10:5 Tindakan-tindakannya selalu berhasil; hukum-hukum-Mu tinggi sekali, jauh dari dia; ia menganggap remeh semua lawannya.

10:6 Ia berkata dalam hatinya: “Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.”

10:7 Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.

10:8 Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah;

10:9 ia mengendap di tempat yang tersembunyi seperti singa di dalam semak-semak; ia mengendap untuk menangkap orang yang tertindas. Ia menangkap orang yang tertindas itu dengan menariknya ke dalam jaringnya.

10:10 Ia membungkuk, dan meniarap, lalu orang-orang lemah jatuh ke dalam cakarnya yang kuat.

10:11 Ia berkata dalam hatinya: “Tuhan melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya.”

Jadi  LALANG  atau  orang  fasik  itu  adalah  anak-anak  Tuhan  yang :

  1. menyalahgunakan kasih karunia Tuhan kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka  (kedagingan, cinta  dosa)
  2. menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus karena   mereka  lebih suka  untuk  mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya menjauh dari pada TUHAN
  3. sombong  rohani (ayat 3a)
  4. suka  menyepelekan bahkan melecehkan Tuhan (ayat 3b) – lihat point 2
  5. tidak  punya  roh  Takut  Akan  Tuhan,  bahkan  dia  tidak  merasa  perlu  Tuhan dalam hidupnya (ayat 4)
  6. sangat  bangga akan  keberhasilan  hidupnya sehingga  dia  tidak  membutuhkan  Tuhan  dan  dia  juga  menyepelekan  musuh-musuhnya – ayat 5
  7. dia  merasa  dirinya  tidak  akan  pernah  tergoncangkan  oleh  masalah  apapun,  begitu  juga  dengan  keturunannya (ayat 6a)
  8. dia  tidak  percaya  akan  adanya  kutuk  keturunan  dimasa  Perjanjian  Baru– ayat 6b. Baca  tulisan2  saya  selanjutnya  dalam  Blog  “The  Shofar”  ini,  topik  itu  akan  dibahas  dalam  serial  Akhir  Jaman.
  9. mulutnya  sangat  mudah  mengutuki  orang  lain,  tidak  punya  penguasaan  diri (ayat 7)
  10. sangat  keji  karena  hatinya  penuh  dengan  rancangan-rancangan  jahat,  bahkan  dia  bisa  membunuh  (secara  rohani)  lawan-lawannya secara  terselubung  dari  “balik  layar” (ayat 8), misalnya  memberhentikan  (membunuh)  pelayanan  seseorang  yang  tidak  disukainya  dengan  cara  menguasai  Gembala  melalui  dana  persembahannya.
  11. punya  banyak  rencana  jahat  dihatinya  untuk  menguasai  dan  memanfaatkan  orang-orang  yang  miskin/  tertindas  demi  keuntungan  pribadinya,  baik  dalam  urusan  bisnis  maupun  rohani (ayat 9-10)
  12. dia  berpikir  bahwa  Tuhan  tidak  akan  mempedulikan  apa  yang  dia  lakukan  itu (ayat 11).

Itulah  keduabelas  ciri-ciri  LALANG.  Bertolak belakang  sekali  dengan  ciri-ciri  Gandum.  Hidup  Gandum  sangat  terarah  kepada  kekekalan  tetapi  hidup  Lalang  terarah  kepada  kedagingan ! Tapi  herannya,  penampilan  Gandum  dan  Lalang  itu  mirip  sekali !

Yang  jelas  membedakan  mereka  hanyalah  BULIR-BULIR  BUAH  Gandum,  yang  tidak  dimiliki  oleh  Lalang.  Selanjutnya,  kita  kembali  dulu  ke  Injil  Matius,  sebab  ada  2  ayat  yang  menarik  untuk  kita  bahas  sbb. :

13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?

13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.

Saya  pikir,  kalau  saya  yang  jadi  pemilik  ladang  itu  sih,  mending  saya  cabut  saja  dari  awalnya  lalang-lalang  itu  mulai  tumbuh  supaya  tidak  bisa  ikut  mengambil  sari  makanan  dari  dalam  tanah,  yang  lebih  baik  dimanfaatkan  secara  maksimal  oleh  Gandum-gandum  muda  supaya  dapat  bertumbuh  lebih  subur  dan  berbuah  lebih  lebat.  Pikiran  saya  itu  ternyata  sama  dengan  pikiran  para  muridNya.  Mengapa  Yesus  punya  pemikiran  yang  lain  daripada  kita ?   Dan  Tuhan  berikan  jawabanNya…..

Bahwa  saat  tanaman  Gandum  itu  masih  muda  (belum  berbuah)  bentuknya  persis  sama  dengan  tanaman  Lalang  muda.  Dan  itu  bicara  tentang  masa-masa  awal  pertobatan  anak-anak  Tuhan. Semuanya  cinta  mula-mula,  semuanya  “on  fire”  dengan  Yesus : belum  kelihatan  adanya  benih  Lalang  yang  ditaburkan  oleh  Iblis  dan  bertumbuh  didalam  pikiran,  perasaan  dan  kehendaknya  (= JIWANYA) – jadi  bagaimana  mau  “dicabut”  Lalangnya ?!  bahkan  kita  tidak  dapat  membedakan  yang  mana  Gandum  dan  yang  mana  Lalang !  Tetapi  kelak,  setelah  waktu  berjalan  beberapa  lamanya,  sementara  mereka,  para  Gandum  dan  Lalang  itu  menyerap  “sari-sari  makanan” dari  dalam  “tanah  rohani”  kebenaran  FirmanNya  yang  sama, maka  akan  nampaklah  hasil  akhirnya : benih  Gandum  akan  menghasilkan  bulir-bulir  Gandum,  sementara  benih  Lalang  hanya  menghasilkan  “bulir-bulir”  palsu  yang  mirip  dengan  bulir-bulir  Gandum  tetapi  tidak  ada  bobot(berat)nya  sama sekali  sehingga  dapat  dengan  mudahnya  diterbangkan  angin  kemana-mana,  menyebar  benih  Lalang  itu  lagi  kemana-mana,  dan  merusakkan  bagian  lain  dari  Kerajaan(Gereja)Nya.

Jadi,  yang  membedakan  antara  Gandum  dan  Lalang  disepanjang  pertumbuhan  rohani  mereka  sehingga  hasilnya  berbeda  itu  ternyata  adalah  FOKUS  HIDUPNYA ! Gandum  berfokus  kepada  Tuhan  Yesus  100%,  sedangkan  Lalang  berfokus  mungkin  hanya  sekitar  20%  saja  sementara  80%  selebihnya  justru  berfokus  kepada  kekuatan  manusia,  dirinya  sendiri dan  kedagingannya !  Bagaimana  Alkitab  menjelaskan  perbedaan  diantara  keduanya  itu ?

Mat.7:20

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Dan

Tit.2:12

Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Mereka,  Gandum  dan  Lalang  itu,  menyerap  makanan  rohani  yang  sama  dari  kebenaran  FirmanNya  yang  mengarahkan  kita  untuk berjuang meninggalkan  kefasikan  serta  keinginan-keinginan  (daging)  duniawi.  Gandum  &  Lalang  diberi  kehendak  bebas  (freewill)  yang  sama  saat  mereka  menerima  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  Juru Selamat  mereka  secara  pribadi tetapi  RESPON  (tanggapan)  mereka  atas  pendidikan  yang  Tuhan  berikan  selama  hidupnya  itu  berbeda-beda,  sehingga  hasil  akhirnya  pun  berbeda-beda. Itulah  masa  pertumbuhan  Gandum  dan  Lalang  yang  akan  memberikan  hasil  akhir  yang  berbeda  sebelum  waktuNya  untuk  dituai.  Contoh  “materi”  pendidikan  Tuhan  yang  umum,

Ams.27:17

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

ü      Saat  Tuhan  mengijinkan  seorang  saudara  seiman  menyakiti  hatimu,  misalnya  dengan  memfitnah  saudara  dan  mengedarkan  gosip  keji  “dibelakang”  saudara,  apakah  saudara  dapat  menerima  keadaan  itu  dan  mengampuni  saudara  seimanmu  itu ?

ü      Saat  Gembala  Sidangmu  bicara  hal-hal  yang  negatif  tentang  dirimu  kepada  pekerja-pekerja  yang  lain  di gereja  lokal  saudara,  siapkah  saudara  mengampuni  Gembala  Sidangmu  itu ?

ü      Saat  pelayanan  kita  di  gereja  lokal,  “dibunuh”  oleh  seorang  “Izebel”,  bisakah  saudara mengampuni  perbuatannya  yang  jahat  itu  dan  menyerahkannya  kedalam  tangan  Tuhan  untuk  pembelaanNya  terhadap  saudara  atau  saudara  mau  hadapi  dia  sendiri ?

STOP PRESS : Catatan  ini  saya  tambahkan  untuk  saudara.

Puji Tuhan !  Hari  ini  28/2/10  dalam  kotbahnya, Pdt. Aruna menyebut  pula  soal  Gandum  yang  akan  dituai  pada  saat  pengangkatanNya  (konfirmasi  dari  Tuhan  untuk  pesanNya kepada  saya  ini  yang  saya  dapat  di akhir  December 2009  yl.) dan  dia  ingatkan  supaya  para  Gandum  yang  merasa “nyesek”  karena  hidupnya  banyak  di  “sesakkin”  sama  Lalang  yang  tumbuh  subur  “menuh-menuhi”  kerajaanNya  itu  UNTUK  SELALU SIAP MENGAMPUNI  Lalang,  sebab  yang  kepingin  diangkat  ‘kan para  Gandum,  dan  syarat  masuk  Surga  yang  paling basic adalah……HARUS  MENGAMPUNI ! HaleluYah,  memang benar sekali,  dan  “nyambung”  sekali  dengan  apa  yang  saya  dapatkan : Lalang-lalang  yang  ikut  makan  “nutrisi dari tanah” rohani  kita  itu  “bikin  kita  nyesek”  tapi  tantangan buat kita para  Gandum  adalah…….bahwa  dalam  keadaan  yang  seperti  itu,  BISAKAH  KITA  TETAP  MENGHASILKAN  BULIR-BULIR  BUAH   GANDUM ?


Firman  Tuhan  berkata,

1Yoh.3:7-9

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Bapa menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

3:9 Setiap orang yang lahir dari Bapa, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Bapa.

3:10 Inilah tandanya anak-anak Bapa dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Bapa, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Ayat  10b : kalau  saudara  tidak  bisa  mengampuni  mereka  yang  berbuat  jahat  kepadamu  itu  maka  jelas  sudah  bahwa  Saudaralah  Lalang  itu !!!

Jadi  saya  mengerti  sekarang,  mengapa  Tuhan  berkata Jangan  dicabut  dulu, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu”, dan  Tuhan  Yesus  punya  pemikiran  yang  berbeda  dengan  kita  pada  umumnya  yang  tidak  sabaran  dan  mau  cepat  beres  urusan  saja  itu.  Dan alasanNya adalah karena :

  1. Pada  waktu  awal-awal  terima  Yesus  itu,  semua  anak  Tuhan  tidak  kelihatan  bedanya,  karena  semuanya  sama-sama  baru  diberi  “satu  uang  Mina”  saja  yaitu  “keselamatan – pemulihan  kehendak  bebasnya  (free will)”   untuk  dapat  mereka  kerjakan  selanjutnya (Luk.19:12-27), dan  saat  itu  mereka  masih  sama-sama  rohani,  sama-sama  “on fire”  buat  Yesus
  2. Kerinduan  tiap  anak  Tuhan  untuk  mempelajari,  menggali  kebenaran  Firman  Tuhan  itu  berbeda-beda,  ada  yang  bersemangat  sekali  karena  ingin  mengenal  hati  Bapa  dan  mencari  tahu  apa  kehendakNya,  tetapi  ada  juga  yang  melakukannya  hanya  sebagai  rutinitas  saja  sebagai  kewajiban  anak  Tuhan  saja,  tetapi  ada  juga  yang  “slowly  but  sure”  tapi  benar-benar  menikmati  penggaliannya  sehingga  Tuhan  ijinkan  dia  menemukan  banyak  rahasiaNya
  3. Komitmen  setiap  anak  Tuhan  untuk  melakukan  kebenaran  Firman  Tuhan  yang  dia  baca  dan  dia  dengar  itu  didalam  kehidupannya  sehari-hari  itu  juga  berbeda-beda,  tergantung  seberapa  “tebalnya”  kedagingannya  masih  dia  dipertahankan
  4. Besarnya  cintanya  kepada  Yesus  serta  arah/ fokus  hidupnya  yang  sebenarnya  itu  apa : roh  atau  daging ?
  5. Keintiman  hubungan  setiap  anak  Tuhan  dengan  Tuhan  Yesus  melalui  Doa – Pujian  &  penyembahan  serta  waktu-waktu  pribadi  dengan  Tuhan  itu,  “on line”  terus  24 – 7 – 365  atau  “ala  kadarnya”  saja ?
  6. Perbedaan  kesiapan  hati  mereka  untuk  berani  bayar  harga  AT  ANY  COST  demi  taati  Firman  Tuhan
  7. Akibatnya,  pertumbuhan  iman  dan  buah  setiap  anak  Tuhan  itu  juga  berbeda-beda,  ada  yang  “mental”  karena  tidak  tahan  ujian – pencobaan,  ada  yang  cepat  “jadi”  tapi  “asal-asalan”  saja  tidak  mantap,  tapi  ada  juga  yang  “slowly  but  sure”,  jadi  mantap.  Ingat  saja  perumpamaan  tentang  seorang  penabur,  dimana  benih  yang  ditaburnya  itu  ada  yang  jatuh  di pinggir  jalan,  di tanah  yang  berbatu-batu,  di tengah  semak  duri  dan  ada  yang  di tanah  yang  baik  sehingga  bisa  berbuah  100 – 60 – 30  kali  lipat….

Karena  perbedaan-perbedaan  itulah  maka  Tuhan  Yesus  membiarkan  benih  Lalang  juga  tetap  beroleh  kesempatan  untuk  hidup  “menumpang”  menyerap  sari-sari  makanan  dari  tanah  yang  sebenarnya  hak  dari  benih  Gandum,  dengan  harapan suatu  hari  kelak,  mungkin  saja  dia  bisa  bertobat  dan  dapat  ditransformasi  menjadi  Gandum !  Sementara  yang  Gandum  juga  akan  terseleksi,  apakah  dia  dari  jenis  Gandum  unggul  ataukah  Gandum  “bantat”  yang  tidak  berbulir,  tidak  menghasilkan  buah……..  itulah  kasih  karuniaNya…….dan  semua  respon  terhadap  kasih  karuniaNya  itu  akan  nampak  pada  waktuNya :

Mat.3:10

Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.


Contoh  penerapan  kasih  karunia  Yesus  itu  misalnya  begini,  seorang  anak  muda  non  Kristen  bertobat  saat  dia  menghadiri  sebuah  kebaktian  Youth,  saat  hari  Valentine  dimana  tujuan  awal  kedatangannya  itu  sebenarnya  cuma  buat  “cari  jodoh”  (Dia  benih  Lalang).  Ternyata disana  dia  begitu  tersentuh  dengan  drama  yang  dimainkan,  saat  Yesus  harus  memikul  salib  dan  akhirnya  mati  di salibkan  demi  cintaNya  buat  semua  manusia  yang  berdosa.  Dia  menerima  tantangan  untuk  menerima  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  Juru Selamatnya  secara  pribadi  (Dia  jadi  benih  Gandum).  Lalu  perjalanan  pertumbuhan  rohaninya  membawa  dia  menjadi  seorang  Gembala  Sidang  dan  “memory”  masa  lalu  pertobatannya  itu  membuatnya  tetap  mengijinkan  perayaan  Valentine  di  gerejanya  “sebab  saya  juga  dulu  dimenangkan  di  kebaktian  Valentine”. Pada  akhirnya  perayaan  Valentine  itu  menjadi  berhala  bagi  hidupnya……dan  bagi  gerejanya - padahal  sebenarnya  dia  juga  tahu,  dia  juga  mengerti  benar  bahwa  perayaan  Valentine  itu  sama  sekali  tidak  Alkitabiah, malahan  berlatar  belakang  tradisi  berhala,  atau  hanya  berdasarkan  sebuah  Mitos  atau  Legenda  saja  dan  bahwa  Tuhan  sangat  cemburu  dengan  segala  hal  yang  berbau  tradisi  berhala !

Yeh.5:11-14

5:11 Sebab itu, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Bapa, sesungguhnya, oleh karena engkau menajiskan tempat kudus-Ku dengan segala dewamu yang menjijikkan dan dengan segala perbuatanmu yang keji, Aku sendiri akan meruntuhkan engkau; Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan.

5:12 Sepertiga dari padamu akan mati kena sampar dan mati kelaparan di tengah-tengahmu; sepertiga akan tewas dimakan pedang di sekitarmu; dan sepertiga lagi akan Kuhamburkan ke semua mata angin dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.

5:13 Aku akan melampiaskan murka-Ku kepada mereka, sehingga hati-Ku yang panas tenang kembali dan Aku merasa puas; dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN yang mengatakannya di dalam cemburu-Ku, tatkala Aku melampiaskan amarah-Ku kepada mereka.

5:14 Aku akan membuat engkau menjadi reruntuhan dan buah celaan di antara bangsa-bangsa yang di sekitarmu di hadapan semua orang yang lintas dari padamu.

Mzm.73:27

Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.


Nah  pada  awalnya  dia  adalah  “sebuah”  benih  Lalang  yang  kemudian bertobat dan menjadi benih  Gandum,  tetapi  bagaimana  perjalanan  pertumbuhan  rohaninya  selanjutnya ?  Menjadi  Lalang  (kembali) !  Sebab  seharusnya  dia  tidak  berfokus  kepada  kebaktian  perayaan  Valentine-nya  itu  tetapi  kepada  drama  Alkitab  yang  merupakan  panggilan  Yesus  bagi  hidupnya  itu. DIA  TELAH  SALAH  FOKUS !!! DIA  MEMBUAT  TUHAN  SANGAT  CEMBURU !!! Seharusnya  kalau  tidak  ada  “berhala  Valentine”  itu  dihidupnya, dia  pasti  akan  menyadari  kesalahan  yang  dilakukan  oleh  kebaktian  Youth  yang  memenangkannya  dulu  itu  dan dia bertobat dari tradisi Valentine-nya itu serta mengajarkannya demikian kepada jemaatnya, karena  adanya  ayat-ayat  berikut  ini :

Kej.50:20

Memang kamu (Iblis – Tradisi  Berhala  Valentine itu) telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku (supaya  aku  tetap  terikat  pada  perayaan  Valentine),

tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (bahwa  aku  bertobat  terima  Yesus  di kebaktian Valentine Youth yang salah itu dan bahkan sekarang aku jadi seorang  Gembala  Sidang), dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (jemaat  gereja  yang  kudus, bebas  dari  tradisi  berhala  Valentine)

1Kor.13:9-10

13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Dibutuhkan  pula  kelembutan  hatinya  (terhadap  Firman  Tuhan  yang  mungkin  disampaikan  oleh  Hamba  Tuhan  lain  yang  dipercaya  Tuhan  tentang  kebenaran  itu)  sebagai  BUAH  ROH  yang  harus  dihasilkannya,  dan  tidak  menganggap  dirinya  sendiri  yang  paling  mengerti  dan  benar (dengan  dia  berpikir  bahwa  perayaan  Valentine  yang  dikatakan  tidak  Alkitabiah  itu  tokh  menghasilkan  jiwa-jiwa  juga  bagi  Yesus – padahal  jelas  sebenarnya  ada  berhala  Valentine  dihatinya) karena  dirinya  tidaklah  sempurna  dan  Tuhan  bisa  memakai  hamba  Tuhan  lain  yang  manapun  untuk  menyingkapkan  kebenaran  yang  sejati,  yang  membongkar  segala  “tipu  daya”  Iblis  yang  selama  ini  telah  dikiranya  sebagai  kebenaran  itu.

Dimulai  dengan  Benih  Lalang  lalu  menjadi  Benih  Gandum  dan  bertumbuh  kembali  menjadi …………. tanaman  Lalang  muda …….. Masih  dapatkah  dia  ditransformasi  menjadi  Gandum  kembali ?  MASIH !


Ibr.3:13-15

3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini“, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.

3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

3:15 Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

Selama  Tuhan  Yesus  belum  menjemput  kita  pulang  ke rumah  Bapa  kelak  (saat  kita  meninggal  dunia)  atau  saat  Pengangkatan  ke  awan-awan  nanti, SELALU  MASIH  ADA  WAKTU untuk  bertobat  dan  mengalami  transformasi  (kembali)  menjadi  Gandum. Tapi  masalahnya,  berapa  lamakah  waktu  kita  yang  tersisa  itu ?  Tak  seorangpun  yang  tahu  bukan ? Karena  itu  seperti  dikatakan  Firman  Tuhan  dalam  Ibr.3:15  diatas,  janganlah  pernah  kita  mengeraskan  hati  kita  saat  kebenaran  FirmanNya  yang  mengungkap  tipu  daya  Iblis  itu  disampaikan,  sesal  kemudian  tiada  guna !

Why.3:1-3

3:1. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Tuhan dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Bapa-Ku.

3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Mari  saudaraku,  relakanlah  dirimu  untuk  ditransformasi  (kembali  menjadi  Gandum)  oleh  kebenaran  FirmanNya  yang  sejati,  buang  segala  berhala  dihatimu,  di hidupmu  dan  FOKUS  SAJA  100%  KEPADA  PRIBADI  TUHAN  YESUS-nya !  Relakan  diri  kita  untuk  TAMPIL  BEDA  DENGAN  DUNIA  DISEKITAR  KITA,  menjadi  GANDUM  SEJATI  ditengah2  himpitan  LALANG-LALANG !!!  Rm.12:1-2.

Perhatikan  ada  kesalahan  terjemah  dalam  Rm.12:1-2  menurut  versi  LAI :

Rm.12:1-2

12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Tuhan aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan : itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Tuhan : apa yang baik, yang berkenan kepada Tuhan dan yang sempurna.

Ayat2nya  yang  asli  berbunyi  (Alkitab  King  James  Version) :

12:2 And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind, that ye may prove what is that good, and acceptable, and perfect, will of God.

Sehingga  kalau  saya  terjemahkan  bebas,  bunyi  kalimatnya  menjadi :

12:2 Janganlah  menyesuaikan  dirimu  dengan  faham  dunia  ini  tetapi  bersedialah  untuk  ditransformasi melalui  pembaharuan  cara  berpikirmu, sehingga  kamu  dapat  membuktikan  yang  bagaimana  itu  kehendak  Tuhan  yang  baik,  yang  berkenan  dan  yang  sempurna.

Dengan  cara  bagaimana  pikiran  kita  itu  ditransformasi ?  Dengan  BSK !!!  Berpikir  Seperti  Kristus  adalah  cara  kita  melatih  dan  menundukkan  pikiran  kita  HANYA  kepada  kebenaran  Firman  Tuhan  saja,  jadi  tidak  boleh  ada  “kebenaran” yang  lain   apalagi  berhala !  Nah  Pikiran  Kristus  itulah  hasil  akhir  dari  latihan  B-S-K.

1Kor.2:16

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Nah,  seperti  dikatakan  dalam  Rm.12:2  itu,  pikiran  kita  yang  sudah  diperbaharui  itulah  (= Pikiran  Kristus,  Pikiran  Gandum)  yang  akan  membuat  kita  BISA  TAMPIL  BEDA,  BEDA  DENGAN  DUNIA  DISEKELILING  KITA  yang  sedang  menuju  kebinasaannya !!! Bukankah  dunia  ini  sedang  menuju  kebinasannya  maka  kita  diutus  Tuhan  juga  dengan  Amanat  AgungNya ???  Sudahkah  Saudara  memiliki  Pikiran   Kristus  itu ?

REFLEKSI :

Bandingkan  ciri-ciri  Gandum  dan  Lalang  itu,  lalu  bandingkanlah  dengan  keadaan  rohanimu  saat  ini.   Apakah  ternyata  memang  ada  benih-benih  Lalang  (kefasikan)  dalam  hidupmu  saat  ini?  Buatlah  daftar/ catatan  supaya  saudara  selalu  diingatkan  untuk  terus  berjuang  membuang  benih-benih  Lalang  (kefasikan)  dari  dalam  JIWAmu  sebelum  akhirnya  nanti  Iblis  mengambil  alih  keadaan  rohani  Saudara  dan  sudah  terlambat  untuk  menyadarinya !  Renungkan  dan  koreksi  dirilah !  Ingat,  Tuhan  Yesus  segera  datang  kembali,  waktu  PengangkatanNya  segera  tiba – jangan  sampai  kita  ditinggal  oleh  karena  kedapatan  belum  melakukan  Tit.2:12  diatas.

2Kor.2:11

supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Jesus  Bless  You  All

(http://deborahtheshofar.wordpress.com)

 
2 Comments

Posted by on February 28, 2010 in Indonesian version

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.